BlogPemilik PropertiTake Over KPRTake Over KPR Mandiri: Suku Bunga, Syarat, hingga Simulasi

Take Over KPR Mandiri: Suku Bunga, Syarat, hingga Simulasi

Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Nabila Azmi

Mei 20, 2026

14 menit membaca

Copied to clipboard
Take Over KPR Mandiri

Cicilan Pins bengkak setelah bunga floating berlaku? Atau Pins ingin memanfaatkan promo bunga yang lebih kompetitif? Tenang, take over KPR Mandiri bisa menjadi solusi untuk keduanya.

Ya, Mandiri menyediakan program take over KPR dengan suku bunga khusus yang kompetitif dan bisa jadi jalan keluar bagi Pins yang ingin cicilan lebih ringan. Selain take over, Mandiri juga menyediakan program Multiguna Take Over. 

Seperti apa programnya dan bagaimana cara mengajukannya? Artikel ini sudah membahas dengan lengkap mulai dari suku bunga, syarat, simulasi, dan cara mengajukannya. Jadi, simak sampai selesai, ya, Pins.

Apa Itu Take Over KPR Mandiri?

Take over KPR Mandiri adalah program pemindahan fasilitas kredit pemilikan rumah dari bank lain ke Bank Mandiri dengan ketentuan dan suku bunga baru. Program ini menawarkan dua produk utama, yakni KPR Take Over dan Multiguna Take Over yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pins..

Maksimum limit kredit pada program take over Mandiri bisa setara dengan outstanding atau sisa pinjaman di bank asal, atau berdasarkan perhitungan baru dari Mandiri.

Pins juga harus tahu bedanya take over dengan over kredit sebelum mengambil keputusan, karena keduanya memiliki mekanisme yang berbeda. 

1. KPR Take Over

Take over KPR Mandiri adalah fasilitas pemindahan kredit rumah dari bank lain ke Mandiri dengan tujuan mendapatkan kondisi kredit yang lebih baik. Dengan program ini, Pins bisa mendapatkan angsuran lebih ringan karena suku bunga yang ditawarkan lebih kompetitif.

Selain angsuran lebih ringan, Pins juga berpotensi mendapatkan additional limit dan pilihan tenor yang lebih panjang sesuai kemampuan.

2. KPR Multiguna Take Over

KPR multiguna take over beda dengan take over biasa karena  produk ini dirancang untuk kebutuhan konsumtif Pins. Produk ini cocok bagi Pins yang ingin memindahkan KPR sekaligus mendapatkan dana tambahan untuk biaya seperti pendidikan, renovasi, atau kebutuhan lainnya.

Pins bisa memahami lebih lanjut tentang perbedaan take over KPR + top up dengan KPR multiguna agar dapat memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Keunggulan Take Over KPR di Bank Mandiri

Source: Mandiri

1. Angsuran Lebih Ringan

Salah satu keuntungan take over KPR Mandiri dan jadi alasan utama banyak orang pindah ke sana adalah karena cicilan bulanan menjadi lebih ringan dan lebih terjangkau.

Ya, Mandiri menawarkan suku bunga fixed yang kompetitif. Oleh karena itu selama masa fixed ini berlaku, jumlah cicilan tidak berubah dan lebih mudah direncanakan.

2. Ada Additional Limit

Additional limit adalah fasilitas tambahan kredit yang dapat diperoleh Pins di luar outstanding sisa pinjaman dari bank asal. Fasilitas ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan Pins, seperti renovasi rumah, biaya pendidikan, atau kebutuhan lainnya.

Pins bisa mengajukan pinjaman ini dengan meminta saat take over KPR Mandiri jika memenuhi kriteria yaitu KPR sudah berjalan 1 tahun dan cicilannya berjalan lancar. Jumlahnya sendiri dihitung berdasarkan selisih plafon baru (maksimal 90% nilai agunan) dengan outstanding pinjaman di bank lama.

