Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Doa Niat Puasa Qadha Lengkap dengan Latin dan Artinya

Lifestyle

Doa Niat Puasa Qadha Lengkap dengan Latin dan Artinya

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 24 September 2021 ∙ 5 menit membaca

Menjalankan ibadah puasa ramadhan merupakan kewajiban bagi kita sebagai umat islam yang sudah baligh dan berakal sehat serta wanita yang suci dari haid dan nifas, kecuali orang yang sedang sakit jika berpuasa sakit yang diderita menjadi lebih parah, orang yang sudah tua dan renta yang tidak sanggup lagi berpuasa, wanita yang sedang hamil yang di khawatirkan dapat mengganggu kehamilannya.

Pinhome – Mengingat puasa ramadhan merupakan kewajiban bagi kita selaku umat islam, maka jika kita meninggalkan puasa ramadhan karena berbagai alasan tertentu, kita wajib membayar hutang atau mengqadha puasa ramadhan sebanyak jumlah puasa yang di tinggalkan pada saat bulan ramadhan tersebut, sebelum puasa ramadhan datang kembali. 

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Dan Manfaat Puasa Senin Kamis

Kewajiban Puasa Qadha 

(KlikDokter)

Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa Dilakukan?

Rasulullah saw bersabda,

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ مَنْ اَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِى غَيْرِرُخْصَةٍ وَخَصَهَااللهُ يَقْضِ عَنْهُ صِيَامُ الدَّهْرِكُلِّهِ وَاِنْ صَامَهُ

Artinya: ” Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Siapa yang berbuka satu hari dari bulan Ramadhan tanpa keringanan yang diberikan Allah kepadanya, tiadalah akan dapat dia bayar oleh puasa sepanjang masa walau dilakukannya.” 

(H.R Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Ada yang berpendapat jika puasa yang ditinggalkannya berurutan, maka menggantinya harus berurutan. karena qadha merupakan pengganti puasa yang ditinggalkan. ada pula yang menyatakan bahwa saat mengqadha puasa tidak harus dilakukan secara berrurutan, lantaran tidak ada dalil yang mengharuskan mengqadha puasa harus secara berurutan namun harus sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan. 

Siapa yang Wajib Membayar Qadha Puasa?  

(IDN Times)

Ada beberapa ketentuan khusus mengenai qada dan pembayaran fidyah sebagai ganti puasa Ramadhan, dalam fiqih. Ketentuan tersebut mengatur mengenai: Orang-orang yang wajib qadha saja Orang-orang yang wajib membayar fidyah saja Orang-orang yang wajib qada dan fidyah Orang-orang yang tidak wajib qada dan fidyah sekaligus. Berikut penjelasan mengenai golongan-golongan tersebut. 

Golongan yang wajib qada puasa saja 

Orang-orang yang hanya wajib melakukan qada puasa Ramadhan adalah orang yang meninggalkan puasa karena halangan sementara. Misalnya: Orang sakit dengan harapan sembuh, musafir atau orang yang bepergian dalam jarak 80 km, orang yang batal puasanya, orang yang lupa berniat di malam hari Ramadan, dan perempuan yang mengalami menstruasi pada bulan Ramadhan. Golongan ini hanya wajib melakukan qadha puasa di luar bulan Ramadhan, serta tidak dibebankan pembayaran fidyah. 

Golongan yang Hanya Wajib Fidyah

Orang yang wajib membayar fidyah tanpa keharusan mengqadha puasanya adalah orang yang tidak mampu menjalankan ibadah ini secara permanen. Golongan tersebut seperti orang sakit yang tidak ada harapan sembuh dan orang lansia renta yang lemah fisiknya. 

Golongan yang wajib qada puasa dan membayar fidyah 

Berdasarkan pendapat para ulama mazhab Syafi’i, ada golongan tertentu yang jika meninggalkan puasa, harus menggantinya dengan qadha puasa dan membayar fidyah sekaligus. 

Ada dua kategori dalam golongan ini. Pertama, orang yang membatalkan puasa karena keselamatan orang lain. Misalnya, ibu hamil atau menyusui yang khawatir pada keselamatan janin atau bayinya, sehingga membatalkan puasanya, kendati sebenarnya ia mampu menahan haus dan lapar seharian penuh. 

Kedua, orang yang lalai mengqadha puasa Ramadhan tahun sebelumnya. Utang puasanya tidak ia bayarkan sampai datang Ramadan tahun berikutnya. Kedua golongan ini, tidak hanya wajib melakukan qadha puasa di luar bulan Ramadhan, tetapi juga membayar fidyah.

Bacaan Niat Puasa Qadha

(Irfan id)

Nah jika ingin mengganti atau mengqadha puasa ramadhan, namun belum mengetahui niatnya, berikut ini adalah lafadz niat qadha puasa ramadhan beserta latin dan terjemahnya.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin ‘an qadaa’in fardho ramadhoona lillahi ta’alaa

Artinya :

“Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala”

Kapan Batas Maksimal Mengqadha Puasa? 

(Fimela)

Sebenarnya tak ada ketentuan khusus batas Puasa qadha Ramadhan sampai bulan apa. Yang terpenting, puasa Qadha Ramadhan tersebut dilakukan sebelum memasuki bulan ramadhan pada tahun berikutnya. Walaupun begitu, ada beberapa pendapat ulama yang bisa menjadi acuan batas waktu mengqadha puasa. 

Suatu ketika ia baru mampu mengqadha puasa saat bulan Sya’ban karena beliau begitu maksimal dalam melayani Rasulullah. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Bukhari. “Dulu aku memiliki utang puasa Ramadhan, sementara aku tidak bisa mengqadha’nya kecuali sampai bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ada juga yang berpendapat yang mengatakan adanya larangan berpuasa saat pertengahan Sya’ban. Artinya, jika belum pertengahan Sya’ban, maka masih bisa untuk menqadhanya. Dalil ini diperkuat menurut riwayat Abu Daud dan Imam Bukhari. Rasulullah bersabda, “Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Bukhari)

Dalam hadis yang lain, diterangkan Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunnah, maka bolehlah ia berpuasa.”

Ada pengecualian bagi seseorang yang punya kebiasaan puasa sunnah. Maka diperbolehkan baginya berpuasa. Rasulullah merutinkan berpuasa selama Sya’ban. Bahkan pada suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dikatakan bahwa beliau melakukan puasa Sya’ban sebulan penuh.

“Belum pernah Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikianlah mengenai bacaan niat mengqadha puasa ramadhan beserta latin dan artinya.nah jika merasa meninggalkan puasa ramadhan baik itu disengaja mapun tidak sebaiknya mengganti atau mengqadhanya sebelum puasa ramadhan datang kembali, Sebagai tambahan mengenai wajib atau tidaknya mengqadha puasa dilakukan secara berurutan.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Tiara

Editor: Iko

Tags :

Bagikan Artikel