Pinhome

Tips Properti

Tips Desain Pagar Rumah

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 2 menit membaca

Bingung memilih desain pagar rumah yang tebaik? Mari berbagi tips disini.

Memilih desain terbaik memang sebaiknya tidak terburu-buru. Sebelum merancang desain pagar rumah, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai seluk beluk desain pagar rumah, mulai dari fungsi utamanya, mana desain yang susuai dengan model arsitektur rumah dan mana yang tidak cocok. Desain pagar rumah yang menarik akan cukup memberi kesan positif pada rumah yang berada di dalamnya. Meskipun rumah kita sederhana saja, tampilan desain pagar rumah yang menawan akan sedikit menutupinya. Sangat penting merancang desain pagar rumah yang menarik untuk memberi kesan pertama orang lain sebelum bertamu ke rumah idaman kita.

Berikut ini beberapa tips panduan sebelum memilih desain pagar rumah yang sesuai untuk bangunan rumah:

  1. Kita cari tahu fungsi utama dari pagar rumah, yakni di samping sebagai pemberi kesan estetika, pagar rumah juga berguna untuk melindungi bangunan rumah dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti binatang liar, perampok, perusakan tanaman dan halaman dan sebagainya. Fungsi utama pagar adalah untuk melindungi apa yang ada di dalamnya, oleh karena itu sebelum memilih desain pagar rumah untuk bangunan rumah Anda, penuhi fungsi utama dari pagar tersebut.
  2. Bagi Anda yang tinggal di kawasan pedesaan, umumnya pagar rumah tidak menjadi kebutuhan utama bangunan di daerah itu. Sebagian masyarakat pedesaan berpikir justru jika rumah diberi pagar memberi kesan pemiliknya pelit dan takut isi dari pagar rumah tersebut diganggu orang lain. Oleh sebab itu jika Anda tetap ingin memakai pagar, gunakan lah pilihan desain pagar rumah yang rendah, baik berbahan kayu maupun batu, tambahkan kesan artistik yang lebih.
  3. Perhatikan ukuran dan bentuk rumah Anda. Jika bangunan rumah Anda terbilang rendah, jangan memakai desain pagar rumah yang tinggi, tapi disesuaikan dengan ukuran ketinggian rumah.

Pilih lah jenis pagar rumah yang berbahan awet, jikalau bukan batu, Anda bisa memilih bahan dasar kayu atau bambu dengan cara melapisi bahan-bahan tersebut dengan cat atau varnis untuk menjaga ketahanan bahan-bahan tersebut.

Tags :

Bagikan Artikel