Pinhome Home Service

Beranda Artikel Kebersihan Rumah 13 Jenis Jamur Tembok yang Patut Kamu Waspadai
jenis jamur tembok
Kebersihan Rumah

13 Jenis Jamur Tembok yang Patut Kamu Waspadai

  • 4 Apr, 2022 oleh Mustika
  • 6 menit membaca

Jenis jamur tembok umumnya menyukai tempat yang lembap dan gelap. Maka, biasanya jamur tembok banyak bermunculan ketika sudah memasuki musim hujan.

Tidak hanya merusak tampilan rumah, beberapa jenis jamur juga berbahaya bagi penghuni rumah. Pada dasarnya, jenis jamur bisa dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu allergenic, pathogenic, dan toxigenic.

Dari ketiga kategori tersebut, kelompok jamur toxigenic adalah yang paling berbahaya dan perlu kamu waspadai. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa jenis jamur tembok yang perlu kamu waspadai.

Daftar Jenis Jamur Tembok

Bagi orang awam, tentunya akan sangat sulit mengenal jenis jamur berbahaya yang patut diwaspadai. Karenanya, di sini Pinhome akan memberikan jenis jamur tembok yang harus kamu hindari, lengkap beserta gambarnya.

Stachybotrys

jenis jamur tembok
(Freepik)

Disebut juga “black mold”, jamur ini dapat dikenali dari warnanya yang hijau kehitaman. Namun, tidak semua jamur yang berwarna hitam adalah Stachybotrys, ya. Sebab, sebagian besar jamur memang memiliki warna gelap.

Jamur yang tergolong dalam kategori toxigenic ini menyukai tempat basah. Dampak kesehatan yang ditimbulkan seperti sakit kepala, mimisan, gangguan pernapasan, dan letih.

Stachybotrys umumnya ditemukan pada kayu, tembok, bahkan tumpukan daun.

Mucormycetes

Mucormycetes memiliki karakteristik warna putih hingga abu-abu dan berbulu. Semakin tua, warnanya akan berubah menjadi abu-abu gelap.

Jenis jamur ini banyak ditemukan pada tanah dan tanaman, tetapi juga bisa tumbuh di tembok rumah. Kamu mungkin juga pernah menjumpai jamur ini pada buah atau sayur yang membusuk.

Mucormycetes termasuk dalam kategori jamur allergenic. Artinya, jamur ini bisa memicu reaksi alergi pada orang yang memiliki alergi jamur. Orang yang tidak memiliki alergi juga bisa mengalami gejala alergi ringan.

Mucormycetes juga dapat memicu serangan asma jika penderita asma menghirup sporanya. Jika daya tahan tubuh rendah, menghirup spora Mucormycetes bisa menyebabkan mucormycosis, yaitu infeksi jamur yang kerap menyerang hidung, mata, dan otak.

Untuk mencegah munculnya Mucormycetes, segera buang buah dan sayur jika sudah mulai busuk.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Jamur di Baju dengan Mudah

Alternaria

(Freepik)

Alternaria dapat dikenali dari karakteristik bulu-bulu berwarna cokelat dan tekstur yang seperti beludru. Jenis jamur ini juga termasuk kategori jamur allergenic.

Reaksi alergi yang ditimbulkan berupa gangguan pernapasan pada penderita asma. Bagi orang yang sehat, Alternaria umumnya tidak memicu reaksi alergi apa pun.

Jenis jamur tembok yang satu ini kerap ditemukan di tempat-tempat yang sering basah, seperti di bawah wastafel dan kamar mandi.

Aspergillus

Jenis jamur tembok ini termasuk kerap dijumpai di rumah-rumah, umumnya di tempat lembap. Jenis Aspergillus juga banyak sekali, lebih dari 180 varian dengan karakteristik warna yang berbeda-beda

Melansir Mayo Clinic, kebanyakan varian Aspergillus tergolong dalam kategori allergenic tetapi tidak berbahaya. Namun, ada juga varian Aspergillus yang bisa memicu infeksi jamur ganas bagi orang-orang yang daya tahan tubuhnya rendah.

Aureobasidium pullulans

Tembok rumahmu dilapisi wallpaper? Bisa jadi di baliknya terdapat Aureobasidium pullulans.

Jenis jamur tembok yang satu ini termasuk kategori allergenic dan dapat menyebabkan iritasi ketika terjadi kontak dengan kulit atau mata. Jika terhirup, Aureobasidium pullulans bisa menyebabkan bersin-bersin.

Selain tumbuh di balik wallpaper, Aureobasidium pullulans juga ditemukan pada kayu. Karakteristiknya yaitu memiliki warna pink cerah atau abu-abu, dan akan berubah warna menjadi hitam kecokelatan saat sudah tua.

Baca juga: 12 Cara Membersihkan Kaca yang Buram dan Berjamur dengan Mudah

Acremonium

jenis jamur tembok
(Freepik)

Jenis jamur tembok ini memiliki lebih dari 100 varian yang umumnya ditemukan pada area basah. Jenis jamur ini sulit diidentifikasi karena memiliki ciri warna yang berbeda-beda, mulai dari putih, pink, hingga abu-abu.

Meski tumbuh di tempat basah, ketika sudah tua Aureobasidium pullulans akan menjadi kering menyerupai serbuk. Bahaya kesehatan yang ditimbulkan Aureobasidium pullulans termasuk iterasi mata, gangguan pernapasan, pneumonia, artristis, dan infeksi jamur.

Chaetomium

Jamur tembok ini termasuk dalam kategori pathogenic, yaitu hanya menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Reaksi alergi yang ditimbulkan berupa mata berair, bersin, tenggorokan gatal, dan gangguan pernapasan.

Umumnya Chaetomium ditemukan setelah adanya banjir dan baru terlihat ketika sudah menyebar secara luas pada tembok. Sebagai upaya pencegahan, segera keringkan seluruh tembok di rumahmu setelah banjir surut.

Cladosporium

Jamur yang tergolong dalam kategori allergenic ini kerap ditemukan di dalam rumah. Reaksi alergi yang ditimbulkan berupa iritasi pada tenggorokan dan saluran sinus. Pada hewan peliharaan, Cladosporium bisa menyebabkan mata berair dan bersin.

Selain tumbuh di tembok, Cladosporium juga tumbuh di karpet, sofa, area bawah wastafel, dan di dalam lemari. Cladosporium memiliki ciri tekstur lembut dengan warna hijau hingga cokelat.

Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan memasang AC yang dilengkapi HEPA filter. Selain itu, kamu juga bisa memasang dehumidifier guna mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan.

Ulocladium

jenis jamur tembok
(DIY Doctor)

Sama seperti Chaetomium, jenis jamur ini juga kerap muncul setelah banjir. Jenis jamur Ulocladium memiliki beberapa varian yang bisa masuk kategori pathogenic maupun allergenic.

Ulocladium suka tempat yang basah maupun lembap. Jamur ini membutuhkan asupan air terus-menerus sehingga akan mati dengan sendirinya ketika area tersebut kering.

Ciri-ciri Ulocladium adalah warna hitam dan bisa tumbuh bersama jamur lainnya seperti Stachybotrys. Dari tampilannya memang kedua jamur ini mirip.

Fusarium

Jika jenis jamur pada umumnya bisa hidup di suhu ruangan yang hangat, Fusarium justru menyukai temperatur dingin hingga nyaris beku. Sebagian besar varian Fusarium hanya memicu reaksi alergi ringan, tetapi segelintir varian Fusarium tergolong toxigenic

Jamur ini memiliki ciri warna pink kemerahan. Selain tumbuh di tembok, Fusarium juga bisa ditemukan pada karpet, wallpaper, dan gorden.

Penicillium

(Freepik)

Meski penisilin adalah antibiotik, segelintir varian jamur Penicillium bersifat allergenic dan pathogenic. Reaksi alergi yang ditimbulkan bisa berupa gangguan pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya pada orang-orang yang punya masalah daya tahan tubuh.

Ciri-ciri Penicillium adalah tekstur yang halus seperti beludru dan warna hijau kebiruan. Selain di tembok, Penicillium bisa tumbuh di wallpaper dan karpet yang lembap.

Baca juga: 6 Cara Membersihkan Karpet Secara Manual Tanpa Vacum Cleaner

Trichoderma

Memiliki ciri warna putih hingga hijau zaitun, Trichoderma menyukai tempat-tempat basah. Jamur tembok satu ini juga bisa mengeluarkan enzim yang menyebabkan kayu cepat membusuk.

Termasuk dalam kategori allergenic, Trichoderma bisa menyebabkan batuk, bersin, dan infeksi saluran pernapasan. Melansir The Environmental Health Center-Dallas, varian Trichoderma bisa menghasilkan mycotoxins yang berbahaya bagi paru-paru, hati, dan ginjal.

Acremonium

jenis jamur tembok
(Freepik)

Jenis jamur tembok yang satu ini memiliki karakter warna putih, abu-abu, hingga hitam. Segelintir varian Acremonium tergolong berbahaya.

Jika sporanya terhirup, Acremonium bisa memicu reaksi alergi hingga gangguan pernapasan akut.

Itulah beberapa jenis jamur tembok yang patut kamu waspadai. Pada dasarnya, jenis jamur pada tembok menyukai area yang lembap dan basah. Itu sebabnya, bersihkan area ini secara rutin menggunakan cairan pembersih.

Umumnya, jamur tembok bisa dibasmi dengan sabun, detergen, maupun cairan pembersih kamar mandi. Jika terlanjur ada, kamu bisa menghilangkan jamur di dinding dengan cara khusus.

Baca juga:

Editor: Syahya Rembulan


Nikmati layanan rumah tangga seperti cuci mobil, servis dan cuci AC, desinfektan & fogging, hingga massage dari Pinhome Home Service hanya dalam satu kali klik. Dapatkan pula paket perlindungan AC yang bisa dipilih sesuai kebutuhan melalui aplikasi Pinhome

Tunggu apa lagi, segera unduh aplikasi Pinhome di App Store atau Google Play sekarang dan rasakan pengalaman rumah yang bersih dan tubuh yang lebih rileks. Hanya di Pinhome Home Service yang memberikan solusi kebersihan dan perawatan properti, serta kendaraan dengan mudah.