Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Nabila Azmi
Mei 13, 2026
12 menit membaca

Daftar Isi
Cicilan melonjak drastis adalah hal yang paling ditakuti orang-orang ketika KPR konvensional. Oleh karena itu, take over KPR BSI menjadi alternatif bagi banyak orang yang merasa berat dengan bunga floating di KPR konvensional.
Ya, dengan prinsip syariah yang transparan dan adil, take over ke BSI ini memberikan ketenangan finansial. Selain itu, tren perbankan syariah di Indonesia juga terus menunjukkan pertumbuhan yang positif setiap tahunnya.
Total aset perbankan syariah pada akhir 2024 tercatat sebesar Rp980,3 triliun, tumbuh 9,9% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset perbankan nasional yang hanya mencapai 5,9%.
Dari sana Pins bisa tahu kalau penerimaan masyarakat terhadap bank syariah sudah besar. BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia menjadi pilihan utama bagi Pins yang ingin take over KPR lebih pasti dan berkah.

Take over KPR BSI atau yang disebut BSI Griya Take Over adalah layanan pengalihan pembiayaan rumah dari bank lain ke Bank Syariah Indonesia. Produk ini dirancang khusus bagi Pins yang memiliki KPR aktif di bank konvensional maupun bank syariah lain dan ingin pindah ke BSI.
Program ini jelas berbeda dengan pengajuan KPR baru. KPR baru, Pins membeli properti yang belum pernah dibiayai sebelumnya. Sementara take over adalah pengalihan utang yang sudah berjalan dari bank lama.
Skema take over kredit pemilikan rumah BSI menggunakan akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqisah (kepemilikan bertahap melalui sewa beli) sesuai prinsip syariah Islam.
Keunggulan pakai program BSI adalah tidak ada unsur riba, sehingga cicilan Pins bersifat flat dan pasti hingga masa pembiayaan berakhir.
Bagi Pins yang ingin tahu lebih jelas tentang pengalaman take over KPR ke bank syariah, Pinhome menyediakan panduan lengkap yang bisa Pins manfaatkan sebagai langkah awal.
Dengan memahami skema ini sejak awal, Pins dapat membuat keputusan yang lebih tepat sebelum mengajukan permohonan secara resmi.
Salah satu keunggulan terbesar take over KPR BSI adalah kepastian cicilan yang tidak akan berubah meskipun BI Rate naik drastis. Hal ini jelas beda dengan konvensional yang menggunakan suku bunga mengambang, sehingga cicilan Pins naik kapan saja tanpa ada persiapan.
Kepastian cicilan ini jelas memudahkan Pins dalam merencanakan keuangan jangka panjang. Terutama di masa seperti ini ketika ekonomi tidak stabil, memiliki cicilan yang pasti jelas akan jadi keuntungan strategis untuk Pins.
Karena tidak menggunakan riba, BSI menerapkan margin sejak awal akad bersama Pins. Estimasi marginnya sendiri ada margin berjenjang yang kompetitif setara 1,99% sampai 11,10%.
Sementara itu kalau KPR konvensional ketika memasuki bunga floating akan mencapai 11% sampai 14% yang artinya lebih tinggi dari BSI dan membuat cicilan lebih mahal.
BSI Griya Take Over menawarkan margin yang kompetitif dan dikunci sejak awal akad sehingga Pins mendapat kepastian penuh atas total biaya pembiayaan rumah. Ini adalah salah satu keuntungan take over KPR BSI yang membuat banyak orang akhirnya memutuskan untuk pindah ke bank ini.
Untuk agunan dengan nilai tertentu, Pins dapat menikmati bebas biaya provisi dan appraisal yang jumlahnya cukup lumayan. Selain itu, Pins juga bisa menikmati biaya administrasi yang mulai dari Rp0 serta pembebasan denda keterlambatan dalam kondisi tertentu.
Ini jelas akan memberikan Pins keuntungan jika mengajukan take over KPR BSI. Tapi, Pins juga harus mengkonfirmasi ketentuan terbaru ke BSI karena kebijakan seperti ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Keunggulan lain yang sangat membantu adalah kemudahan mengangsur biaya-biaya awal seperti asuransi dan biaya lainnya sepanjang tenor pembiayaan berlangsung.
