Pinhome

Verifikasi dalam sejarah

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 7 January 2016 ∙ 2 menit membaca

Verifikasi dalam sejarah memiliki arti pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah. Untuk mengetahui kebenaran sejarah itu, dibentuk panitia yang bertugas meneliti dan menentukan kebenaran atas suatu laporan.

Verifikasi diperlukan untuk meneliti kembali data-data atau laporan-laporan dari suatu peristiwa yang telah terjadi. Suatu peristiwa bersejarah memiliki data-data atau laporan-laporan yang tidak sedikit jumlahnya sehingga para peneliti harus berhati-hati dalam mempelajari kembali data-data yang diperolehnya. Selanjutnya informasi tersebut dibahas untuk menentukan kebenaran data atau laporan dari suatu peristiwa.

Para peneliti diharapkan dapat berlaku objektif atau netral dalam memperlakukan data-data. Dengan kata lain, para peneliti tidak memiliki kepentingan terhadap pengungkapan suatu peristiwa sejarah.

Dengan penelitian yang obyektif, peristiwa sejarah yang telah terjadi tidak kehilangan makna dan kebenaran sejarahnya dapat terjamin dengan baik.

Verifikasi dalam sejarah

Contoh Verifikasi sejarah

Sebagai contoh peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Dalam perkembangannya terjadi perdebatan mengenai siapakah tokoh yang menggagas Serangan Umum itu? Dari pertanyaan itu muncul penafsiran tentang tokoh-tokoh sebagai penggagas Serangan Umum.

  1. Pertama, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai penguasa atas kerajaan Yogyakarta yang berwenang untuk memerintahkan pelaksanaan Serangan Umum.
  2. Kedua, Jenderal Sudirman yang berhasil menghimpun kembali kekuatan TNI juga berwenang untuk memerintahkan Serangan Umum.
  3. Ketiga, Letkol Soeharto yang pada saat itu sebagai Komandan Brigade X kota Yogyakarta berinisiatif melancarkan Serangan Umum untuk membuktikan bahwa pasukan TNI masih kuat.

Apalagi kedatangan pasukan Belanda di Yogyakarta mengikutsertakan wartawan dari berbagai media massa di dunia. Alasan Belanda menyerang Yogyakarta adalah untuk menumpas kaum pemberontak yang dilakukan oleh bangsa Indonesia.

Tetapi para wartawan yang dibawa oleh pasukan Belanda melihat tidak ada pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia. Yang ada hanyalah bangsa Indonesia yang mempertahankan diri dari serangan pasukan Belanda.

Baca juga:

Demikian Verifikasi dalam sejarah, semoga memberi manfaat dalam belajar sejarah.

Topik: Ilmu Sejarah

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Keterangan Sakit yang Benar

Sakit merupakan satu kondisi yang tak bisa dihindarkan. Hal ini tentu membuat tubuh malas dan tak n

Kecantikan
Kecantikan 15 Model Rambut Pria Undercut yang Menggoda Wanita

Tidak kalah dengan wanita, model rambut pria juga cukup beragam, Pins! Salah satu yang digemari par

Kecantikan
Kecantikan 15 Model Rambut Ikal Wanita Paling Kece

Apa Pins masih bingung untuk mendefinisikan rambut ikal? Perlu kamu ketahui, rambut ikal bisa diken

Edukasi
Edukasi Struktur & Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang yang Legal

Salah satu urusan yang prosesnya cukup menyita waktu adalah keperluan administrasi di bank. Proses

Edukasi
Edukasi 5 Contoh Surat Izin Sakit Sekolah, SD, SMP, dan SMA

Pinhome - Sebagai orang tua contoh surat izin tidak masuk sekolah karena sakit tentu dibutuhkan unt

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia