Pinhome

Tips Properti

Tips Memilih Arsitek Bangun Rumah

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Memiliki sebuah rumah indah yang nyaman untuk ditempati merupakan impian setiap orang. Membeli rumah yang telah jadi dan siap huni berarti mengharuskan kita untuk menempati rumah tersebut meskipun bukan sesua dengan harapan kita. Untuk menghindari hal ini terjadi, anda dapat membangun rumah sendiri dan mendesain sesuai dengan keinginan anda. Namun, untuk menerapkan desain yang anda inginkan ke dalam rumah atau secara real tidak semudah yang anda bayangkan. Untuk membantu anda menerapkan desain yang anda inginkan, maka anda dapat meminta bantuan dari seorang arsitek. Dengan arsitek bangun rumah, segala konsep dan desain yang anda inginkan dapat ditransferkan ke dalam rancangan bangunan. Namun sebelum menentukan arsitek yang akan anda gunakan, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan.

Langkah-langkah untuk memilih arsitek

Untuk mendapatkan arsitek yang terbaik, maka hal pertama yang dapat anda lakukan adalah dengan melihat dan membandingkan hasil karya atau portofolio dari arsitek tersebut. Dengan melihat portofolio tersebut, anda setidaknya bisa mendapatkan gambaran mengenai karya yang akan dihasilkan oleh arsitek tersebut. Namun jangan terburu-buru memilih seorang arsitek hanya berdasarkan hasil karyanya, karena masih banyak yang perlu anda pertimbangkan. Jika anda masih susah mendapatkan calon arsitek bangun rumah, maka anda dapat meminta rekomendasi dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dimana mereka akan membantu dalam memilih calon-calon yang berkualitas. Anda juga dapat meminta mereka untuk menunjukkan sertifikasi keahlian (SKA) dari seorang arsitek.

Seorang arsitek yang handal biasanya memiliki jam terbang yang tinggi atau dengan kata lain memiliki banyak proyek yang harus ditangani. Sehingga sebelumnya anda harus memperhatikan kesibukan dari arsitek anda. Jika memiliki kesibukan yang cukup tinggi, maka bisa saja rumah anda terlantar dan pembangunannya jadi terlambat. Oleh karena itu, pastikan bahwa pembangunan rumah anda merupakan prioritas utama dari arsitek tersebut. Hal lain yang wajib anda perbincangkan dengan seorang arsitek bangun rumah adalah tarif arsitek tersebut. Biasanya seorang arsitek akan mengenakan tarif 3%-5% dari biaya total proyek, padahal biaya sebuah proyek dapat berubah, terkadang menjadi lebih murah namun seringnya bertambah mahal. Oleh karena itu, anda harus memastikan tarif dari seorang arsitek agar tidak berubah-ubah. Hal ini wajib dibicarakan secara detail oleh anda dengan arsitek anda.

Jika anda sudah mendapatkan calon arsitek yang cocok untuk mendesain rumah anda, maka cobalah meminta daftar kilennya. Hal ini dapat membantu anda untuk memastikan apakah calon arsitek anda ini benar-benar memiliki kapabilitas dengan yang anda harapkan. Setelah menemukan arsitek yang cocok, anda tetap wajib melakukan pengawasan terhadap pembangunannya. Hal ini dikarenakan arsitek bangun rumah hanyalah seseorang yang membantu menuangkan konsep anda ke dalam ruangan, namun hanya anda yang dapat menilai apakah sudah sesuai dengan kriteria anda. Teruslah berkomunikasi dengan arsitek pilihan anda selama proses pembangunan berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman terjadi. Untuk memastikan bahwa pembangunan yang berlangsung telah sesuai dengan keinginan anda, maka cobalah meminta arsitek untuk menggambarkannya dalam sebuah gambar atau software. Biasanya semua arsitek bangun rumah dapat melakukan hal ini.

Jika anda telah membaca dan memahami tips diatas, maka anda akan segera menemukan arsitek idaman anda. Ingat, sebuah rumah bagus bukan hanya kerja keras seorang arsitek, namun juga karena anda sendiri. Semoga tips diatas dapat bermanfaat 🙂

Tags :

Bagikan Artikel