Ini jelas akan meringankan beban finansial Pins di awal proses take over KPR BSI. Karena jika di bank lain, Pins harus mengumpulkan biaya besar ini dalam waktu singkat.
Bedanya take over KPR konvensional dengan syariah terletak dalam hal ini. Karena umumnya konvensional tidak menawarkan fleksibilitas seperti ini, sehingga Pins harus punya dana awal yang besar.
Take over KPR BSI memungkinkan Pins untuk mengajukan pembiayaan bersama pasangan dengan menggabungkan penghasilan dalam satu pengajuan resmi. Skema ini disebut dengan joint income.
Dengan menggunakan skema ini, Pins memiliki peluang lebih besar agar pengajuan take over disetujui BSI. Selain itu, kemampuan bayar Pins juga meningkat serta memungkinkan meminjam plafon yang lebih tinggi dari BSI.
Keuntungan yang tidak bisa dilewatkan berikutnya adalah untuk Pins yang merupakan nasabah non-payroll. Kabar baik bagi nasabah non-payroll adalah Pins tetap bisa mengajukan take over KPR BSI meski gaji tidak disalurkan melalui rekening BSI setiap bulannya.
Kebijakan ini memperluas aksesibilitas produk BSI Griya Take Over bagi Pins dari berbagai latar belakang perbankan di seluruh Indonesia. Artinya, meskipun Pins adalah nasabah setia bank konvensional lain, Pins tetap bisa mengajukan permohonan ke BSI.
Keunggulan terakhir dan yang tidak dimiliki oleh bank konvensional adalah fitur Griya Mabrur. Fitur ini memberikan Pins peluang untuk porsi haji, subsidi biaya rumah, hingga rekening BSI Emas.
Syaratnya juga mudah Pins, yaitu membayar angsuran tepat waktu selama 24 bulan pertama. Mengetahui waktu yang tepat untuk take over KPR sangat penting agar Pins bisa memaksimalkan semua benefit yang ditawarkan, termasuk keistimewaan Griya Mabrur ini.

Syarat take over KPR Bank Syariah Indonesia itu harus Pins penuhi supaya pengajuan diterima. Adapun syarat umumnya itu adalah WNI, usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Selain itu, batas usia maksimal Pins saat kredit selesai adalah 55 tahun untuk karyawan, sementara profesional adalah 70 tahun.
Bagi Pins yang merupakan nasabah non-payroll juga bisa mengajukan take over ke BSI asal memenuhi sejumlah syarat umum ini.
Supaya pengajuan take over KPR BSI Pins diterima, Pins harus memiliki riwayat pembayaran kredit rumah di bank lama dengan lancar. Selain lancar, Pins harus sudah membayar cicilannya selama 24 bulan.
Ini menjadi syarat krusial yang menjadi penentu utama kelayakan pengajuan take over. Karena kalau Pins ada macet beberapa bulan, kemungkinan ditolak akan lebih besar.
Setelah Pins memenuhi syarat umum dan riwayat pembayaran, Pins harus melampirkan juga dokumen pribadi. Adapun dokumen yang perlu dilampirkan adalah KTP, KK, NPWP, dan Surat Nikah.
Jika Pins ingin mengajukan take over KPR BSI dengan skema joint income, maka Pins juga perlu melampirkan dokumen pribadi milik pasangan.
Kesalahan saat take over KPR BSI adalah tidak melampirkan dokumen pekerjaan dan keuangan. Adapun dokumen yang harus dilampirkan Pins adalah Surat Keterangan Kerja, slip gaji 1 bulan terakhir, dan rekening koran minimal 3 bulan terakhir.
Sementara itu bagi yang berprofesi sebagai pengusaha atau profesional dokumen yang dilampirkan berbeda. Untuk pengusaha, dokumen yang dilampirkan adalah SIUP, laporan keuangan, dan rekening koran.
Untuk profesional, Pins harus melampirkan dokumen izin praktik, laporan keuangan, dan rekening koran.
Pins juga harus melampirkan syarat dokumen properti yang akan dijadikan agunan ke BSI. Dokumen tersebut antara lain fotokopi SHM, fotokopi IMB/PBG, PBB dan Form Kondisi Agunan yang telah ditandatangani.
