Pinhome

  • Blog
  • KPR / KPA
  • Yuk, Kenalan dengan Kelebihan dan Kekurangan KPR Syariah!

KPR / KPA

Yuk, Kenalan dengan Kelebihan dan Kekurangan KPR Syariah!

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 23 July 2020 ∙ 6 menit membaca

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) semakin hari semakin banyak peminatnya. Produk perbankan satu ini pun dikeluarkan oleh bank syariah. Menariknya, kini KPR Syariah mulai dilirik oleh masyarakat, baik tua maupun muda. Sebenarnya apa sih KPR yang berasal dari bank syariah ini? Pahami konsepnya di bawah ini beserta kelebihan dan kekurangan KPR Syariah berikut.

Pinhome – Salah satu pinjaman di Indonesia yang mulai hangat didiskusikan adalah KPR Syariah. KPR ini mulai populer karena semakin banyak yang menggunakannya, terlebih pasangan muda yang tinggal diperkotaan. Berbagai pro dan kontra terkait kelebihan dan kekurangannya menjadi pembahasan banyak pihak. Apakah Pins sudah mengetahui sebelumnya? Atau sekarang masih penasaran dengan KPR dari bank syariah ini?

Mayoritas pengguna KPR berbasis Syariah adalah mereka yang memegang paham anti-riba. Hal ini tak mengherankan karena riba adalah sesuatu yang bertentangan dengan agama Islam. Padahal keunggulan KPR ini tidak hanya jauh dari riba. Ada beberapa keuntungan lainnya meski tak terlepas dari kekurangannya juga. Tapi, sebelum itu, Pins harus paham dulu ya kelebihan dan kekurangan KPR syariah.

Apa Sih KPR Syariah?

Sebelum membahas tentang KPR Syariah, Pins sudah tahu apa itu KPR? Buat yang belum tahu, KPR adalah sistem pencicilan (kredit) ke bank yang digunakan untuk membeli sebuah rumah. Program KPR yang dikeluarkan oleh bank Syariah lah yang akan dijalankan dengan sistem syariat Islam.

Kelebihan dan kekurangan KPR syariah
(Solopos)

Pins jangan sampai tertukar dengan cicilan rumah developer Syariah ya, sebab secara proses pelunasannya berbeda. Kalau KPR Syariah, bank akan membeli rumah yang diinginkan dan seolah-olah menjualnya kembali kepada Pins. Barulah Pins akan mencicil rumah itu ke pihak bank setiap bulannya. Sedangkan, cicilan rumah developer Syariah adalah Pins langsung membayarnya ke pihak pengembang tanpa perantara bank.

Secara mekanisme, KPR Syariah mirip dengan jual-beli non-tunai, namun ada dua jenis akad yang harus Pins tau pada sistem Syariah ini, yaitu:

1. Murabahah

Dalam dunia perbankan Syariah, murabahah dipahami sebagai transaksi penjualan di mana antara pihak bank dengan seseorang memiliki sebuah perjanjian di dalamnya. Bedanya dengan transaksi jual-beli konvensional adalah transparansi informasi. Pembeli tahu secara persis berapa harga pokok rumah, keuntungan yang diambil oleh bank, dan cicilan per bulannya.

Sebagai contoh untuk praktek KPR Syariah, Anita membeli rumah seharga Rp500 juta. Untuk uang muka, Anita membayar sebesar Rp150 juta, jadi sisanya ditanggung oleh bank sebesar Rp350 juta. Sesuai kesepakatan, bank boleh mengambil untung sebesar Rp50 juta untuk angsuran selama 10 tahun. Jadi, total cicilan Anita per bulannya adalah Rp400 juta dibagi 120 bulan (10 tahun) = Rp3,3 juta.

2. Musyarakah Mutanaqishah

Jenis akad selanjutnya pada KPR Syariah adalah musyarakah mutanaqishah. Ini merupakan skema kerjasama bagi hasil. Melalui akad musyarakah mutanaqishah, rumah dimiliki bersama antara si pembeli dan pihak bank Syariah hingga akhirnya bisa dimiliki sepenuhnya oleh si pembeli. Oleh sebab itu, secara status kepemilikan rumah tersebut milik bersama.

Kalau Pins bingung, contoh ilustrasinya adalah Anita membeli rumah seharga Rp500 juta. Porsi pembayaran sesuai kesepakatan dengan pihak bank adalah 80:20. Jadi bank membayar 80% dari Rp500 juta, yaitu Rp400 juta, sedangkan sisanya Rp100 juta (20%-nya) menjadi tanggungan Anita.

Setelah itu, rumah dibeli balik oleh bank dan disewakan kepada Anita. Harga sewa disesuaikan berdasarkan kesepakatan Anita dengan bank. Misalnya, Anita akan mencicil selama 5 tahun dan harga sewa per bulan Rp2 juta, jadi cicilan KPR Syariah per bulannya adalah Rp400 juta dibagi 60 (5 tahun) = Rp6,6 juta + Rp2 juta = Rp8,6 juta.

