Pinhome

Finansial

Upah Tukang Bangunan Per Hari

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 2 menit membaca

Upah tukang bangunan per hari di Indonesia berbeda antara daerah satu dengan lainya tergantung lokasi pembangunan dan situasi pada saat pelaksanaan proyek berlangsung. Selain itu keahlian tukang dalam mengerjakan bangunan juga mempengaruhi upah dalam satu hari kerja, dari segi waktu rata-rata sehari dihitung mulai kerja jam 08.00 sampai dengan jam 16.00 setelah itu jika dilanjutkan bekerja sampai malam hari maka dihitung sebagai waktu kerja lembur.

Penyebab perbedaan upah tukang bangunan per hari

Berbagai hal dapat mempengaruhi sistem perhitungan upah dalam satu hari kerja antara lain:

  1. Lokasi proyek pembangunan berlangsung misalnya untuk tukang yang mengerjakan rumah pribadi upahnya akan lebih banyak jika dibanding di proyek.
  2. Keterampilan tukang juga sangat mempengaruhi upah perhari. Tukang bangunan dengan keahlian diatas rata-rata tentu akan menyenangkan bagi yang membutuhkan tenaganya sehingga berani memberikan upah tinggi agar mau dan menyempatkan waktu untuk mengerjakan bangunanya.
  3. Hari kerja juga mempengaruhi upah tukang misalnya pada hari-hari besar adakalnya jarang menemukan tukang di kota besar karena rata-rata sedang pulang kampung sehingga harus memberikan upah diatas standar jika menghendaki bangunan dapat dikerjakan pada hari spesial tersebut.
  4. Kondisi ekonomi dan keamanan negara juga sangat mempengaruhi upah tukang.
  5. Asal daerah tukang bangunan. Pekerja yang mempunyai keluarga dan rumah tinggal didekat lokasi pembangunan mungkin tidak begitu memperhitungkan besarnya upah per hari, namun tukang bangunan perantauan yang jauh dari tempat asal akan sangat mengharapkan untuk bisa mendapatkan penghasilan lebih.

Ya, berapapun biaya upah tukang bangunan per hari sebaiknya diberikan sesuai hak dan kewajiban, karena seorang bapak tukang bangunan kemungkinan mempunyai istri dan anak yang membutuhkan biaya makan dan sekolah bergantung dari tetesan keringat dan banting tulang bapaknya. Jika memang tukang bangunan tersebut dapat bekerja diatas rata-sata dengan kecepatan kerja dan kualitas hasil pekerjaan bagus maka sebaiknya memberikan bonus sebagai penyemangat kerja agar tetap mempertahankan kinerjanya selama proses pelaksanaan pembangunan berlangsung. Lagipula ini juga bagian dari sedekah yang apabila dilakukan dengan ikhlas maka Allah SWT akan membalas dengan berlipat-lipat kebaikan 🙂

Tags :

Bagikan Artikel