Burung Trucukan (Pycnonotus Goiavier) - Pinhome

Pinhome

Burung Trucukan (Pycnonotus Goiavier)

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 19 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Burung Trucukan atau yang biasa juga disebut Merbah Cerukcuk merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Pycnonotidae dan genus Pycnonotus Goiavier. Burung ini tergolong sebagai burung kicau yang familiar di telinga masyarakat karena biasa berbunyi dipekarangan.

Orang-orang yang mengenal burung Trucukan tidak hanya soal kicauannya berirama dan bertempo rapat tapi terkait juga dengan gaya kicauannya yang sambil mengembangkan kedua sayapnya.

Selain itu, penyebutan nama untuk burung ini pun ada berbagai macam tergantung dari daerah masing-masing diantaranya Trucukan, Merbah Kampung, Trocokan, Empuru Lelang, Biribba, dan Jogjog.

Baca juga: Trucukan Jawa Timur | Ciri Fisik dan Keunggulannya

Burung Trucukan (Merbah Cerukcuk)

burung trucukan

Secara fisik, ukuran Merbah Cerukcuk termasuk sedang atau panjangnya sekitar 19 sampai 20,5 cm dengan berat tubuh sekitar 24 sampai 37 gram. Tubuh burung Merbah Cerukcuk hanya terdiri dari tiga warna yang menyelimutinya.

Warna cokelat tampak di bagian atas kepala, sayap, punggung, dan iris mata. Di bagian bawah tubuhnya yang meliputi pipi, dagu, tenggorokan, dada, perut, sampai dengan batas tunggir tampak berwarna putih agak keabu-abuan.

Sementara itu,, warna paruh dan kakinya tampak sama yakni berwarna hitam gelap dan ekornya berukuran agak panjang.

Baca juga: Cara Membedakan Trucukan Jantan dan Betina Akurat

Penyebaran dan Jenis Burung Trucukan

burung trucukan

Penyebaran Merbah Cerukcuk hanya terdapat di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Negara-negara yang dijadikan tempat hidup burung ini cuma menghuni beberapa negara saja seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Thailand.

Sedangkan di Indonesia keberadaan Merbah Cerukcuk ini biasanya menghuni daerah di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Secara global terdapat enam sub-spesies, dengan daerah persebaran berbeda yaitu:

  • Jambu Deignan, 1955 – Myanmar Selatan (Tenasserim Selatan dari 12·5° N), Thailand Selatan & Tengah, Laos Tengah, Kamboja Selatan dan Vietnam Selatan.
  • Analis (Horsfield, 1821) – Semenanjung Malaysia, Sumatra (termasuk Kep. Riau & Lingga, Bangka, Belitung), Jawa (termasuk Kep. Kangean), Bali, Lombok dan Sumbawa.
  • Gourdini G. R. Gray, 1847 – Kalimantan (termasuk P. Maratua, Kaltim ) dan P. Karimunjawa(Jawa).
  • Goiavier (Scopoli, 1786) – Filipina Utara dan Tengah dari Luzon, Kep. Polillo dan Mindoro, termasuk pulau kecil seperti Panay, Guimaras, Negros dan Masbate.
  • Samarensis Rand & Rabor, 1960 – Filipina Tengah (Ticao, Samar, Biliran, Buad, Cebu, Olango, Camotes, Leyte, Bohol).
  • Suluensis Mearns, 1909 – Filipina Selatan, dari Dinagat, Nipa dan Camiguin Sur sampai Mindanao, Basilan dan Kep. Sulu (Bolod Timur & Bolod Barat sampai Sanga Sanga dan Bongao).

Baca juga: Perbedaan Trucukan Jawa Timur dan Jawa Barat

Habitat dan Makanan Burung Trucukan

burung trucukan

Secara habitat, burung Merbah Cerukcuk ini sering membentuk kelompok dan berbaur dengan Trucukan lain. Berkumpul ramai-ramai di tempat bertengger. Menyukai habitat terbuka, tumbuhan sekunder, tepi jalan dan kebun sampai ketinggian 1500 MDPL.

Di alam liar, Trucukan atau Merbah Cerukcuk membangun sarang tidak hanya menghuni area hutan, tapi juga menempati area terbuka yang ada rumah penduduk.

Biasanya sarang yang dibangun akan menempati pepohonan yang tumbuh di sekitar rumah masyarakat, pinggiran jalan, kebun, sampai dengan taman yang banyak pepohonannya.

Saat mencari makan akan membentuk kelompok dan kadang turut bergabung bersama jenis burung lain termasuk Kutilang. Makanan burung Trucukan yang disukai juga cukup banyak. Mulai dari jangkrik, belalang, kroto, dan buah-buahan.

Baca juga: Cara Merawat Cucak Rowo Yang Baik dan Benar

Mengingat lingkungan yang dijadikan habitat hidup burung ini berada di sekitaran tempat tinggal manusia, membuat sifatnya terkenal ramah dan mudah beradaptasi. Sehingga cara menjinakan burung Trucukan pun juga terbilang cukup mudah.

Untuk itu, orang-orang pun tergolong banyak juga yang merawatnya dengan membeli di pasar burung ocehan. Karena secara fisik tampilan burung ini cukup menarik, mentalnya tidak mudah takut, dan kicauannya yang bertempo rapat sangat cocok dijadikan suara masteran bagi burung lain.

Bagi kamu yang tertarik dengan burung Trucukan, maka tak ada salahnya untuk mencoba memelihara di rumah. Selain mudah dijinakkan, dan memiliki kicauan khas yang bagus, harga burung Trucukan juga masing terjangkau.

Suara Burung Trucukan

burung trucukan
(Shutterstock)

Ciri kicauan Trucukan sebagaimana disinggung pada paragraf awal, yakni mempunyai variasi dan tempo kicauannya sangat rapat sekali. Begitu rapatnya tempo kicauan burung ini sampai terdengar seperti suara tembakan yang sangat merdu dan nyaring.

Selain itu, burung ini juga mampu mengembangkan sayapnya atau ngegaruda. Gaya mengembangkan sayap ini kadang dilakukan sambil berkicau dan ditujukan sebagai cara mempertahankan wilayahnya dari gangguan hewan atau burung lain yang coba memasukinya.

Baca juga: Suara Trucukan Gacor, Ropel, Garuda Jernih Durasi Panjang

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang burung Trucukan, Merbah Cerukcuk, Yellow-vented Bulbul (Pycnonotus Goiavier).

Artikel terkait:


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel