Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Nabila Azmi
Feb 13, 2026
6 menit membaca

Daftar Isi
Banyak orang bertanya tentang THR untuk pelunasan KPR, karena tidak banyak yang tahu kalau dana satu ini bisa jadi penyelamat kredit rumah. Tunjangan Hari Raya atau THR adalah dana yang selalu datang sekali setiap tahun dan yang paling ditunggu karena langsung digunakan untuk merayakan Lebaran.
Padahal, THR itu bisa Pins gunakan untuk melunasi Kredit Pemilikan Rumah. Coba bayangkan, beban bunga KPR ini sifatnya itu terus meningkat setiap tahun dan ini semakin lama semakin memberatkan. Oleh karena itu, menggunakan THR untuk melunasi KPR ini bisa memberikan dampak besar bagi Pins untuk jangka panjang.

Mengapa THR harus digunakan untuk melunasi KPR? Karena setiap uang ini dibayarkan untuk kredit rumah, manfaatnya akan berlipat ganda bagi keuangan Pins dalam jangka panjang. Bagaimana caranya? Berikut ini alasan selengkapnya.
Ketika Pins membayar cicilan KPR bulanan biasa, sebagian besar dana tersebut digunakan untuk membayar bunga berjalan terlebih dahulu. Sisanya baru digunakan untuk mengurangi pokok utang, dan proporsinya sangat kecil terutama di tahun-tahun awal masa kredit.
Namun berbeda dengan pembayaran ekstra atau extra payment, dimana 100% uang yang Pins setorkan langsung memotong pokok utang. Inilah mengapa THR untuk pelunasan KPR menjadi strategi yang sangat efektif untuk mempercepat proses pelunasan rumah.
Untuk memahami hal ini Pins perlu mengetahui cara menghitung bunga KPR berdasarkan jenisnya agar bisa merencanakan strategi pelunasan dengan lebih akurat. Dengan memotong pokok utang secara langsung, Pins juga mengurangi basis perhitungan bunga untuk periode-periode berikutnya dalam masa kredit.
Alasan mengapa Pins harus menggunakan THR untuk melunasi KPR, karena bisa mengurangi total bunga. Misalkan Pins melakukan pembayaran ekstra sebesar Rp10 juta. Kemudian bunga KPR-nya 8% per tahun, maka setiap Rp10 juta yang dibayarkan Pins ini akan menghemat Rp800 ribu pertahunnya.
Inilah yang disebut dengan penghematan bunga yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung sisa tenor. Strategi pelunasan sebagian KPR dengan THR bisa mengurangi total bunga yang harus dibayarkan dalam jangka panjang.
Semakin awal Pins melakukan pelunasan sebagian, semakin besar penghematan bunga yang akan Pins dapatkan.

