Pinhome

6 Wanita Tangguh di Zaman Rasulullah

Dipublikasikan oleh Annisa Hapsari ∙ 27 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Kisah para sahabat nabi selalu menarik untuk diulas. Pasalnya, melalui kisah tersebut umat muslim masa kini dapat mengambil pelajaran yang berguna untuk kehidupan. Tak hanya laki-laki, dalam kisah nabi juga diceritakan beberapa nama tokoh Islam perempuan yang tangguh dan bisa menjadi suri teladan. Berikut nama-nama wanita tangguh di zaman rasulullah.

Pinhome – Tercatat beberapa pemimpin wanita dalam Islam yang kisahnya perlu diteladani. Mereka memiliki kisah, cerita, serta akhlak yang dapat menjadi contoh untuk muslimah masa kini. Lantas, siapa saja kah mereka? Berikut enam wanita tangguh di zaman Rasulullah SAW yang kisahnya menarik untuk disimak.

Khadijah binti Khuwailid

(Okezone Muslim)

Khadijah dikenal sebagai wanita yang mandiri, berilmu, dan juga dermawan. Ia merupakan istri sekaligus umat pertama Nabi Muhammad SAW.

Pernikahan Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW dikaruni enam orang anak. Mereka ialah Abdullah, Qasim, Zainab, Fatimah, Ruqayyah, dam Ummu Kultsum.

Sebelum menjadi istri Nabi Muhammad, Khadijah merupakan seorang wanita terpandang dan memiliki kekayaan melimpah. Ia lahir dari keluarga pedagang sukses di suku Quraisy Mekah.

Tak hanya itu, Khadijah pun dikenal sebagai pemimpin wanita Quraisy yang cukup tangguh. Ia dikenal disegani oleh masyarakat dan keluarganya. 

Sepanjang hidupnya, Khadijah banyak belajar ilmu bisnis dari ayahnya, Khuwailid bin Asad. Lantas, setelah ayahnya meninggal, ia mengambil alih tanggung jawab bisnis tersebut, yang mana umumnya dipimpin oleh seorang laki-laki.

Berkat ilmu yang diwariskan oleh ayahnya, Khadijah menjadi seorang pedagang  sukses yang terkenal di Mekah. Namun demikian, ia tetap bijaksana dan selalu bertindak jujur. 

Baca Juga: Rangkaian Nama Bayi Perempuan Islami Yang Cantik Artinya

Hafshah binti Umar

(Detik News)

Hafshah binti Umar adalah seorang putri dari sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Umar bin Khattab. Berkat asuhan ayahnya yang tegas, Hafshah tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan kuat.

Ia pandai membaca, menulis, serta menghafal surah Al-Quran maupun hadis. Padahal kala itu kemampuan tersebut jarang dimiliki oleh seorang perempuan. 

Berkat kemampuan tersebut, Hafshah lantas melestarikan tulisan asli Al-Quran yang terkumpul dalam bentuk suhuf atau lembaran-lembaran pelepah kurma.

Tak hanya itu, ia pun mengemban tugas mulia untuk menyimpan dan memelihara Al-Quran. Hal inilah yang lantas membuat Hafshah diberi gelar sebagai “Penjaga Al-Quran”.

Ummu Kultsum binti Uqbah

wanita tangguh di zaman rasulullah
(IDN Times)

Ummu Kultsum binti Uqbah merupakan putri dari pemuka Quraisy.  Ayahnya, Uqbah bin Muayyad terkenal sebagai sosok yang keras dan kejam.

Ia bahkan pernah menginjak leher Rasulullah ketika berada di makam  Nabi Ibrahim. Namun demikian, kekejaman ayahnya tidak menurun kepada Ummu Kultsum. Ummu Kultsum justru dikenal sebagai pribadi yang memiliki empati tinggi.  

Rasa empati yang dimiliki oleh Ummu Kultsum ini membuatnya tak tahan melihat penderitaan yang dialami oleh umat muslim saat itu. Akhirnya, ia pun mengambil keputusan untuk melakukan hijrah menuju Madinah dari kabilah Hadnah Hudaibiyah secara diam-diam.

Sayangnya aksi tersebut diketahui oleh saudaranya. Mereka pun lantas menyusul Ummu Kultsum dengan mengambil jalur yang berbeda, agar keduanya dapat mendahuluinya. 

Mengingat saat itu masih diberlakukan perjanjian Hudaibiyah, para saudara Ummu Kultsum pun memanfaatkan hal tersebut untuk menghalangi hijrahnya. Lantas, Ummu Kultsum mengadu kepada Rasulullah.

Ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah seorang perempuan. Anda tahu bagaimana kelemahan perempuan itu?”

Kemudian, Rasulullah menjawab, “Allah membatalkan janji itu untuk perempuan sepertinya. Pergilah dari sini!” Berkat perkataan Rasulullah, Ummu Kultsum dapat memeluk Islam dan tinggal di Madinah. Mulai sejak itu, Ummu Kultsum menjadi primadona dan dihormati.

Baca Juga: Ini Dia Kisah Singkat Tentang Ubay Bin Khalaf Yang Bisa Diambil Pelajarannya

Aisyah binti Abu Bakar

(Farah ID)

Aisyah binti Abu Bakar merupakan istri termuda Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan salah satu istri yang dicintai oleh Rasulullah. Lebih daripada itu, Aisyah memiliki peran politik pada masanya.

Ia diketahui telah meriwayatkan sekitar 2200 hadis dan sunnah Nabi Muhammad yang kemudian dijadikan sebagai sumber ilmu umat Islam. 

Peran Aisyah tak berhenti di situ saja. Bahkan setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Aisyah mampu menentang konstruksi patriarki yang berkembang saat itu.

Lalu,  setelah kematian Utsman bin Affan, menjadi khalifah ketiga, Aisyah memimpin Perang Basra atau dikenal sebagai Perang Unta. Walau kalah dari perang tapi hal tersebut menjadi ujung tombak perjuangan perempuan dalam menentang patriarki. 

Nusaibah binti Kaab 

wanita tangguh di zaman rasulullah
(Kumparan)

Nusaibah binti Kaab adalah seorang perempuan anggota suku Banu Najjar di Madinah. Nusaibah dikenal sebagai sosok yang berani di medan perang. Bahkan namanya kerap diartikan sebagai pejuang karena telah mengikuti banyak peperangan. 

Beberapa perang yang diikutinya yaitu, Baitul Aqabah II, Perang Hunain, Perang Yamamah, Perang Uhud, dan Perjanjian Hudaibiyah. Konon, saat perang Uhud, Nusaibah menjadi salah satu tokoh penting di mana ia bertugas menjadi pengawal dan melindungi Rasulullah SAW.

Asiyah 

(Kompas.com)

Asiyah terkenal karena kesabaran dan ketabahannya dalam menghadapi suaminya yang kejam, yaitu Fir’aun. Hal ini yang membuatnya menjadi salah satu dari wanita tangguh di zaman rasulullah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: 

“Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kedua kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah terbelenggu maka para Malaikat menaunginya.”

Sepanjang menjadi istri Fir’aun, Asiyah pernah menolak dua permintaan kejam dan mustahil dari suaminya. Permintaan tersebut adalah menganggap Firaun sebagai Tuhan serta perintah untuk membunuh anak laki-laki yang ditemukan dalam keranjang.

Ketabahan dan kesabaran Aisyah termuat dalam Al-Quran surah  Al-Qashash ayat 9 yang artinya:

“Dan berkatalah istri Firaun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.”Demikian nama tokoh Islam perempuan yang dapat diteladani. Semoga kisah dan sifat para pemimpin wanita dalam Islam ini mampu membuat Pins tergugah dan semakin berakhlak dalam memeluk Islam!


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Lea

Editor: Annisa

Tags :

Bagikan Artikel