Kamus Istilah Properti

Finishing

istilah properti

Finishing

Finishing adalah proses penyempurnaan akhir ataupun penyelesaian dari suatu benda maupun bangunan dengan proses pelapisan material.

Apa Itu Finishing?

finishing adalah
(pexels.com/Max Vakhtbovych)

Finishing adalah proses akhir dari penyelesaian suatu material yang berasal dari kata finish yang bila diterjemahkan memiliki arti akhir. Biasa dipakai dalam istilah bangunan, finishing menjadi proses penyelesaian akhir dari suatu bangunan dengan cara melapisi material. Dalam singkat kata dapat didefinisikan sebagai penyempurnaan sebuah karya yang pada umumnya sudah selesai.

Fungsi Finishing

  • Meningkatkan nilai estetik dari suatu material
  • Memberi perlindungan terhadap material
  • Menaikan nilai komersial dari suatu material

Jenis-Jenis Ketahanan dalam Finishing

(Tour Wizard)
  • Ketahanan Terhadap Goresan
  • Ketahanan Terhadap Cuaca
  • Ketahanan Terhadap Bahan Kimia
  • Ketahanan Terhadap Jamur dan Serangga

Jenis Material yang Digunakan dalam Proses Finishing

PU (Polyurethane)

Untuk anda yang mencari finishing dengan bahan premium yang tahan terhadap cuaca panas maupun hujan, Pins dapat menggunakan polyurethane (PU).

Bahan satu ini memang tergolong mahal, tetapi memiliki kualitas yang sebanding pada proses finishing. Menghasilkan hasil akhir yang sempurna menyerupai plastik yang tebal, cocok untuk finishing pada eksterior gedung.

HPL (High Pressure Laminate)

Selanjutnya ada HPL. Ini bukan kepanjangan dari hari perkiraan lahir lho Pins! HPL (high pressure laminate) dalam istilah bangunan merupakan material finishing yang sudah terkenal kuat dengan elastisitas yang cukup tinggi. Dengan harga yang relatif terjangkau, HPL menjadi pilihan masyarakat untuk proses finishing pada furniture.

Melamik

Dalam istilah finishing kayu, melamik menjadi salah satu cairan yang dapat melapisi kayu dalam perabot rumah tangga agar kian indah dalam segi estetika.

Cairan melanin ini disemprotkan pada kayu untuk menimbulkan kesan mengkilap (glossy) maupun kesan tidak mengkilap (doff) pada perabot.

Akrilik

Bila anda menginginkan desain warna cerah pada tampilan dapur, finishing akrilik cocok digunakan. Dapur minimalis yang elegan dapat anda miliki dengan teknik finishing akrilik yang menimbulkan efek kaca pada perabot.

Walau proses pelapisannya lebih lama dibandingkan HPL, akrilik dapat membuat perabot lebih terlihat rapi dan mewah. Hal yang paling penting selalu merawatnya agar lapisan tidak cepat buram.

Cat Duco

Penggunaan cat duco dalam proses finishing adalah menyerupai melamik. Walau durasi pengerjaannya cenderung lebih lama, tetapi cat duco dapat menghasilkan finishing yang lebih baik karena serat pada furniture akan tertutup dengan rapi. Maka, tampilan yang dihasilkan pun minimalis, mewah dan terlihat bersih.

Lacquer

Lacquer finishing telah digunakan dari zaman dahulu sebagai pelapis material berbahan kayu yang tahan air dan membuat material tahan lama. Tersedia dalam bentuk semprot dan kuas, lacquer finishing masuk dalam jenis coating yang berfungsi membuat tampilan visual akhir suatu material terlihat berwarna dan berkilau.

Banyak digunakan oleh penduduk Eropa, finishing ini membutuhkan bahan kimia yang tidak sedikit karena cocok untuk segala furniture premium yang sangat mementingkan bahan dan juga keindahan.

