Kamus Istilah Properti

Spekulan

istilah properti

Spekulan

Spekulan adalah orang yang mencari keuntungan dengan cara melakukan spekulasi (dugaan, perkiraan, dan sebagainya). 

Apa itu Spekulan?

spekulan

Arti spekulan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang mencari keuntungan besar (dalam perniagaan dan sebagainya) dengan cara melakukan spekulasi (dugaan, perkiraan, dan sebagainya). 

Mereka menjalani profesi ini adalah seseorang yang terlibat dalam transaksi keuangan yang tak biasa dalam perniagaan melalui spekulasi (dugaan, perkiraan) terhadap perubahan-perubahan dalam harga komoditas dan jasa pada pasar tersebut. Tujuannya tak lain demi mendapat keuntungan yang sangat besar. 

Cara Kerja Spekulan 

spekulan

Para spekulan berani memasuki suatu bisnis yang melibatkan risiko-risiko yang tidak biasa demi beroleh kesempatan meraup keuntungan yang luar biasa pula. Dalam dunia properti, seseorang ini disebut juga makelar tanah. 

Cara kerja mereka adalah dengan memanfaatkan fluktuasi harga yang terjadi pada pasar komoditas, bursa saham, pasar masa depan atau pasar mata uang asing. 

Spekulan mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi atau isu yang belum jelas lalu mengatakan bahwa harga komoditas tersebut akan selalu naik tanpa mendalami atau melakukan pengecekan kebenaran informasi yang ada. Mereka juga tidak atau jarang menghitung untung rugi dari tindakan yang diambil.

Tipe Spekulan

Spekulan Beli 

Tipe pertama adalah spekulan beli. Mereka ini adalah pedagang yang berspekulasi bahwa harga sekuritas atau komoditas akan naik dan membeli dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan (untung).

Spekulan Jual

Yang kedua adalah pedagang spekulen di bursa efek yang mengantisipasi bahwa surat berharga tertentu akan turun nilainya. 

Kemudian mereka akan menjual barang yang belum dimilikinya dengan syarat menyerahkannya kemudian dan membelinya kembali pada saat yang diperjanjikan.

Apakah Spekulan Sama dengan Investor?

Banyak orang yang menjadi spekulan merasa diri mereka adalah investor. Padahal kedua ini sangatlah berbeda. 

Perbedaan yang nyata antara investasi dengan spekulasi adalah dalam berinvestasi. Seorang investor hanya akan menanamkan sejumlah uang melalui perhitungan-perhitungan untuk mengharapkan keuntungan di masa depan dan siap dengan risiko yang mungkin akan terjadi. 

Sebaliknya, spekulen tidak mengestimasi risiko. Metode analisa yang digunakan adalah dugaan, naluri, dan intuisi, maka dapat dipastikan tindakan tersebut bersifat spekulatif. Cara ini bisa dikategorikan sebagai “gambling” atau tipe penjudi. 

Jadi, investasi lebih terukur dibanding spekulasi. Biasanya, keuntungan yang diharapkan dari spekulasi lebih tinggi dibanding keuntungan yang diharapkan dari investasi. Hal ini dikenal dengan istilah high risk, high return.

Misalnya dalam jual-beli properti. Orang dengan tipe ini biasanya memanfaatkan rencana pembangunan di wilayah tertentu. Misalnya akan ada pembangunan jalan tol, kebetulan dia mengetahui itu dan buru-buru beli tanah di dekat situ, untuk kemudian dijual lagi dengan harga tinggi.

Jika isu itu benar, kenyataan yang terjadi bisa untung besar atau kaya mendadak, namun sebaliknya bila hal tersebut hanya isu saja atau malah sebaliknya yang ada pembelian properti yang dilakukan bisa dipastikan akan merugi.

Sanksi Spekulan Tanah 

Dalam dunia properti spekulan adalah orang-orang yang membuat harga tanah melonjak tinggi. Untuk itu, pemerintah sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanahan untuk menindak tegas.

Dalam RUU Pertanahan, profesi ini bisa dipenjara hingga denda ratusan juta. Tiga tahun ancaman hukuman (penjara). Dendanya Rp 500 juta, minimum itu, sampai maksimum Rp 1 miliar.  

Tips Agar Tak Jadi Spekulan yang Rugi 

Cek Kebenaran dan Isu yang Beredar

Spekulan tak lepas dari isu. Untuk itu, sebelum memutuskan berinvestasi atau membeli properti sebaiknya cek kebenaran isu yang beredar.

Sebisa mungkin jangan langsung percaya hanya berdasarkan sebuah informasi saja.

Lakukan Survei Harga Pasar 

Survei juga menjadi bagian penting dalam investasi. Agar tak jadi spekulen tanah yang gagal, maka sepatutnya mengetahui harga pasar properti melalui survei langsung, ini berguna untuk menghindari pembelian yang terlalu mahal.

Buat Analisa dan Perhitungan Matang

Inti dari spekulen adalah tak adanya perhitungan saat memutuskan membeli suatu. Maka agar Pins tidak merugi, sudah seharusnya melakukan analisa terlebih dahulu properti yang akan dibeli. 

Usahakan untuk tidak berspekulasi dengan metode baru yang belum teruji. 

Hitung berapa banyak biaya yang dikeluarkan dan analisa potensi penghasilan yang akan didapat nantinya. Jika dari hasil analisa hasilnya positif, maka Pins bisa memutuskan untuk beli properti tersebut, namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, sebaiknya hentikan, ya!

Hindari menjadi spekulan properti kecuali telah mempelajari seluk-beluk dan investasi dunia properti.