Pinhome

Tips Properti

Tips Mendesain Rumah Tropis Minimalis

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 2 menit membaca

Resiko tinggal di negara beriklim tropis adalah mendapatkan paparan sinar matahari berlebih serta tingkat kelembaban yang tinggi dengan curah hujan yang tinggi pula. Akibatnya, rumah terasa gerah pada waktu siang hari dan puncaknya ketika musim kemarau tiba. Tidak mengherankan hal tersebut mendorong sebagian besar orang melengkapi rumah mereka dengan Air Conditioner (AC). Hanya saja, hal ini juga bukan menjadi solusi jangka panjang. Karena memasang AC untuk seluruh ruangan rumah agar memberikan efek dingin juga memboroskan listrik.

Agar rumah tinggal di negara beriklim tropis tetap terasa nyaman sekalipun tidak dilengkapi dengan AC, desain rumah tropis minimalis adalah jawabannya. Saat ini, desain rumah tropis minimalis memang menjadi trend. Dengan mengusung konsep rumah yang dibuat seefisien mungkin serta menyesuaikan bentuk bangunan dengan fungsinya, desain rumah tropis minimalis tetap mampu menghadirkan kenyamanan bagi seluruh penghuni rumah. Sebab, desain rumah tropis minimalis dibuat sedemikian rupa sehingga mampu mencegah sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu furnitur dan aksesoris rumah Anda dijamin tidak lekas rusak karena tidak terpapar sinar matahari langsung. Begitu pula ketika musim hujan tiba. Desain rumah tropis minimalis bisa mencegah air hujan masuk ke dalam rumah.

desain rumah tropis
Desain rumah tropis : digsdigs.com

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika mendesain rumah tropis minimalis. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, pemasangan kisi-kisi. Fungsi kisi-kisi adalah sebagai ventilasi silang sehingga membantu mengoptimalkan sirkulasi udara di seluruh ruangan. Selain itu, kisi-kisi juga bisa sebagai sun shading sehingga mampu menahan paparan sinar matahari agar tidak langsung masuk ke dalam ruangan.

Kedua, mengurangi tingkat kelembaban. Agar rumah tidak lembab, Anda bisa memasang jendela atau pintu yang memiliki bukaan saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya. Dengan adanya bukaan pada jendela ataupun pintu, Anda bisa mengatur penyinaran matahari secara langsung ke dalam ruangan. Misalnya, Anda bisa menyediakan waktu sekitar jam untuk membuka bukaan jendela atau pintu tadi di pagi hari agar mendapatkan paparan sinar matahari langsung.

Ketiga, desain atap curam. Desain tersebut bisa mempercepat aliran air hujan agar segera jatuh ke permukaan tanah.

Tags :

Bagikan Artikel