Kamus Istilah Properti

Retro

istilah properti

Retro

Retro adalah teknik mengulang gaya yang pernah populer pada masa lalu, terutama tahun 1970-an sampai tahun 1990-an.  

Apa itu Retro?

(Pixabay)

Retro adalah teknik mengulang gaya yang pernah populer pada masa lalu, terutama tahun 1970-an sampai tahun 1990-an.  

Istilah retro berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu retrograde yang berarti style masa lalu. Retro berawal di Perancis, pada awal tahun 1970-an.

Gaya retro mulai banyak dipakai untuk mengenang, menjual, menawarkan, dan membuat perhatian publik pada karya cipta yang mengingatkan kembali gaya masa lalu. 

Lalu, apa bedanya retro dan vintage? Meski sama-sama menampilkan kesan jadul, retro dan vintage memiliki perbedaan yaitu pada era dan warna. 

Era desain vintage dimulai dari tahun 1020-an hingga 1060-an, sedangkan desain retro muncul pada era 1970-an hingga tahun 1990-an. Jika vintage didominasi warna-warna lembut atau pastel, retro memiliki ciri khas warna cerah dan hangat. Gaya desain ini bisa menunjukkan kepribadian penghuninya yang mandiri serta ceria.

Ciri Gaya Retro

(Pexels)

Gaya retro memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda, diantaranya: 

Penggunaan Warna Cerah dan Hangat 

Ciri khas gaya retro adalah penggunaan warna-warna polos yang cenderung cerah dan tajam, seperti warna sitrus, merah, biru, hijau, pink, kuning mentega, coklat, oranye, dan lain-lain. 

Gaya retro memang khas dengan kombinasi warna primer yang eksplosif. Perpaduan warna cat yang terang dan mencolok juga menjadi ciri warna pada desain interior gaya retro. 

Motif Kotak dan Geometris 

Penerapan motif yang sederhana dan berkisar pada bentuk kotak dan geometris dengan pola yang monoton juga menjadi ciri khas desain retro. Dominasi bentuk simetris diterapkan hingga terkadang menutup seluruh bagian secara teratur.

Motif ini juga bisa ditampilkan pada motif aksesoris dan furnitur seperti pada karpet, bantal, atau selimut. Selain itu, penggunaan motif juga bisa diterapkan pada wallpaper rumah. 

Furniture pada Desain Interior Gaya Retro

Furnitur retro tidak harus antik dan berusia puluhan tahun. Anda dapat menciptakan furniture bergaya retro dengan kreativitas Anda. 

Untuk memunculkan suasana klasik, Anda dapat menempatkan furniture dengan bentuk lengkung. Tetapi, jika memungkinkan, pilihlah furniture dari barang antik keluaran tahun 1950 -1970 an.

Tata Ruang Terbuka 

Konsep terbuka tanpa sekat menjadi ciri khas gaya retro selanjutnya. Penggunaan konsep terbuka ini demi menciptakan ruangan yang terlihat luas dan fleksibel.

Biasanya untuk membedakan ruangan satu dengan yang lainnya, hanya perlu ditambahkan furnitur pendukung yang bisa dipindah sesuai dengan kebutuhan.

Pemilihan Material

Mengingat gaya retro mengangkat tema tahun 60-an ke 70-an, di mana perkembangan teknologi di dunia pada saat itu menggunakan bahan material furnitur yang tak biasa, maka begitu pula diterapkan pada rumah retro.

Bahan tersebut diantaranya plastik, bahan vinyl, hingga fiberglass. Material tersebut menjadi bahan utama untuk semua elemen gaya retro seperti kursi, plafon, dinding, lantai dan sebagainya.  

Dekorasi Unik 

Lantaran tujuan gaya retro adalah untuk menciptakan suasana yang hangat dan cozy, maka pemilik rumah bisa mengisi ruangan dengan barang-barang unik berwarna yang cerah.

Gaya retro dipilih karena ketertarikan pemilik rumah atau kenangan pada barang tersebut. Kombinasikan dekorasi yang unik tersebut dengan furnitur antik dari tahun 70-an, sofa warna jingga, serta wallpaper dinding bermotif yang memiliki warna mencolok.

Prints dan Pattern

Untuk diketahui, tahun 70-an dikenal sebagai eranya desainer dan seniman pop art seperti Andy Warhol. Seniman ini memainkan peranan penting dalam desain gaya retro saat itu yang menciptakan karya seni yang sensasional dengan mereproduksi foto selebriti serta iklan-iklan lawas.

Kalau Pins ingin memberikan kesan retro di rumah, maka bisa menambah potret pop art atau lukisan berwarna cerah sebagai hiasan dinding.

Perkembangan dan Jenis Gaya Retro

Desain retro terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan perkembangan sesuai dekade. Berikut ini jenis desain retro: 

Retro Art Deco 

retro art deco
(Pexels)

Art deco adalah desain retro yang paling awal berkembang tepatnya di era tahun 1930-an. Konsep desain art deco lebih sederhana dibandingkan desain retro lainnya.  Dominasi bentuk gubahan, geometrik, serta elemen garis yang tegas dan simpel adalah salah ciri dari desain retro art deco.

Bentuk horizontal atau melebar ke samping, serta didominasi oleh material kayu solid yang dikombinasikan dengan material logam seperti besi dan kuningan, seperti meja atau lemari pakaian di atas adalah ciri khas perabot pada desain art deco. 

Fifties

Desain retro fifties berkembang pada era 1950-an yang muncul bersamaan dengan perkembangan ekonomi dan industri yang pesat pada saat itu. Penggunaan warna dan material pada desain interior menjadi lebih berani dan eksploratif dibandingkan art deco. 

Warna merah, kuning, jingga, hingga warna seperti fuschia sebagai palet warna primer banyak dipakai di ruangan baik dalam elemen perabotan hingga dinding dan lantai.

Penggunaan material olahan seperti fiber, vinyl, melamine, plastik, karet, dan berbagai material industri lainnya, banyak digunakan pada desain retro bertema fifties.  

Pop Art 

(Pexels)

Tahun 1960-an di mana seni dan fashion mulai berkembang, menjadi kiblat dari perkembangan dunia desain retro. Di era ini, desain retro lebih dikenal sebagai pop art di mana bentuk-bentuk mulai dieksplorasi lebih tajam dan penggunaan warna pada desain interior sudah tak lagi memiliki batas.

Pins akan mudah menemukan desain retro pop art karena sangat khas dan paling berbeda dibandingkan dengan desain retro yang berkembang pada era-era sebelumnya.

Seventies

Desain retro era 1970-an ditandai dengan bentuk estetis yang diterapkan pada gaya interior. Gaya desain seventies retro adalah transformasi desain retro art deco yang dibalut dengan teknologi yang lebih modern.

Ciri khas desain era 1970-an adalah eksplorasi penggunaan warna lebih mengarah pada palet-palet earthy tone.

Koordinator: Linda

Editor: Achlisia