Ruang Edukasi Agen

Komunikasi

Mengenal Tipe Klien dan Tips Komunikasi dengan Klien Properti

Ditulis oleh Rizko Fatra ∙ 7 June 2021 ∙ 6 menit membaca

Kemampuan berkomunikasi adalah kunci agar transaksi properti berjalan lancar. Seorang agen properti harus mengenal tipe komunikasi dengan klien properti agar mampu melayani dengan baik hingga proses transaksi pembayaran terjadi. Beda klien, beda pula cara berkomunikasi yang diperlukan. Hal ini akan menuntut seorang agen properti memahami tata cara berkomunikasi yang sesuai dengan karakter klien. Tips komunikasi dengan klien sering menjadi materi penting yang harus dikuasai oleh agen properti.

Pinhome – Sama seperti berkomunikasi dengan teman atau rekan kerja, Anda harus tahu bagaimana karakter setiap lawan bicara Anda. Mungkin saja tidak semua orang yang Anda temui cocok dengan lelucon yang Anda lempar. Ada juga orang yang mungkin bisa menjadi rekan untuk berbagi cerita dan ada yang tiba-tiba berubah sinis ketika Anda terlalu fokus menceritakan prestasi-prestasi Anda di depan mereka. Nah, berkomunikasi dengan klien pun harus memerlukan strategi khusus. Berikut ini ada tips komunikasi dengan klien properti yang bisa Anda pahami.

Pernahkah Anda melihat seseorang bisa sangat dekat dengan Anda ketika membahas film favorit yang sama? Atau tiba-tiba Anda dan lawan bicara mempunyai hobi yang serupa, sehingga konteks pembicaraan menjadi sangat berkualitas? Ini adalah dampak dari kemampuan seseorang membangun chemistry dalam berbicara. Kemampuan ini perlu Anda asah demi memperlancar bisnis properti Anda.

Mengenal Tipe dan Tips Komunikasi dengan Klien Properti

(Ekrut)

Ada beberapa tipe komunikasi yang perlu Anda pahami di antaranya adalah,

Komunikasi pribadi

Adalah jenis komunikasi dengan diri sendiri, dimana Anda membangun percakapan dengan diri sendiri. Biasanya jenis komunikasi ini dilakukan untuk mengevaluasi diri sendiri. Anda bisa menggunakan jenis komunikasi ini untuk menilai performa Anda sebagai agen properti. Setiap hari sebelum tidur, tanyakan pada diri Anda apa yang sudah dicapai dan apa yang belum tercapai. Cek lagi apa saja kendala yang dihadapi dan renungkan bagaimana sebaiknya Anda menyelesaikan masalah tersebut.

Komunikasi interpersonal

Komunikasi yang Anda lakukan dengan orang lain. Kemampuan berkomunikasi ini perlu Anda miliki untuk membangun percakapan dengan orang lain baik itu di rumah, kantor, sekolah dan lingkungan masyarakat. Tentunya, dalam pekerjaan komunikasi interpersonal ini sangat dibutuhkan.

Komunikasi kelompok kecil

Biasanya Anda bisa menggunakan komunikasi ini pada sebuah forum kecil atau dengan klien Anda. Komunikasi ini melibatkan sedikit orang. Fungsinya agar semua informasi yang disampaikan terkirim dengan lebih lengkap dan runut. Pada saat Anda pitching dengan klien dalam mempromosikan sebuah rumah, Anda akan menggunakan komunikasi kelompok kecil. 

Komunikasi massa

Komunikasi massa bisa Anda gunakan pada saat menjadi pembicara atau pengisi acara di sebuah seminar properti. Komunikasi ini membutuhkan kepercayaan diri yang kuat karena Anda perlu berbicara di depan banyak orang.

Mengenal Tipe Klien Properti yang berbeda-beda 

(Ekonomi Kompas)

Di Indonesia, ada beberapa tipe klien properti yang perlu Anda pahami. Hal ini akan sangat membantu ketika Anda berinteraksi langsung dengan mereka. Selain itu pahami juga orientasi kebutuhan mereka terhadap properti yang diinginkan. Yuk langsung saja cek tipe klien properti berikut!

First Time Buyer atau Pembeli Properti Baru

Seperti namanya, first time buyer atau konsumen yang baru pertama kali akan membeli rumah. 