Fasilitas ini menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama bagi Pins yang tengah menghadapi kenaikan suku bunga KPR dan membutuhkan dana ekstra di waktu yang sama.

3. Tenor Sesuai Jenis Agunan

Keuntungan take over KPR Mandiri berikutnya adalah tenornya yang sesuai jenis agunan dan panjang. Ya, untuk agunan berupa rumah tapak, tenornya mencapai 20 tahun.

Sementara untuk agunan berupa apartemen, tenor maksimum yang diberikan adalah 15 tahun, sehingga memberikan Pins fleksibilitas dalam memilih.

Semakin panjang tenor, cicilan bulanan akan semakin kecil, namun total bunga yang dibayarkan sepanjang masa kredit akan lebih besar. Sementara jika tenor lebih pendek, cicilan lebih berat, tapi total bunga lebih kecil.

Pelajari lebih lanjut antara tenor KPR pendek vs. tenor KPR panjang supaya keputusan yang Pins ambil benar-benar sesuai dengan kondisi keuangan.

4. Suku Bunga Fixed Jangka Panjang

Program take over KPR Mandiri menawarkan suku bunga fixed dalam jangka waktu tertentu. Setelah masa fixed berakhir, suku bunga akan beralih ke skema floating yang mengikuti kondisi pasar dan kebijakan Mandiri yang berlaku.

Dengan adanya jangka waktu tertentu pada periode fixed, Pins memiliki kepastian suku bunga yang sangat membantu dalam merencanakan keuangan bulanan tanpa risiko kenaikan mendadak.

Namun, Pins juga tetap harus memperhatikan periode program yang berlaku karena setiap periodenya ini berubah sesuai kebijakan Mandiri. 

Pins juga bisa mencoba negosiasi suku bunga saat take over KPR agar mendapatkan penawaran yang paling menguntungkan. Jangan lupa juga untuk melihat simulasi take over untuk mendapatkan gambaran angka yang akurat.

5. Bisa Diajukan Online

Keunggulan berikutnya dari take over KPR Mandiri dalah Pins bisa mengajukan aplikasi secara online untuk memudahkan Pins. Caranya juga mudah sekali karena Pins hanya perlu mengirimnya lewat email. 

Ya, pertama Pins unduh formulir pengajuan dan isi secara lengkap. Setelah itu, kirimkan ke email Mandiri dengan format berikut ini: Pengajuan Mandiri KPR Take Over_nama debitur_cabang terdekat.

Selain melampirkan form yang sudah diisi dan ditandatangani, Pins juga melampirkan KTP. Adapun body email-nya adalah berikut ini:

  • Nama Lengkap
  • No. KTP
  • Kantor Cabang Terdekat
  • Nomor HP

Selain jalur email, pengajuan juga dapat dilakukan secara langsung melalui cabang Mandiri terdekat atau melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

6. Berlaku untuk KPR dan Multiguna

Program take over KPR Mandiri berlaku untuk dua jenis produk, yaitu KPR Take Over untuk pembelian properti dan KPR Multiguna Take Over untuk kebutuhan konsumtif.

Setelah masa fixed berakhir, suku bunga floating untuk produk KPR dan Multiguna Take Over memiliki perbedaan. Untuk KPR berada di angka 13%, sementara Multiguna lebih tinggi 1% yaitu 14% besarannya. Tapi semua ini tetap kembali pada kondisi pasar serta kebijakan yang berlaku di Mandiri.

Suku Bunga Take Over KPR Mandiri

1. Ketentuan Suku Bunga Fixed dan Floating

Bank Mandiri × Pinhome

Simulasi Suku Bunga Take Over KPR & Multiguna

Jenis Fasilitas Take Over Masa Fixed Suku Bunga Fixed (per tahun) Suku Bunga Floating
KPR Properti10 tahun7,77%13%
Multiguna Non-Properti10 tahun7,77%14%

Dari sana Pins dapat melihat bahwa setelah masa fixed berakhir, untuk produk KPR, suku bunga floating yang diterapkan adalah sebesar 13%. Sementara itu, untuk produk multiguna, suku bunganya adalah 14%.

Multiguna dalam take over KPR Mandiri lebih tinggi 1% daripada produk KPR karena faktor risiko penggunaan dana non-properti, sehingga kalau Pins gagal bayar, bank tidak memiliki apapun sebagai jaminan.

Angka suku bunga di atas merupakan estimasi berdasarkan data yang tersedia dan dapat berubah. Selalu konfirmasi ke Mandiri untuk mendapatkan informasi terkini yang akurat.

Pelajari juga cara minta penurunan suku bunga KPR ke bank supaya Pins memiliki cicilan ringan setiap bulannya.

2. Ketentuan Biaya Admin

Ketika mengajukan aplikasi, ada biaya take over KPR Mandiri yang harus Pins persiapkan sejak awal dan itu biaya administrasi. Biaya ini memiliki perubahan ketentuan yang harus Pins pahami supaya tidak keliru.

Jika Pins memasukkan aplikasi KPR per tanggal 1 April 2026, maka biaya administrasi yang harus Pins bayarkan sebesar 1,50% dari limit kredit. Sementara itu, jika Pins memasukkan aplikasi sebelum tanggal tersebut membayar administrasi sebesar 1,25% dari limit kredit.

Adanya perubahan ketentuan tersebut membuat Pins harus terus mengkonfirmasi biaya terkini secara langsung ke Mandiri.

3. Ketentuan Penalti dan Provisi

Selain biaya administrasi, Pins juga harus menghitung biaya penalti dan provisi. Untuk biaya provisi sendiri besarannya dihitung dari limit kredit. 

Sementara itu untuk biaya penalti besarannya sebesar 5% jika Pins melakukan pelunasan dipercepat atau sebagian. Dihitungnya sendiri terhadap jumlah pokok yang dilunasi dan hanya berlaku selama minimal tenor kredit.

Biaya-biaya ini harus Pins perhitungkan sebelum memutuskan take over, karena jumlahnya jelas cukup besar. Pelajari juga cara menghitung biaya take over KPR supaya Pins bisa mempersiapkannya sejak awal. 

Syarat Take Over KPR Mandiri

Ilustrasi nasabah perempuan menanyakan syarat take over KPR Mandiri
Source: Mandiri

1. Syarat Umum

Sebelum mengajukan aplikasi, pastikan Pins sudah memenuhi syarat take over KPR Mandiri yaitu berikut ini:

  • Warga Negara Indonesia dan tinggal di Indonesia
  • Minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun saat kredit berakhir untuk pegawai. Sementara untuk professional atau wiraswasta maksimal 60 tahun saat kredit berakhir
  • Memiliki agunan yang dapat diikat sempurna
  • Pegawai harus berstatus karyawan tetap, masa kerja minimal 3 bulan, dapat berstatus kontrak dengan syarat tertentu
  • Profesional atau wiraswasta memiliki pengalaman di bidang usaha minimal 2 tahun dan dibuktikan oleh izin usaha atau praktik. Memiliki NPWP atau SPT tahunan PPh orang pribadi sesuai peraturan yang berlaku
  • Kredit di bank lama minimal 12 bulan dengan riwayat pembayaran lancar 6 bulan terakhir. Toleransi menunggak maksimal 5 hari
  • Fasilitas KPR di bank lama yang akan di take over tidak pernah di restrukturisasi reguler.