Veneer

Untuk pengaplikasian finishing yang perlu ketelitian, ada bahan veneer yang dapat dijadikan pilihan. Material finishing yang terbuat dari bahan serat kayu asli ini memiliki motif yang sesuai dengan jenis kayu yang digunakan. Pengaplikasiannya pun tidak mudah, harus secara perlahan agar tampilan akhir bagus dan alami pada furniture. 

Decosheet

Terakhir ada finishing decosheet. Umum dikatakan decosit, karakteristik bahan yang digunakan sangat tipis dikarenakan terbuat dari plastik.

Dengan harga yang relatif murah, decosit berbentuk berupa lembaran yang diaplikasikan pada finishing material. Walau tidak tahan lama, finishing satu ini menjadi andalan bagi material temporary yang membutuhkan finishing. Selain itu, corak dan motifnya pun sangat beragam lho!

Tipe Finishing

(Financial Times)

Proses finishing sendiri dilakukan sesuai dengan kebutuhan dari material yang digunakan. Setiap material dapat menunjukan proses finishing yang berbeda-beda, maka dari itu tipe finishing dalam bangunan dapat dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan hal-hal di bawah ini.

Berdasarkan Tampilan Warna

Warna merupakan hasil akhir yang dilihat oleh mata yang menjadikan suatu material terlihat estetikanya. Hasil akhir atau finishing yang dibuat berdasarkan warna pun mempunyai tampilan yang berbeda. Mulai dari hasil yang menimbulkan warna natural, warna antik hingga solid.

Warna Natural

Untuk warna natural sendiri, anda dapat melihat contohnya pada bahan kayu. Material kayu dapat digunakan baik untuk interior maupun eksterior hunian tanpa mengandalkan pengecatan. Ini yang dinamakan warna natural pada kayu. Proses finishing nya hanya mengandalkan amplas atau wax polish.  

Warna Antik

Selanjutnya untuk proses finishing yang menghasilkan warna antik pada material, anda dapat pula mengamplasnya secara perlahan pada pinggir-pinggir kayu untuk menghasilkan warna washed, efek goresan maupun hasil yang tidak sempurna. Selain itu Pins pun dapat menggunakan metode penaburan kerikil pada material, dan menaruh dengan material keras di atasnya untuk dapat anda gerakan ke atas ke bawah. Ini akan menimbulkan goresan natural pada kayu.

Warna Solid

Terakhir adalah menimbulkan warna solid yang pekat. Ini tentunya merupakan salah satu proses finishing yang banyak diketahui oleh masyarakat. Penggunaan cat duco pada pelapisan material akan menimbulkan warna solid sesuai dengan keinginan. 

Berdasarkan Kilau

Top coat yang digunakan dalam pengecatan hasil finishing adalah fleksibel atau dapat dipilih sesuai kebutuhan. Hasil akhir yang menimbulkan kilau pada material pun ada banyak. Mulai dari menimbulkan kesan glossy, doff, semi glossy, matt, death matt, sampai menimbulkan pencahayaan kaca (mirroring). Selalu sesuaikan dengan jenis cat yang digunakan ya Pins! Hal tersebut dikarenakan setiap merek cat mempunyai efek pewarnaan sendiri untuk setiap catnya.

Berdasarkan Pori-Pori

Ternyata permukaan kasar dan halus dalam material juga tergantung terhadap proses finishing yang digunakan. Contohnya adalah suatu permukaan sebuah perabot rumah tangga berbahan kayu, ada yang halus dan kasar. Ini yang menandakan bahwa proses finishing berdasarkan pori-pori dapat memunculkan efek tersendiri saat disentuh pada material. Istilah close pore finishing menjadi istilah penyelesaian hasil akhir material berbahan halus dengan menutup semua pori-pori. Sedangkan open pore finishing memiliki hasil akhir permukaan kasar.

Koordinator: Salsa

Editor: Achlisia