Saat menghadapi klien first time buyer Anda perlu tahu kebanyakan mereka mencari rumah nyaman dengan dua kamar tidur. Selain itu mereka juga akan mencari area rumah yang mempunyai taman dan akses terdekat dengan fasilitas umum. Maka coba tawarkan cluster.

Biasanya mereka juga akan banyak bertanya mulai dari hal kecil, maka Anda harus tetap sopan dan antusias dalam menjelaskannya. Informasikan hal-hal penting yang berkaitan dengan rumah tersebut seperti keunggulan bahan bangunan hingga kondisi sekitar.

Millennial Buyer atau Pembeli Properti di Usia Milenial

Millennial buyer merupakan para konsumen properti yang lahir pada tahun 1980 hingga 1995. Pada umumnya mereka ada pada usia produktif dan sedang bersemangat untuk memiliki rumah. Mereka mendambakan simplicity atau sederhana namun praktis. Hunian minimalis biasanya menjadi jenis rumah yang mereka incar. Anda bisa memberikan banyak referensi rumah minimalis dalam bentuk kluster atau apartemen. 

Mereka termasuk generasi yang aktif, kritis dan suka dengan hal-hal detail. Saking kritisnya bisa saja Anda akan mendapatkan pertanyaan di luar ekspektasi. Hal yang bisa Anda lakukan saat menghadapi millennial buyer adalah coba bergaya dengan busana yang lebih segar dan muda. Walaupun mereka generasi yang dianggap santai, namun masih tetap memperhatikan tata krama dan sopan santun. 

Kategori Upgrader

Golongan upgrader biasanya adalah konsumen yang telah berpengalaman memiliki properti. Mereka membeli properti baru yang lebih besar dan meninggalkan properti lama yang lebih sempit. Pada dasarnya mereka mencari rumah untuk kebutuhan keluarga. Biasanya mereka membeli rumah yang lebih besar karena anak-anak sudah tumbuh dewasa dan memerlukan ruang yang lebih luas.

Anda bisa mulai dengan menawarkan rumah dengan 3-4 kamar tidur lengkap dengan fasilitas penunjang seperti kamar mandi yang lengkap dengan bathtub, kolam renang, atau area taman yang lebih luas. Biasanya konsumen upgrader adalah keluarga, sehingga mereka mencari fitur rumah yang aman untuk ditempati. Mereka juga termasuk golongan yang teliti terkait bahan bangunan, perabotan rumah dan lain-lain, mengingat telah berpengalaman mempunyai rumah. Nah, Anda sebagai agen properti perlu memberikan referensi rumah yang tepat. 

Move Down Buyer

Mungkin jenis konsumen ini akan sedikit jarang Anda temui, namun mereka benar-benar ada. Move down buyer adalah konsumen yang pindah ke rumah yang lebih kecil dan meninggalkan rumah lama yang lebih besar. Jadi ini semacam kebalikan dari upgrader. Motif mereka pindah ke area yang lebih kecil biasanya ingin mencari ketenangan dan hidup sederhana menjelang tua. Orang tua yang hanya tinggal berdua, dimana anak-anak mereka sudah berkeluarga, adalah segmen yang mungkin akan Anda temui.

Sama seperti upgraders, para move down buyers juga adalah klien berpengalaman dalam membeli dan memiliki properti. Maka dari itu tetap berikan informasi valid dan jangan sekali-kali mengelabui mereka ya. Berikan referensi rumah dengan 2 kamar tidur di lingkungan asri karena ini bisa jadi adalah yang mereka cari. 

Investor atau Klien yang Berinvestasi di Properti

Investor adalah jenis klien properti yang membeli sebuah bangunan atau properti, lalu berencana disewakan atau malah dijual kembali. Mereka adalah tipe pebisnis yang memutar uang di sektor properti. 

Mereka adalah golongan yang paling paham dengan sektor properti hal ini karena menjadi investor properti merupakan pekerjaan mereka. Maka dari itu, cara berkomunikasi paling tepat dengan mereka adalah negosiasi. Hal ini karena mereka mencari rumah bukan untuk ditinggali, namun untuk dijadikan sebagai sumber income. Mereka akan nego harga terbaik yang bisa mereka dapatkan. Di sini kemampuan negosiasi kamu dibutuhkan, lho!

Nah itu saja beberapa penjelasan mengenai tipe klien properti dan tips komunikasi dengan klien properti. Semoga berguna untuk Anda dalam memahami karakter masing-masing klien ya, Pins!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti

Tags :

Bagikan Artikel