2. Syarat Minimum Penghasilan

Dalam KPR take over Mandiri, Pins harus memenuhi syarat minimum penghasilan yang sudah ditetapkan oleh bank ini. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Syarat Minimum Penghasilan Take Over KPR & Multiguna

Kategori Pekerjaan Minimum Penghasilan Per Bulan
Jakarta, Bekasi, Kab. KarawangBogor, Depok, Tangerang, SurabayaWilayah Lain
FASILITAS KPR TAKE OVER
Payroll MandiriRp5 JutaRp4,5 JutaRp4 Juta
Non PayrollRp5 Juta (Berlaku Nasional)
ProfesionalRp5 Juta (Berlaku Nasional)
WiraswastaRp5 Juta (Berlaku Nasional)
FASILITAS KPR MULTIGUNA TAKE OVER
Payroll MandiriRp5 Juta (Berlaku Nasional)
Non PayrollRp6 Juta (Berlaku Nasional)
ProfesionalRp6 Juta (Berlaku Nasional)
WiraswastaRp6 Juta (Berlaku Nasional)

Dari dua tabel di atas, Pins dapat mengetahui bahwa ada perbedaan minimum penghasilan bagi KPR take over dengan Multiguna dimana Multiguna tidak berdasarkan wilayah serta lebih tinggi Rp1 juta. 

Hal itu disebabkan karena Multiguna ini digunakan untuk hal-hal yang non properti, sehingga bank tidak memiliki jaminan yang pasti. 

Adapun maksud dari nasabah payroll adalah mereka yang menerima gaji melalui rekening Bank Mandiri, sedangkan non-payroll adalah yang menerima gaji dari rekening bank lain.

Nah, penyebab gagal take over KPR yang sering terjadi karena salah satunya banyak orang tidak membaca syarat minimum penghasilan ini. 

3. Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Kesalahan saat take over KPR Mandiri yang sering diabaikan adalah banyaknya dokumen yang terlewat sehingga tidak terlampirkan. Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang perlu Pins persiapkan supaya pindah KPR ke Mandiri berjalan lancar.

Berkas & Dokumen Persyaratan Take Over KPR Mandiri

Kategori Dokumen Jenis Dokumen yang Wajib Dilengkapi
Dokumen Aplikasi Form asli aplikasi kredit yang diisi dengan lengkap dan benar.
Dokumen Pribadi Fotokopi KTP pemohon dan pasangan.
Fotokopi Surat Nikah atau Cerai.
Fotokopi Kartu Keluarga.
Dokumen Penghasilan Fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir.
Fotokopi NPWP pribadi atau SPT Tahunan PPh.
Fotokopi slip gaji atau surat keterangan penghasilan.
Dokumen Agunan Fotokopi dokumen kepemilikan seperti SHM, SHGB, atau Sertifikat Hak atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) dan IMB serta PBB.

Simulasi Take Over KPR Mandiri

1. Simulasi Take Over KPR Plafon 500 Juta

Berikut ini adalah simulasi take over KPR Mandiri yang bisa Pins simak untuk dijadikan sebagai gambaran.

Kalkulator Simulasi KPR

Take Over Bank Mandiri (Plafon Rp500 Juta)

Plafon Pinjaman Utama Rp500.000.000
Estimasi Angsuran Bulanan
Masa Fixed (Tahun 1–10) Suku Bunga: 7,77% p.a.
± Rp 4.110.915/bln
Masa Floating (Tahun 11–20) Suku Bunga: 13,00% p.a.
± Rp 5.110.104/bln
Masa Multiguna Floating (Tahun 11–20) Suku Bunga: 14,00% p.a.
± Rp 5.313.936/bln

Komponen Estimasi Biaya Pengajuan Awal
Biaya Admin (Aplikasi per 1 April 2026) (1,50% × Plafon) Rp7.500.000
Biaya Admin (Aplikasi sebelum 1 April 2026) (1,25% × Plafon) Rp6.250.000
Penalti Pelunasan Dipercepat (5,00% × Plafon) Rp25.000.000
Total Biaya Awal (Admin 1,50%) Rp32.500.000
Total Biaya Awal (Admin 1,25%) Rp31.250.000

Dari sana Pins dapat mengetahui estimasi biaya awal yang harus Pins siapkan jika ingin pindah KPR ke Mandiri. Ada dua biaya admin yang berbeda karena sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Mandiri. Angka tersebut cukup besar, sehingga Pins harus menyiapkannya sejak awal.