Sebelum memutuskan menggunakan THR untuk pelunasan rumah, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek kebijakan bank terkait biaya penalti. Beberapa bank menerapkan penalti pelunasan KPR dipercepat terutama jika pelunasan dilakukan dalam beberapa tahun pertama masa kredit berjalan.
Penalti ini biasanya berkisar antara 1%-3% dari jumlah yang akan dilunasi, tergantung kebijakan masing-masing lembaga keuangan. Pins perlu melakukan perhitungan terlebih dahulu supaya tahu apakah biaya penalti tersebut lebih kecil dibandingkan penghematan bunga yang akan Pins dapatkan.
Jika penghematan bunga jauh lebih besar daripada biaya penalti, maka pelunasan jelas menguntungkan. Namun jika penalti terlalu tinggi, Pins bisa mencari opsi lain yang lebih menguntungkan.
Tips memanfaatkan THR untuk pelunasan KPR berikutnya adalah memilih jenis pelunasan. Ada dua opsi yang tersedia di bank yaitu mengurangi jangka waktu (tenor) atau mengurangi nominal angsuran per bulan.
Mengurangi tenor itu berarti durasi Pins jadi berkurang, sementara jumlah cicilannya tetap. Sementara untuk opsi kedua, durasi Pins untuk membayar cicilan tetap sama, tetapi cicilan per bulannya jadi berkurang.
Secara hitungan, antara tenor panjang atau tenor pendek ini memberikan keuntungan bagi Pins. Karena jika Pins memilih pengurangan tenor, maka Pins akan jauh lebih hemat dalam jangka panjang karena mengurangi total bunga. Namun jika Pins membutuhkan cash flow bulanan yang lebih longgar, mengurangi cicilan bisa menjadi pilihan.
Mengatur anggaran bulanan saat KPR adalah tips supaya Pins bisa menggunakan THR dengan baik. Buatlah pembagian yang realistis antara kebutuhan lebaran, tabungan darurat, dan pelunasan KPR supaya semua pos terpenuhi.
Sebagai contoh, jika THR Pins Rp10 juta, maka Pins bisa mengalokasikan 50% untuk pelunasan KPR, 30% untuk kebutuhan lebaran, dan sisanya 20% untuk ke dana darurat.
Pembagian ini penting karena kalau Pins terlalu agresif menggunakan THR untuk pelunasan KPR, maka Pins bisa kesulitan memenuhi kebutuhan penting saat Lebaran atau setelahnya.
Bagi anggaranmu agar semua kebutuhan terpenuhi.
Timing penyetoran dana THR untuk pelunasan KPR ternyata juga mempengaruhi efektivitas pelunasan yang Pins lakukan. Bank menghitung bunga KPR secara harian atau bulanan tergantung sistem yang mereka gunakan untuk menghitung kewajiban debitur.
Sebaiknya lakukan penyetoran dana pelunasan beberapa hari sebelum tanggal debit angsuran rutin Pins agar perhitungan bunga bisa disesuaikan dengan tepat. Dengan menyetor di waktu yang strategis, Pins memastikan bahwa pengurangan pokok utang tercatat dengan benar dalam sistem bank.
Jangan menunggu hingga mendekati akhir bulan karena proses administrasi pelunasan biasanya membutuhkan waktu beberapa hari kerja untuk diproses.
Sebelum mengalokasikan THR untuk pelunasan KPR dalam jumlah besar, pastikan Pins sudah memiliki dana darurat yang memadai terlebih dahulu. Dana darurat idealnya setara dengan 6-12 kali pengeluaran bulanan Pins.
Jangan sampai setelah menyetor seluruh THR untuk KPR, Pins justru kesulitan ketika ada kebutuhan mendesak. Pins masih tetap harus memiliki uang tunai untuk menjaga stabilitas keuangan dalam jangka pendek maupun menengah.
Selain itu, risiko kredit rumah macet bisa meningkat jika Pins tidak memiliki buffer keuangan saat menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan dana besar. Prioritaskan untuk memiliki dana darurat yang solid terlebih dahulu sebelum melakukan pelunasan.
Pengeluaran Pins: Rp5 Juta/bulan
Utang 500 Juta | Bunga 8% | Tenor 15 Tahun
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efek THR untuk pelunasan KPR, Pins bisa melihat simulasi perhitungan berikut ini. Misalkan Pins memiliki sisa utang KPR sebesar Rp500 juta dengan suku bunga 8% per tahun dan sisa tenor 15 tahun.
Kalau Pins menyetor Rp10 juta, maka tenor bisa berkurang 6-8 bulan. Selain itu, total bunga yang dihemat dari pengurangan tenor ini bisa mencapai Rp5-Rp7 juta yang artinya Pins menghemat Rp15-Rp17 juta dari total pembayaran.
Nah, untuk melakukan perhitungan yang lebih akurat, Pins bisa menghitung KPR di excel. Dengan menggunakan excel, Pins bisa menghitung dengan berbagai skenario, sehingga bisa memilih keputusan dengan tepat.
Kalau setelah menggunakan THR untuk pelunasan KPR, cicilan bulanan masih terasa memberatkan, mungkin sudah saatnya Pins mempertimbangkan opsi KPR take over.
KPR take over adalah proses memindahkan kredit rumah Pins ke bank lain yang menawarkan suku bunga lebih rendah atau tenor lebih panjang. Dengan melakukan take over, Pins bisa mendapatkan cicilan bulanan yang lebih ringan atau suku bunga yang lebih kompetitif dibanding bank sebelumnya.
Cek sisa pokok utang Pins saat ini dan bandingkan dengan penawaran suku bunga dari berbagai bank untuk menemukan opsi terbaik. Gunakan fitur simulasi KPR dari Pinhome untuk menghitung apakah take over akan menguntungkan bagi kondisi Pins atau tidak.
Jangan dipaksa! Pindah ke bank dengan bunga lebih rendah dan hemat cicilan hingga jutaan rupiah.
Mulai Hemat Sekarang



© www.pinhome.id