Untungnya Memilih KPR Syariah

Meski pertumbuhan KPR Syariah tidak se-signifikan KPR Konvensional, perlahan-lahan KPR ini semakin banyak peminatnya. Bahkan beberapa ada yang mengalihkan cicilan KPR-nya dari bank konvensional ke bank Syariah. Kalau Pins juga tertarik menggunakan produk pembiayaan ini, berikut adalah keuntungan yang akan didapatkan:

1. Tidak Ada Bunga

Alasan hampir seluruh pengguna KPR Syariah memilih sistem ini adalah karena bebas dari bunga atau riba. Mungkin Pins penasaran dari mana bank Syariah mendapatkan keuntungan. Tidak adanya bunga bukan berarti bank Syariah tidak bisa untung. Prinsip transparansi membuat seluruh komponen biaya jelas di awal sehingga nasabah pun tahu berapa keuntungan bank, cicilan pokok, dan komponen biaya lainnya.

2. Uang Muka Lebih Ringan

Uang muka untuk KPR Syariah lebih ringan jika dibandingkan dengan KPR Konvensional. KPR ini membolehkan nasabahnya untuk DP hanya dengan 10%, sedangkan KPR Konvensional biasanya minimal 15%. Keringanan ini menjadi daya tarik, khususnya bagi kaum milenial, karena mereka bisa dengan mudah memiliki rumah tanpa harus pusing mencari dana lebih membayar uang muka.

3. Jumlah Cicilan Flat

Inilah hal lain yang menarik dari KPR Syariah, yaitu jumlah cicilan yang pasti setiap bulannya hingga lunas. Tidak adanya sistem bunga membuat pembeli membayar dengan jumlah pasti tanpa terpengaruh naik-turunnya bunga Bank Indonesia. Kalau di bank konvensional, ada masanya suku bunga menjadi floating (melonjak). Periode ini yang membuat cicilan per bulan jadi membengkak nominalnya.

4. Tidak Ada Penalti

Tak sedikit nasabah yang akhirnya melunasi cicilan KPR-nya sebelum jatuh tempo. Jika ini dilakukan di bank konvensional, maka orang itu akan terkena pinalti. Umumnya besaran yang dikenakan adalah 1% – 2% dari total sisa hutang yang dilunasi. Jadi, apabila sisa cicilannya adalah Rp500 juta, maka biaya pinaltinya adalah Rp5 juta – Rp10 juta. Namun jika menggunakan KPR Syariah tidak akan ada biaya seperti itu.

5. Bisa Melakukan Perencanaan Keuangan

Keuntungan ini didapat karena jumlah cicilan yang pasti per bulannya. Sebuah keluarga bisa merencanakan keuangan mereka tanpa harus khawatir nominal cicilan naik pada bulan tertentu. Arus kas rumah tangga Pins akan stabil meskipun punya tanggungan KPR Syariah ini.

Baca juga: Macam-Macam Jenis KPR Syariah Dan Cara Pengajuannya

Kekurangan KPR Syariah

Terlepas dari segala nilai plus KPR Syariah, tetap saja Pins KPR ini memiliki kelemahan. Di bawah ini ada beberapa hal yang bisa Pins pertimbangkan sebelum memanfaatkan produk bank Syariah ini:

1. Denda Keterlambatan

Sebenarnya aturan ini sama dengan bank konvensional, yakni adanya denda keterlambatan jika Pins telat membayar cicilan. Jadi pastikan dana di rekening Pins cukup saat tanggal penagihan supaya tidak dikenakan denda di periode selanjutnya.

2. Periode Pinjaman Pendek

Ini menjadi salah satu faktor pertimbangan seseorang memilih KPR Konvensional atau KPR Syariah. Jangka waktu pinjaman KPR Konvensional bisa sampai dengan 25 tahun, sedangkan KPR dari bank Syariah maksimal 15 tahun. Jadi kalau Pins hanya ingin pinjaman jangka pendek, bisa mempertimbangkan KPR ini. Sebaliknya, jika butuh waktu yang lebih lama harus menggunakan KPR Konvensional.

3. Tidak Mengalami Penurunan Bunga

Bunga memang sesuatu yang dihindari ketika telah memilih KPR dari bank Syariah. Namun tidak semua orang yang menggunakan KPR ini karena menghindari bunga. Bagi mereka yang masih tidak keberatan dengan bunga akan kehilangan kesempatan untuk membayar cicilan turun. Sebab cicilan KPR ini sudah ditetapkan sama nominalnya setiap bulan. Jadi kalau BI rate sedang turun, nominal cicilannya tidak akan berubah.

KPR Syariah memiliki plus dan minus yang patut dipertimbangkan. Jika membandingkan dengan KPR Konvensional, maka sebenarnya disesuaikan dengan prinsip dan kebutuhan Pins. Terlepas dari mana yang lebih baik, Pins harus sudah mulai memikirkan untuk memiliki rumah dari sekarang ya. Ingat, lama-lama harga tanah dan rumah melambung ke langit, lho!

Itulah kelebihan dan kekurangan KPR Syariah, semoga bisa menjadi pertimbangan Anda ya Pins!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel