Kamus Istilah Properti

LRT (Light Rail Transit)

istilah properti

LRT (Light Rail Transit)

LRT atau Light Rail Transit adalah kereta api penumpang yang memiliki konstruksi ringan dan dapat berjalan bersama di lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus, disebut trem.

Apa Itu LRT atau Light Rail Transit?

(Flickr)

LRT atau Light Rail Transit adalah kereta api penumpang yang memiliki konstruksi ringan dan dapat berjalan bersama di lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus, disebut trem. Di Indonesia sendiri, LRT juga dikenal sebagai kependekan dari Lintas Rel Terpadu. Sayang. 

LRT umumnya banyak digunakan di berbagai negara di Eropa. Di sana, LRT telah mengalami modernisasi dengan optimalisasi sehingga dapat dioperasikan tanpa masinis. Bahkan, LRT di sana juga dapat beroperasi di lintasan khusus yang letaknya cukup rendah dari lantai, sekitar 30 sentimeter. Hal tersebut tentunya dapat membuat naik turun penumpang lebih nyaman. 

Sementara itu, di Indonesia sendiri LRT baru digunakan di Jakarta dan sekitarnya. Sampai saat ini, LRT di Jakarta pun masih melakukan pengoptimalisasi operasionalnya supaya makin nyaman. 

Perbedaan LRT dan MRT

(Flickr)

LRT (Light Rail Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) termasuk dalam salah satu jenis transportasi umum. Jika diamati sekilas, LRT dan MRT memiliki bentuk kereta dan lintasan rel yang sama. Walau demikian, sebetulnya keduanya berbeda. 

Berikut perbedaan LRT dan MRT mengutip dari laman Kompas.com.

1. Jangkauan atau batas operasional

Salah satu perbedaan yang cukup kereta dari dua moda transportasi ini yakni pada batasan atau jangkauan operasionalnya. 

MRT umumnya bisa menjangkau daerah yang lebih luas. Sementara, LRT hanya dapat menjangkau wilayah tertentu, misalnya batas kota. 

2. Kecepatan 

Mengenai kecepatan, LRT sebetulnya lebih lambat daripada MRT. Di Jakarta sendiri, LRT rata-rata melaju dengan kecepatan 50 kilometer per jam, dan dapat mencapai kecepatan maksimal hingga 90 kilometer per meter. Sementara, MRT sendiri bisa melaju dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam di daerah elevated dan 80 kilometer per jam di underground atau bawah tanah.  

3. Panjang gerbong dan daya tampung 

Jika dibandingkan dengan MRT, panjang LRT justru lebih pendek. Biasanya hanya empat gerbong saja. Sementara, MRT bisa memiliki enam gerbong. 

Mengingat jumlah gerbongnya yang lebih pendek, maka kapasitas atau daya tampung penumpang LRT pun lebih sedikit, hanya sekitar 600 orang sekali jalan. Padahal, MRT bisa mengangkut 1.950 penumpang dalam sekali jalan. 

4. Lintasan dan rute perjalanan 

LRT menggunakan lintasan layang untuk menghindari konflik perlintasan sebidang. Sementara, MRT dapat menggunakan perlintasan bawah tanah dan lintasan layang. 

Untuk rutenya sendiri, LRT di Jakarta lebih sedikit daripada rute MRT. Jadi, sebelum naik, alangkah lebih baik jika kamu mengecek rute perjalannya terlebih dulu. 

Mengenal LRT Jakarta Secara Ringkas

(Wikimedia Commons)

LRT Jakarta berkapasitas sekitar 270 orang tiap rangkaian sekali jalan. Di dalam rangkaiannya pun terdapat ruang khusus disabilitas dan tempat duduk prioritas. 

Kereta LRT Jakarta diproduksi dan didatangkan langsung dari Hyundai Rotem, Korea Selatan. Sampai saat ini sudah ada 16 unit LRT yang dimiliki oleh Indonesia, khususnya Jakarta. Konon, LRT ini lebih ringan daripada kereta biasa atau KRL. Nah, itulah alasan mengapa LRT bisa melaju lebih cepat. 

Di Jakarta ada dua jenis LRT yang beroperasi, yaitu LRT Jakarta dan LRT Jabodebek. LRT Jakarta sendiri, saat ini tersedia di jalur Pegangsaan Dua – Velodrome yang berlokasi di DKI Jakarta. Menurut rencananya, nantinya jalur ini akan diteruskan hingga Tanah Abang. 

Wacana pengembangan LRT Jakarta ini akan digarap oleh PT LRT Jakarta. Sementara, LRT Jabodebek akan dioperasikan oleh PT KAI. Keretanya dibuat oleh PT INKA. 

LRT Jabodebek menghubungkan wilayah di DKI Jakarta dengan kawasan Bekasi dan Cibubur. Menurut wacananya, LRT ini akan melalui rute Harjamukti-Cawang, Jatimulya-Cawang, dan Dukuh Atas-Cawang dengan jalur sepanjang 44,3 kilometer.

Cara Naik LRT Jakarta dan LRT Jabodebek

Jika Pins ingin mencoba naik LRT Jakarta, di bawah ini panduan yang bisa menjadi gambaran. Berikut uraiannya: 

  • Masukkan ke stasiun LRT Jakarta terdekat.
  • Beli tiket perjalanan melalui mesin atau loket penjualan tiket. Perlu diketahui bahwa harga tiket LRT Jakarta adalah Rp5.000 per orang, dengan jarak jauh atau dekat. 
  • Tempelkan kartu atau tiket perjalanan yang sudah dibeli di gerbang tiket. 
  • Tunggu atau antrilah di belakang garis aman dan membentuk barisan rapi untuk mencegah hal yang tak diinginkan. 
  • Sebelum masuk, dahulukan penumpang yang turun.
  • Sekarang kamu bisa menikmati perjalanan dengan nyaman. Saat berada di kereta perhatikan pengumuman stasiun pemberhentian dengan saksama, supaya tidak terlewat. 
  • Setibanya di stasiun tujuan, tempelkan tiket perjalanan di gerbang tiket menuju pintu keluar stasiun. 

Bagaimana, cukup mudah bukan caranya? Perlu diketahui bahwa LRT Jakarta  dan LRT Jabodebek hanya beroperasi pukul 04.00-23.00 WIB. Sejauh ini pun belum ada jadwal rincinya, jadi sebaiknya jangan datang terlalu mepet jika kamu punya janji penting. Selain itu, cek pula rute perjalanannya, supaya tidak keliru dan tersesat. Semoga bermanfaat ya, Pins!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Lea

Editor: Iko