Angka di atas merupakan estimasi dan Pins wajib mengecek langsung ke Mandiri atau melalui platform seperti Pinhome.

2. Simulasi Plafon 1 Miliar

Kalkulator Simulasi KPR Take Over KPR Mandiri (Plafon Rp1 Miliar)
Total Plafon Pinjaman Rp1.000.000.000
Estimasi Angsuran Bulanan
Masa Fixed (Tahun 1–10) Suku Bunga: 7,77% efektif per tahun
± Rp 8.221.829/bln
Masa Floating (Tahun 11–20) Suku Bunga: 13,00% efektif per tahun
± Rp 10.220.208/bln
Masa Multiguna Floating (Tahun 11–20) Suku Bunga: 14,00% efektif per tahun
± Rp 10.627.871/bln

Komponen Estimasi Biaya Pengajuan Awal
Biaya Admin (Aplikasi per 1 April 2026) (1,50% × Rp1 Miliar) Rp15.000.000
Biaya Admin (Aplikasi sebelum 1 April 2026) (1,25% × Rp1 Miliar) Rp12.500.000
Penalti Pelunasan Dipercepat (5,00% × Rp1 Miliar) Rp50.000.000
Total Biaya Awal (Kategori Admin 1,50%) Rp65.000.000
Total Biaya Awal (Kategori Admin 1,25%) Rp62.500.000

Dari sana dapat Pins ketahui bahwa untuk masa fixed selama 10 tahun, estimasi cicilan jelas lebih besar dari plafon Rp500 juta. Selain itu, selama masa fixed, cicilan lebih ringan daripada masa floating karena suku bunganya yang lebih kecil.

Simulasi ini cocok untuk Pins yang memiliki outstanding kredit di atas Rp1 miliar dan ingin menghitung potensi penghematan setelah take over. 

Namun simulasi ini merupakan gambaran estimasi. Oleh karena itu, Pins bisa menghitung langsung sesuai kebutuhan Pins melalui kalkulator resmi Mandiri yang ada di sini untuk hasil yang lebih akurat.

Cara Mengajukan Take Over KPR ke Bank Mandiri

Source: Mandiri

1. Cek Kelayakan dan Siapkan Dokumen yang Diperlukan

Langkah pertama mengajukan take over KPR Mandiri adalah dengan mengecek kelayakan dan menyiapkan dokumen yang diperlukan. Pastikan Pins sudah memenuhi semua syarat umum mulai dari minimal dan maksimal usia, status pekerjaan, agunan yang dapat diikat, hingga KPR yang tidak pernah direstrukturisasi.

Selain itu, pastikan juga Pins mengecek sekali lagi dokumen yang harus dilampirkan sebelum mengajukan aplikasi ke Mandiri mulai dari dokumen aplikasi, pribadi, penghasilan, hingga agunan. Pins bisa menyimpan dokumen-dokumen tersebut dalam satu folder agar mudah dicek dan tidak tercecer.

Pastikan juga bahwa cicilan Pins di bank lama sudah berjalan selama 12 bulan (1 tahun) dengan kolektabilitas 6 bulan terakhir yang berjalan lancar. 

Dalam proses take over KPR, langkah pertama ini adalah yang paling wajib Pins penuhi supaya langkah selanjutnya bisa berjalan mulus.

2. Ajukan secara Online atau ke Cabang

Untuk pengajuan secara online, Pins bisa mengajukannya dengan mengirim ke email Mandiri. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Unduh form
  2. Isi dan tandatangani
  3. Kirim via email dengan format berikut ini:

Subject email: Pengajuan Mandiri KPR Take Over_nama debitur_cabang terdekat

Attachment file: Scan form dan scan KTP

Body email: 

  • Nama lengkap
  • No. KTP
  • Kantor Cabang Terdekat
  • Nomor HP

Selain mengajukan secara online via email, Pins juga bisa mengajukan take over KPR Mandiri melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Jika Pins ingin secara offline, Pins bisa langsung datang ke cabang terdekat.

