Kamus Istilah Properti

Recession

istilah properti

Recession

Recession adalah penurunan yang signifikan dalam aktivitas ekonomi umum di wilayah tertentu. 

Apa itu Recession? 

Pengertian recession atau resesi digunakan untuk menyebut istilah kemerosotan ketika produk domestik bruto menurun. Resesi juga terjadi ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Penurunan ini terjadi secara signifikan dalam aktivitas ekonomi umum di wilayah tertentu.  Terjadinya resesi tentu akan berdampak pada beragam sektor, termasuk properti. Yuk kenali lebih dalam istilah recession dalam lingkup properti. 

Ciri-ciri Sebuah Wilayah Mengalami Recession

sumber: economist.com

Ada beberapa ciri sebuah wilayah mengalami resesi yaitu penurunan aktivitas ekonomi. Penurunan aktivitas ekonomi ini ditandai dengan beberapa hal, seperti: 

  • Terjadi guncangan ekonomi akibat peristiwa tak terduga yang menyebabkan gangguan ekonomi yang meluas, seperti bencana alam, pandemi, atau serangan teroris.  
  • Negara kehilangan kepercayaan konsumen. Hal ini karena mereka akan memperlambat pengeluaran dengan memilih menabungkan uang sehingga seluruh perekonomian dapat melambat secara drastis.
  • Suku bunga tinggi yang membuat harga rumah, mobil, dan pembelian besar lainnya mahal. 
  • Perusahaan mengurangi pengeluaran dan rencana pertumbuhan mereka karena biaya pembiayaan terlalu tinggi dan mengakibatkan perekonomian menyusut.
  • Terjadinya deflasi berarti harga produk dan aset turun karena penurunan permintaan yang besar. Ketika permintaan turun, harga juga turun sebagai cara penjual mencoba menarik pembeli.
  • Aktivitas ekonomi yang lambat dan pengangguran yang lebih besar.

Karena recession ini, akhirnya orang-orang akan menunda pembelian untuk menunggu harga yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan perputaran ekonomi tidak berjalan baik malah cenderung terus menurun. 

Pengaruh Recession Terhadap Harga Rumah 

recession
sumber: homelight

Lalu, apakah resesi akan berdampak pada harga properti? Meski memang berpengaruh karena suku bunga yang tinggi, tetapi kenyataannya tidak demikian. 

Resesi memiliki variabel yang unik pada properti, ini tetap melihat situasi setiap pemilik rumah unik yang berarti efek pada harga rumah dapat sangat bervariasi di seluruh pasar.

Ini alasan investasi properti sebenarnya masih berpotensi baik sekalipun dalam kondisi recession: 

  • Properti adalah salah satu investasi yang tepat untuk jangka panjang sehingga sangat cocok dibeli saat harga murah akibat resesi.
  • Industri properti memiliki siklus. Meski saat ini cukup rendah, ada kalanya properti akan bangkit (rebound) sehingga pada waktunya Pins akan memperoleh hasil yang maksimal. 
  • Ketika properti rebound para investor dalam negeri sudah memiliki produknya sehingga bisa dijual dengan harga yang mahal.

Jadi, tak ada salahnya Pins membeli properti di masa resesi. Apalagi saat ini harga properti sedang rendah.

Sebagian besar agen real estat dan ahli keuangan yang kami ajak bicara setuju bahwa resesi seperti karena pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tidak mungkin memiliki dampak yang sama menghancurkan di pasar perumahan.

Tips Bagi Pemilik Properti Ketika Terjadinya Recession 

recession
sumber: stylemotivation

Aman-aman saja, kok, membeli properti di masa resesi. Dalam industri properti, resesi bukanlah ancaman, justru potensi pasarnya yang ternyata bisa menciptakan peluang baru di masa depan.

Namun, jika Pins pemilik properti juga tidak bisa gegabah saat terjadinya recession. Yuk simak tipsnya berikut ini:  

Perhatikan Harganya 

Jika Pins seorang pemilik properti yang ingin menjual rumah 

Selama resesi, Pins tidak dalam posisi di mana dapat memberi harga terlalu tinggi untuk rumah dan mengandalkan negosiasi kembali. Malah jika terlalu mahal, agen cenderung tidak akan menunjukkan rumah kepada calon pembeli. 

Alhasil, properti akan bertahan di pasar untuk waktu yang lama dan akan memiliki bunga yang jauh lebih rendah, bahkan jika mereka akhirnya menyerah dan menurunkan harga yang diminta.

Lakukan Renovasi Terlebih Dulu

Dalam penurunan ekonomi, pembeli cenderung memiliki lebih sedikit uang ekstra untuk dibelanjakan untuk perbaikan, dan akan tertarik ke rumah yang terawat dengan baik, diperbarui, dan siap pindah.

Jika dua rumah berada di lingkungan yang sama dengan luas persegi yang sama dan sangat mirip, tetapi salah satu menunjukkan lebih baik dari yang lain, yang satu pada akhirnya akan dijual dengan harga lebih tinggi. 

Jadi, tak ada salahnya melakukan perbaikan sebelum menjualnya. Tak perlu renovasi besar-besaran, sekadar memperbaiki atap yang bocor atau mengecat tembok yang sudah usang pun sudah cukup, kok!

Manfaatkan Promosi di Semua Platform 

Promosi sangatlah penting jika Pins ingin menjual rumah di masa recession. Manfaatkan media sosial atau situs jual beli rumah seperti Pinhome. 

Pins juga bisa mempercayakan pada agen real estat terpercaya. Bicarakan dengan agen tentang bagaimana dia berencana untuk mempromosikan properti tersebut dan meningkatkan visibilitas.

Pertimbangkan untuk Menyewakan properti 

Jika Pins tidak dalam posisi untuk menurunkan harga untuk mengakomodasi pasar yang turun, lebih masuk akal untuk menyewakan properti yang Pins untuk saat ini.

Selama penyewa mempertahankan properti itu, itu bisa menjadi aliran pendapatan pasif, bukan kerugian finansial. Barulah ketika keadaan mulai membaik dan recession sudah hilang, Pins bisa menjualnya kembali. 

Itu dia informasi mengenai recession yang bisa kami sampaikan. Semoga berguna ya, Pins!