Pinhome Home Service

Beranda Artikel Kebersihan Rumah 5 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik
perbedaan-sampah-organik-dan-anorganik
Kebersihan Rumah

5 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

  • 20 Jul, 2022 oleh Aileen Velishya
  • 6 menit membaca

Sampah adalah buangan atau sisa bahan yang sudah tidak layak digunakan lagi. Pada dasarnya sampah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Tetapi, banyak orang yang sulit membedakan keduanya. Sebagian besar orang membuang sampah dengan cara menyatukan semua jenis sampah. Karena banyak orang yang berpikir jika membuang sampah dengan membedakan sampah organik dan anorganik itu menyulitkan dan membuat mereka harus menyiapkan dua tempat sampah. Sudah tahu perbedaan sampah organik dan anorganik?

Padahal memisahkan sampah sesuai jenis-jenisnya ini bisa membuat lingkungan lebih aman lho! Ya, memang ada manfaat dibalik membedakan jenis-jenis sampah. Mungkin sebagian dari Pins bertanya-tanya apa perbedaan sampah organik dan anorganik? Bagi kamu yang belum tahu, simak yuk manfaat dari memisahkan jenis-jenis sampah serta perbedaan sampah organik dan anorganik di bawah ini!

Manfaat Memisahkan Jenis Sampah Organik dan Anorganik

(Canva)

Dengan memisahkan jenis sampah, bisa membuat lingkungan menjadi lebih sehat. Membedakan sampah organik dan anorganik dapat menghindari terjadinya penumpukan sampah yang bisa menjadi sarang kuman. Tumpukan sampah yang tercampur juga dapat memicu terjadinya pencemaran udara. 

Tidak hanya itu, tumpukan sampah pun bisa menjadi masalah kesehatan dan jika sampah dibiarkan terus menumpuk bisa menyebabkan terjadinya banjir. Sampah-sampah tersebut akan mencemari air dan menyebabkan penyakit seperti diare dan gatal-gatal.

Saat pembuangan sampah organik dan anorganik dipisah ada beberapa manfaat yang akan dihasilkan seperti udara yang lebih sehat, lingkungan dan air yang terjamin kualitasnya karena tidak tercemar dengan sampah. Namun sebelum melakukan pemisahannya, Pins harus tahu bahwa sampah organik dan organik ini juga masih memiliki beberapa sub jenis di dalamnya.

Sampah organik dibedakan menjadi dua jenis yaitu, sampah organik basah dan sampah organik kering. Sampah organik basah adalah sampah organik yang mengandung air, contohnya seperti sisa sayur, buah yang busuk, kulit buah, dan jenis sampah organik lainnya. Sedangkan sampah organik kering adalah sampah yang sedikit mengandung air seperti kayu, ranting, dan daun-daun kering. 

Dengan memisahkan sampah organik dengan anorganik membuat kamu bisa membuat pupuk kompos lho! Tidak hanya itu, sampah organik juga bisa diubah menjadi biogas.

Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang sudah tidak bisa dipakai lagi dan yang sulit terurai. Sampah ini tidak bisa ditimbun di tanah karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah ini bisa menyebabkan rusaknya lapisan tanah. 

Contoh sampah anorganik adalah plastik, botol, kaleng, kresek, besi, kaca, kabel, dan lampu. Walaupun sampah anorganik sulit terurai, sampah ini dapat dimanfaatkan kembali untuk kerajinan. Manfaat dari sampah anorganik dapat dibuat menjadi tas belanja, taplak meja, dan pernak pernik lainnya. Tentu hal ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi kamu.

Dalam mengelola sampah seperti di atas supaya memiliki nilai yang bermanfaat lagi. Dalam proses daur ulang, ternyata daur ulang memiliki manfaat seperti penghematan energi, penghematan lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir), penghematan sumber daya alam (SDA), dan pengurangan biaya belanja. 

Baca juga:

Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

(Canva)

Adanya perbedaan antara sampah organik dan anorganik ini bisa membuat Pins mengerti pentingnya memisahkan sampah antara organik dan anorganik. Terlebih ditambah dengan adanya keuntungan pengolahan sampah organik dan anorganik ini bisa dijadikan bisnis yang menghasilkan pundi-pundi uang. Oleh karena itu bagi kamu yang belum tahu apa perbedaan sampah organik dan anorganik, ini dia penjelasannya.

Sumber

Perbedaan yang pertama adalah sumber dari mana sampah berasal. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makanan dan bahan makanan sehingga paling banyak dihasilkan dari rumah tangga. Sedangkan sampah anorganik berasal dari barang yang sudah tidak terpakai seperti kaca dan plastik.

Kandungan dalam Sampah

Selain itu sumber sampah, perbedaan lainnya adalah kandungan dalam sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik mengandung mineral, tidak memiliki kandungan karbon, dan sampah memiliki materi tidak hidup di dalamnya. Sedangkan sampah organik mengandung karbon dan adanya ikatan hidrogen. Sampah ini juga mengandung komposisi yang lebih kompleks.

Manfaat Sampah yang dihasilkan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, manfaat kedua jenis sampah ini pun berbeda, Hal ini karena adanya perbedaan cara pengelolaan sampah pada masing-masing jenis. Sampah organik adalah sampah yang bisa didaur ulang dan dimanfaatkan menjadi pupuk atau menjadi bahan pakan hewan ternak. 

Sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi barang yang bisa dimanfaatkan kembali. Daur ulang ini berupa kerajinan tangan seperti pembuatan tas dari kemasan plastik, karpet, sepatu dan masih banyak lagi. Sebenarnya, kedua manfaat dari jenis-jenis sampah ini bisa menghasilkan uang, tergantung bagaimana kamu mengelolanya.

Reaksi yang dihasilkan

Sampah organik biasanya terdapat mikroorganisme hidup atau mikroorganisme yang pernah hidup yang tidak menghasilkan garam di dalam sampah. Berbeda dengan sampah anorganik, sampah ini sendiri adalah jenis sampah yang terdiri dari materi tidak hidup. Materi yang tidak hidup ini memiliki karakteristik lebih cepat dalam membentuk garam dan mineral.

Ketahanan Panas

Kedua jenis sampah ini memiliki perbedaan pada ketahan panas. Sampah organik lebih mudah terbakar jika terkena panas atau api, sedangkan sampah anorganik lebih tahan panas jika dibakar.  Hal ini biasanya dapat dilihat saat sampah dibakar. Namun pembakaran sampah ini tidak dianjurkan karena berbahaya bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. 

Jadi, itu dia manfaat memisahkan sampah dan perbedaan sampah organik dan anorganik yang bisa menambah pengetahuan Pins. Kamu bisa mengolah sampah-sampah ini dengan melakukan prinsip 3R, yaitu daur ulang (Recycle) bahan olahan yang berguna jika sampah tidak dapat dikurangi. 

Pengurangan (Reduce) pengurangan limbah untuk yang berbahaya bagi lingkungan, karena sampah yang sulit diuraikan. Terakhir, ada penggunaan kembali (Reuse) sampah yang masih bisa digunakan memiliki fungsi,dan masih layak dalam penggunaannya. 

Baca juga:

Selain memisahkan sampah, kamu juga harus menjaga kondisi rumah untuk tetap bersih agar sehat bagi keluarga. Nah, untuk Pins yang terkadang malas bersih-bersih di rumah, bisa pakai layanan Home Cleaning dari Pinhome Home Service melalui aplikasi pinhome. Harganya mulai 50ribu untuk 1 jam dengan berbagai promo tersedia. Klik di sini untuk coba. Nikmati layanan rumah tangga seperti cuci mobil, servis dan cuci AC, desinfektan & fogging, hingga massage dari Pinhome Home Service hanya dalam satu kali klik. Dapatkan pula paket perlindungan AC yang bisa dipilih sesuai kebutuhan melalui aplikasi Pinhome

Tunggu apalagi, segera unduh aplikasi Pinhome di App Store atau Google Play sekarang dan rasakan pengalaman rumah yang bersih dan tubuh yang lebih rileks. Hanya di Pinhome Home Service yang memberikan solusi kebersihan dan perawatan properti, serta kendaraan dengan mudah.