Untuk sertifikat propertinya ini wajib atas nama Pins dan tidak berstatus induk atau masih terikat kepada developer.
Dalam take over KPR BSI, tenor maksimal untuk rumah tinggal bisa mencapai 30 tahun atau sesuai usia pensiun. Namun jika untuk apartemen atau ruko, tenor maksimalnya ini lebih pendek yaitu 15 tahun.
Sama seperti rumah tapak, untuk bangunan seperti apartemen atau ruko juga harus dilengkapi dokumen properti yang lengkap karena akan dijadikan agunan ke BSI.
Hal pertama yang harus Pins lakukan sebelum mengajukan take over KPR BSI adalah menghitung estimasi cicilan baru menggunakan alat simulasi KPR. Bandingkan cicilan KPR lama Pins dengan estimasi margin BSI agar keputusan yang Pins buat lebih terukur dan tidak hanya berdasarkan asumsi.
Saat ini sudah banyak fitur simulasi yang tersedia online seperti simulasi take over KPR Pinhome. Memiliki penggunaan mudah dan hasil cepat serta akurat, Pins bisa memanfaatkan ini sebelum membuat keputusan.
Jika angka yang didapatkan setelah simulasi menguntungkan, Pins bisa mengunjungi kantor cabang BSI terdekat. Jangan lupa untuk membawa dokumen riwayat cicilan pembayaran kredit di bank lama.
Ketika di sana, cara take over KPR yang baik dan benar adalah bertanya dulu terkait skema yang paling sesuai kebutuhan Pins. Minta BSI menjelaskan pilihan akad, estimasi biaya, dan seluruh proses yang akan Pins jalani sehingga tidak ada yang terlewat.
Langkah berikutnya yang harus Pins lakukan adalah mengisi formulir pengajuan Take Over Griya serta mengajukannya pada BSI disertai dokumen-dokumen yang sudah disebutkan sebelumnya.
Pastikan Pins lancar membayar cicilan di bank lama selama 24 bulan tanpa terlambat sama sekali.
Agar tidak ada ada dokumen yang tertinggal atau tercecer ketika mengajukan take over KPR BSI, Pins bisa memasukkan semua dokumen dalam satu folder. Jangan lupa juga membuat checklist supaya semakin yakin kalau tidak ada yang terlewat.
Tahap berikutnya dalam take over kredit pemilikan rumah BSI adalah proses re-appraisal properti. BSI akan menugaskan tim independen untuk melakukan penilaian ulang terhadap nilai aset properti Pins sebagai jaminan.
Hasil appraisal ini akan sangat memengaruhi plafon pembiayaan yang bisa disetujui, jadi pastikan properti Pins dalam kondisi baik dan terawat saat penilaian dilakukan.
Setelah proses re-appraisal, BSI akan memverifikasi semua dokumen dan menilai kelayakan Pins. Dalam proses take over KPR ini memiliki riwayat pembayaran cicilan yang bersih di bank lama ini tetap menjadi faktor krusial supaya pengajuan diterima.
Setelah verifikasi selesai dan Pins dinilai layak oleh BSI, maka bank akan menghubungi Pins untuk menandatangani akad syariah baru di hadapan notaris. Dalam proses akad ini ada dua jenis akad yang harus Pins ketahui yaitu murabahah dan musyarakah mutanaqisah.
Akad murabahah (jual beli) adalah skema jual beli dimana BSI membeli properti Pins lalu menjualnya kembali kepada Pins dengan harga yang sudah disepakati di awal.
Sementara itu, akad musyarakah mutanaqisah (sewa beli) adalah skema kepemilikan bertahap melalui mekanisme sewa beli yang porsi kepemilikan BSI berkurang seiring pembayaran angsuran.
Setelah akad selesai ditandatangani, cicilan Pins di BSI resmi dimulai dan KPR di bank lama dinyatakan lunas.

Berikut adalah simulasi sederhana sebagai gambaran bagi Pins untuk mendapatkan perbandingan antara cicilan ke BSI serta cicilan ke bank konvensional.
