Air Terjun Madakaripura Probolinggo, Rute dan Tiket Masuk

Dipublikasikan oleh Budi Darmawan Kusuma ∙ 24 September 2018 ∙ 5 menit membaca

Bagi para pecinta alam, Indonesia adalah negara yang tidak pernah usai dengan segala keindahan alamnya. Salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi adalah Air Terjun Madakaripura Probolinggo.

Bagi yang punya rumah di Probolinggo sudah familiar dengan air terjun ini. Selain keindahan alamnya juga terkenal alirannya tidak pernah habis airnya walau musim kemarau tiba.

Sekilas Tentang Air Terjun Madakaripura

Air terjun ini memiliki ketinggian 200 meter yang juga termasuk dalam air terjun tertinggi di pulau Jawa. Bila dibandingkan se-Indonesia maka posisinya berada di peringkat kedua.

Kawasannya masuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang terletak di lereng Gunung Bromo. Lokasinya di ujung lembah sempit dan berbentuk ceruk.

Namanya sendiri berasal dari Madakaripura yakni tanah perdikan milik mahapatih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit. Letaknya berada di ketinggian 1.000 mdpl dan memiliki anak sungai Lawean.

Luasnya kurang lebih dari 25 meter dan melingkar. Bentuknya mirip sebagai rongga sehingga kesannya dramatis. Apalagi derasnya air terjun seperti bunyi hujan dan mengesankan.

Air terjun ini sendiri baru dibuka tahun 1991. Untuk datang kesini selama pandemi pihak pengunjung harus menunjukkan sertifikat vaksin.

Baca Juga :

Legenda Air Terjun Madakaripura 

(Wikimedia Commons)

Kebanyakan orang merasakan ketenangan ketika pertama kali mendatangi tempat ini. Karena yang terdengar hanyalah derasnya cucuran air serta suara angin yang berhembus. 

Tentunya, merupakan tempat yang sangat cocok dikunjungi, jika ingin menenangkan diri ataupun mencari inspirasi terbaru. Bahkan untuk pengunjung yang memiliki minat berfoto, tempat ini sangat cocok untuk dijadikan objek. 

Keberadaannya yang dikelilingi oleh bukit, sangat instgramable ataupun indah untuk dipublikasikan. Dari cucuran air yang jatuh, akhirnya terbentuklah sebuah kolam dengan warna sapphire.

Jika ingin melakukan ekplorasi lebih dalam, dibalik air terjun utama konon terdapat sebuah gua. Namun untuk mencapainya, pengunjung harus melewati kolam tersebut dengan berenang ataupun melewati bebatuan yang ada dipinggir tebing. A

ir terjun Madakaripura juga dikenal sebagai air terjun abadi oleh masyarakat sekitar. Hal ini karena air tidak pernah surut ataupun mengecil walaupun di musin kemarau sekalipun. 

Bahkan para pengunjung yang ingin mendatangi tempat ini, diharapkan menggunakan jas hujan atau jaket anti air. Karena, air yang menderu ke kolam sering kali menimbulkan kabut air.

Konon, di tempat inilah Patih Gajah Mada melakukan meditasi hingga akhirnya moksa. Tempat ini tergolong tempat yang suci bagi umat Hindu. Bahkan air di tempat ini, dikatakan sebagai air suci atau yang disebut Tirta Sewarna. 

Air Terjun dianggap suci, diharapkan para pengunjung dapat menjaga perilaku dan ucapan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Fasilitas Air Terjun Madakaripun

Di dekat pintu masuk sudah ada area parkir khusus untuk sepeda motor. Selain itu tersedia pula toilet dan mushola di sekitar pos retribusi.

Jika ingin membeli cenderamata ada pula toko souvenir. Kamu bisa pula berenang disini dan tersedia pelampung. Kedalaman kolam mencapai 6-7 meter dengan air yang sangat jernih.

Bila lapar ada warung makan di depan pintu. Kamu bisa membeli makanan ringan untuk menemani kamu menikmati keindahan alamnya. 

Lokasi Air Terjun Madakaripura 

(Okezone)

Lokasi tir terjun tertinggi ke dua di Indonesia ini adalah Sapih, Branggan, Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur, 67183. Secara administratif air terjun terletak di perbatasan tiga desa.

Bagian utara yakni desa Negororejo kec. Lumbang. Bagian barat yakni desa Wonorejo dan di utara adalah desa Sapih. Umumnya wisatawan menuju air terjun melalui desa Negororejo.

Untuk bisa sampai ke air terjun kamu perlu berjalan kaki. Kira-kira diperlukan waktu 20 menit untuk mencapai lokasinya. 

Jalanan menuju air terjun sudah dicor sehingga nampak jelas untuk wisatawan. Jalan setapak ini berada di samping sungai dan perbukitan. Ini artinya jalan ke air terjun bisa bergelombang dan menanjak.

Ada pula jasa guide lokal yang tersedia dan akan membantu membawakan barang-barang kamu hingga ke lokasi.Dengan adanya guide bisa membantu ke destinasi dengan aman dan menghindari resiko tersesat.

Baca Juga :

Rute Air Terjun Madakaripura 

Untuk mencapai wisata Probolinggo ini, pengunjung dapat menaiki kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Dimana, rute yang ditempuh dari Surabaya adalah Sidoarjo-Porong- Pasuruan-Probolinggo dan diakhiri di Tongas.

Dari sini, pengunjung dapat belok kanan menuju arah Air Terjun Madakaripura, setelahnya menuju arah Kecamatan Lumbang, di dekat Pasar Lumbang ambil arah kanan dan pengunjung akan tiba di pintu masuk air terjun.

Jika masih bingung kamu dapat pula mengikuti Google Maps dibawah ini!



Harga Tiket Masuk Air Terjun Madakaripura 

Harga tiket masuk ke tempat ini adalah Rp 11.000/orang. Dimana, Rp 5.000 untuk pemerintah daerah, Rp 6.000 untuk Perhutani. 

Sedangkan untuk parkir, pengunjung dikenakan biaya berbeda, yaitu Rp 5.000 untuk parkir bagi kendaraan roda dua. Kemungkinan besar, parkir untuk roda empat atau lebih akan lebih mahal.

Waktu operasionalnya dibuka setiap hari mulai pukul 07.00-16.00 WIB. Jika dari pusat kota Probolinggo butuh waktu 1 jam untuk mencapai lokasi ini. Air terjun Madakaripura menjadi salah satu destinasi alam yang tidak boleh dilewatkan jika ke Probolinggo.


Temukan pilihan rumah baru di Klaten terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Editor: Nurchalimah

Source Feature Image: Wikimedia Commons