Jika ingin lebih mudah, Pins bisa memanfaatkan layanan Pinhome sebagai platform pendamping yang membantu proses mulai dari konsultasi hingga pengajuan dokumen secara lebih mudah.

3. Proses Appraisal dan Verifikasi

Langkah berikutnya dalam take over KPR Mandiri adalah proses appraisal dan verifikasi dokumen. Setelah dokumen pengajuan masuk, Mandiri akan melakukan verifikasi data Pis termasuk pengecekan riwayat kredit melalui SLIK OJK.

Proses appraisal properti akan dilakukan oleh penilai independen yang ditunjuk Bank Mandiri untuk menentukan nilai pasar properti yang dijadikan jaminan. Proses ini umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu tergantung kelengkapan dokumen dan hasil appraisal yang diterima bank.

Setelah proses ini selesai, jika pengajuan Pins diterima, maka Mandiri akan menghubungi Pins untuk melakukan akad perjanjian kredit di depan notaris. Ketika penandatanganan selesai, utang Pins di bank lama akan langsung dilunasi oleh Mandiri.

Setelah utang lunas, Pins sudah tidak memiliki urusan apapun dengan bank lama dan resmi untuk membayar cicilan KPR ke Mandiri setiap bulannya.

4. Memahami Risiko yang Dapat Terjadi

Setiap bank memiliki risiko tersendiri untuk program KPR-nya, karena ini merupakan bentuk transparansi bank kepada nasabahnya. Oleh karena itu Pins harus mengetahui risiko take over KPR Mandiri untuk menjadi bahan pertimbangan. Adapun risikonya adalah berikut ini:

  • Risiko perubahan kondisi ekonomi & politik.
  • Risiko likuiditas.
  • Risiko wanprestasi pihak ke-3.
  • Risiko perubahan hukum dan peraturan perundang-undangan.
  • Risiko force majore (bencana alam/kejadian luar biasa).
  • Risiko lain yang tercantum dalam Syarat-Syarat Umum Perjanjian Kredit Konsumtif (SUKK).

Pelajari juga apa yang harus Pins lakukan jika hasil appraisal lebih rendah dari sisa utang KPR supaya tidak panik ketika itu terjadi.

Ajukan Take Over KPR Mandiri Lewat Pinhome

take over kpr di pinhome
Source: Pinhome

Jika Pins ingin mengajukan take over KPR Mandiri lebih mudah dan cepat, take over KPR via Pinhome adalah jawabannya. Ya, Pinhome adalah platform properti yang menyediakan layanan pendampingan pengajuan KPR dan take over ke berbagai bank pilihan termasuk Mandiri.

Dibandingkan mengajukan langsung ke bank, Pinhome memberikan kemudahan berupa konsultasi awal, pendampingan dokumen, dan akses ke berbagai pilihan bank dalam satu platform.

Tim Pinhome akan membantu proses mulai dari pengecekan kelayakan, persiapan dokumen, hingga pendampingan saat pengajuan ke Mandiri dilakukan. Layanan ini sangat cocok bagi Pins yang belum familiar dengan prosedur pindah bank ke Mandiri atau tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus sendiri.

Take over KPR Mandiri menawarkan berbagai keuntungan nyata, mulai dari suku bunga kompetitif, adanya fasilitas additional limit, hingga kemudahan proses pengajuan secara online.

Pastikan Pins memenuhi seluruh syarat yang berlaku, menyiapkan dokumen dengan lengkap, dan memahami simulasi biaya take over KPR Mandiri sejak awal sebelum memulai proses pengajuan.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download