Untuk KPR konvensional, kalau dihitung dengan metode anuitas, maka jika bunganya 12% tahun itu, makan cicilan Pins per bulan sekitar Rp5,5 juta. Namun angka ini bisa semakin naik atau turun kapan saja karena mengikuti bunga pasar.
Sementara untuk cicilan di BSI yang misalkan menggunakan margin 10% per tahun, maka cicilan Pins setiap bulan sekitar Rp4,8 juta. Angka ini sifatnya tetap sampai cicilan Pins selesai. Jadi entah bunga di pasar naik atau turun, angka ini tidak akan ikut berubah.
Simulasi di atas ini hanya gambaran saja dan angka sebenarnya tergantung pada kondisi Pins dan kebijakan BSI yang berlaku ketika mengajukan.
Cara menghitung biaya take over KPR yang lebih akurat dan hasilnya cepat, Pins bisa menggunakan fitur simulasi KPR Pinhome atau konsultasi langsung ke BSI.
Angka cicilan tidak pasti karena mengikuti suku bunga pasar.
Cicilan Tetap (Fixed). Tidak berubah sampai lunas.
Biaya administrasi dalam proses take over KPR BSI bisa dimulai dari Rp0 tergantung pada ketentuan promo yang sedang berlaku di BSI saat Pins mengajukan.
Supaya lebih akurat, Pins bisa mengecek langsung ke BSI untuk kebijakan terbarunya karena kebijakan ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Jika sedang dalam promo, biaya provisi dalam take over kredit pemilikan rumah BSI tidak perlu bayar alias bebas. Namun jika membayar umumnya dihitung sebagai persentase tertentu dari total plafon pembiayaan yang diajukan.
Pastikan Pins selalu mengecek promo yang berlaku di BSI untuk mendapatkan angka yang lebih akurat. Banyak orang gagal take over KPR karena melewatkan detail penting seperti ini.
Dalam periode tertentu biaya appraisal ketika Pins mengajukan take over KPR BSI bisa bebas untuk agunan sampai dengan Rp5 miliar. Namun Pins harus tetap mengecek ke BSI langsung karena ketentuan ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Jika hasil appraisal lebih rendah daripada sisa utang KPR, Pins perlu menyiapkan dana tambahan untuk menutup selisihnya agar proses take over tetap berjalan lancar.
Biaya notaris dan asuransi jiwa syariah tetap diperlukan dalam setiap proses take over kredit pemilikan rumah BSI. Besarannya bervariasi tergantung pada nilai pembiayaan dan profil risiko Pins.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, keunggulan BSI terletak pada biaya-biaya ini bisa diangsur sepanjang tenor, sehingga tidak membebani keuangan Pins secara drastis di awal pembiayaan.
Pins bisa juga mengecek biaya notaris take over KPR untuk mempersiapkan biayanya sejak awal.
BSI menetapkan ketentuan minimal penghasilan yang berbeda berdasarkan wilayah domisili, sehingga Pins perlu memverifikasi ketentuan yang berlaku di daerah Pins. Minimal gaji ini memiliki kaitan erat dengan debt burden ratio (DBR) yang jadi indikator pengajuan Pins disetujui oleh bank.
Debt Burden Ratio (DBR) adalah persentase maksimal penghasilan bulanan yang boleh digunakan untuk membayar seluruh cicilan utang yang dimiliki Pins. Aturan ini melindungi Pins agar tidak terjebak dalam cicilan yang melebihi batas kemampuan.
Take over KPR BSI adalah langkah tepat bagi Pins yang mendambakan kepastian cicilan, bersih dari riba, dan berbagai keunggulan biaya. Program ini jelas butuh persiapan yang matang mulai dari kelengkapan dokumen hingga riwayat pembayaran yang bersih dan konsisten.
Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan BSI, dari cicilan pasti hingga benefit Griya Mabrur, take over ke BSI patut dipertimbangkan oleh Pins.
Pins bisa mulai dari langkah mudah dengan melakukan simulasi dan konsultasi melalui Pinhome untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan terukur sebelum membuat keputusan.
Dapatkan kepastian cicilan tetap dan bebas riba dengan program Take Over KPR BSI. Mulai langkahmu dengan simulasi yang mudah dan terukur.
Simulasi Take Over KPR Sekarang



© www.pinhome.id