Kamus Istilah Properti

Atap

istilah properti

Atap

Atap adalah bagian penutup atas suatu bangunan yang melindungi area dalam bangunan dari cuaca atau benda lain yang menganggu. 

Apa Itu Atap?

(Komunitas Hemat Sikatabis)

Atap adalah bagian penutup atas suatu bangunan yang melindungi area dalam bangunan dari cuaca atau benda lain yang mengganggu. 

Dalam sebuah bangunan, atap memiliki peranan sangat penting karena bisa mempengaruhi kondisi dari tempat tinggal dalam jangka waktu yang panjang.

Saat ini, material dan jenis atap memiliki perkembangan yang semakin modern. Di masa lalu, atap tradisional berasal dari berbagai jenis tumbuhan. Misalnya, atap dari daun palma dan ilalang, daun rumbia, kelapa, enau dan nipah.

Selain itu, ada juga atap sirap yang dibuat dari kayu ulin alias kayu besi yang dikeping tipis-tipis. 

Fungsi Atap pada Sebuah Bangunan

(Fabelio)

Atap adalah salah satu bagian rumah yang paling penting dan sangat fundamental bagi setiap bangunan. Setiap rumah atau bangunan haruslah memiliki atap apapun jenis dan bentuknya. 

Fungsi utama dari atap adalah untuk memberikan perlindungan bagi penghuni atau orang-orang yang berada di dalam bangunan terhadap berbagai bentuk elemen berbeda, seperti sengatan matahari, debu, hujan, angin dan sebagainnya.

Selain sebagai perlindungan, atap juga berfungsi untuk memperindah bangunan sehingga terlihat menarik.  

Bagian Atap Rumah

(Archify)

Ketika proses pembangunan rumah, Pins harus mengetahui bagian-bagian penting dari atap. Apapun bentuknya, atap setidaknya harus memiliki bagian berikut ini agar bangunan secara keseluruhan menjadi kuat secara struktural:

  • Kuda-kuda yang berfungsi sebagai penopang dari rangka atap. Biasanya, kuda-kuda terbuat dari balok kayu.
  • Gording yaitu balok kayu yang terletak pada bagian atas dari kuda-kuda. Fungsi gording sebagai penyangga komponen atap lain serta menghubungkannya dengan kuda-kuda.
  • Usuk, sebuah balok yang dipasang secara melintang pada bagian atas dari sebuah gording di atap.
  • Reng yaitu sebuah kayu melintang yang berfungsi sebagai pengait dan menahan penutup atap yang akan digunakan, seperti genteng dan yang lainnya.
  • Lisplang Tirisan yaitu papan tegak yang diletakkan dan terpasang pada bagian bawah dari kasau agar susunannya tetap sesuai dan tidak mengalami perubahan.
  • Lisplang Ujung Gevel yaitu papan tegak yang berfungsi untuk melindungi gording dari air hujan dan sengatan sinar matahari.
  • Penutup atap yang memiliki fungsi untuk mencegah agar air hujan dan sengatan sinar matahari tidak masuk ke dalam rumah.

Jenis Material Atap

Saat ini ada berbagai jenis material atap yang bisa digunakan. Berikut ini beberapa diantaranya: 

Atap Tanah Liat

(Jakprop)

Jenis atap tanah liat paling sering dijumpai di Indonesia sejak dahulu. Pembuatan tanah liat untuk material atap melalui proses pencetakan dan pembakaran dengan suhu tertentu. Sistem penerapannya dengan interlocking atau saling mengunci.

Kelebihan atap tanah liat adalah kekuatannya yang sangat baik. Pemasangannya menggunakan suatu rangka yang dipasang dengan kemiringan 35 derajat. Sayangnya, seiring bertambahnya waktu, atap dari tanah liat akan berubah warna dan berjamur.

Atap Keramik

(Indotrading)

Atap keramik juga terbuat dari tanah liat. Perbedaannya yaitu pada proses finishing di mana atap keramik sudah diberikan warna yang beragam yang biasanya mengkilap atau glossy. 

Berbeda dengan atap tanah liat, atap keramik lebih tahan terhadap lumut, lebih tahan terhadap segala jenis cuaca dan warna pada atap lebih tahan lama. 

Namun dalam pemasangannya, rangka atap ini memiliki harga yang cukup mahal dan pengerjaannya harus teliti.

Atap Seng

(Kaskus)

Jenis material atap seng berupa lembaran baja tipis yang diberi lapisan seng agar menjadi tahan karat.

Atap seng banyak dipilih karena mudah pemasangannya dan tidak memerlukan banyak rangka. Meski demikian, ketika lapisan seng sudah mulai hilang, maka atap akan mulai berkarat dan bocor. Jika sedang turun hujan, atap pun cenderung lebih berisik.

Atap Beton

(Indokon)

Sebagai mana namanya, atap dak beton dibuat menggunakan beton atau campuran pasir dan semen. Bahan-bahan tersebut diproses melalui mesin bertekanan tinggi lalu dipanaskan hingga terbentuk atap yang kuat dan tahan lama.

Jenis atap dak beton memiliki dua tipe yaitu atap beton biasa dan atap beton bertulang. Untuk atap beton bertulang biasanya digunakan untuk rumah bertingkat dan dibutuhkan struktur atap yang kuat.

Atap Metal

(Bangizal)

Jenis atap metal berbentuk lembaran yang sekilas mirip seng. Namun, material yang digunakan untuk atap metal bermacam-macam, seperti stainless steel, tembaga, baja galvalum, spandek (paduan seng dan aluminium), metal multiroof, atap millenium, dan lainnya.

Atap metal banyak digunakan karena tahan terhadap cuaca dan bobotnya ringan sehingga lebih mudah dipasang. Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan atap tanah liat, hanya ukurannya lebih besar dari atap tanah liat, yakni sekitar 60–120 cm dengan ketebalan 0,3 mm. 

Mengenal Model Atap Rumah

Tak hanya material yang beragam, atap juga mempunyai model yang bermacam-macam yang bisa Pins pilih sesuai dengan keinginan.

Sebagai contohnya, berikut ini model atap rumah yang umum dipakai saat ini:

Atap Pelana

(Miller’s Home)

Atap ini disebut pelana karena bentuknya yang mirip dengan pelana kuda dengan dua bagian sisi yang miring dan sisi lainnya berupa dinding segitiga. 

Kemiringan dari atap ini berada pada sekitar 30 derajat untuk membuat sebuah ruang di dalam plafon.

Atap Model Limas

(Google)

Atap dengan model limas memiliki dua bidang dengan bentuk segitiga dan bertemu pada sebuah garis jurai. 

Dua bidang yang lainnya mempunyai bentuk trapesium yang kembali bertemu pada sebuah bubungan atas.

Atap Datar

(Indo Mendesain)

Jenis atap datar paling banyak digunakan pada rumah minimalis. Desain atap ini akan menentukan fasad rumah secara keseluruhan.

Materialnya pun beragam, bisa dari metal, beton, bahkan menggunakan kayu. Model atap ini akan membuat rumah menjadi terlihat lebih apik dan natural.

Atap Sandar

(Jago Bangunan)

Jenis atap sandar banyak digunakan pada rumah kontemporer. Atap sandar ini memiliki model satu bidang atap yang menempel pada tembok vertikal.

Kesan yang ditampilkan membuat tampak rumah seolah menjadi asimetris.

 Atap Mansard

(Arsminimalis)

Atap mansard banyak digunakan pada rumah-rumah di negara yang memiliki empat musim. Model atap mansard berbentuk curam dengan ciri khas yaitu terdapat jendela yang tampil pada bagian depan dari atapnya.

Atap Bonnet

(Home Strasphere)

Atap rumah model bonnet banyak ditemukan pada bangunan tradisional di Indonesia, seperti rumah Joglo. 

Atapnya yang bertingkat memiliki bagian bawah yang menjorok keluar sebagai langkah untuk mencegah tampias air hujan masuk ke dalam rumah.

Koordinator: Linda

Editor: Achlisia