Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Nabila Azmi
Jun 17, 2026
8 menit membaca

Daftar Isi
Masalah yang sering dihadapi banyak orang ketika mencicil KPR adalah periode suku bunga tetap (fixed rate) habis dan masuk ke bunga mengambang (floating rate). Itulah sebabnya mengapa take over KPR BNI jadi solusi banyak orang ketika menghadapi masalah itu.
Ya, memindahkan sisa pinjaman berjalan ke bank BNI untuk dapat skema cicilan baru akan memberikan Pins arus keuangan yang lebih aman. BNI sendiri menyediakan program take over KPR.
Programnya sendiri bernama BNI Griya Take Over yang memberikan fasilitas pemindahan pinjaman dari bank lama ke BNI dengan berbagai keunggulan di tahun 2026 ini.

Keunggulan pertama take over KPR BNI terletak pada pilihan suku bunga promo yang beragam. Pilihan promo fixed 1 tahun tersedia dengan bunga sebesar 2,50% per tahun. Kalau Pins butuh yang lebih panjang, BNI juga menyediakan bunga fixed hingga 10 tahun.
Selain opsi fixed, ada juga skema take over berjenjang hingga 20 tahun yang dimulai dari bunga 2,75% pada tahun pertama, lalu jadi 5,75% pada tahun ke-2 dan ke-3, kemudian naik ke 9,75% di tahun ke-4 sampai ke-10, lalu naik kembali pada tahun ke-11 menjadi 10,75% sampai tahun ke-20.
Skema ini jelas memudahkan Pins mengetahui risiko cicilan sejak awal. Namun Pins harus melengkapi dokumen persyaratan paling lambat 30 Juni 2026, karena promo ini tidak berlaku selamanya. Jadi siapkan sekarang juga supaya tidak kehilangan kesempatan mendapatkan promo super menarik ini.
Keunggulan berikutnya dari take over KPR BNI adalah jangka waktu cicilan baru yang sangat panjang hingga 25 tahun. Tenor panjang ini akan memberikan fleksibilitas cicilan yang lebih ringan setiap bulan.
Namun tenor ini berlaku khusus untuk objek agunan berupa hunian rumah tinggal baik dalam bentuk rumah tapak atau rumah susun atau apartemen yang sudah memiliki sertifikat sah.
Dengan tenor KPR hingga 25 tahun tersebut, Pins dapat menyesuaikan besar cicilan bulanan agar arus keuangan tetap terjaga.
Dalam take over KPR BNI, ada perbedaan batas jangka waktu antara sektor komersial dan sektor hunian. Jika Pins mengajukan KPR ruko atau rukan, maka durasi kredit yang diizinkan itu lebih pendek dengan maksimal 10 tahun.
Oleh karena itu, sebelum mengajukan take over, pastikan Pins mengetahui kemampuan finansial Pins terlebih dahulu supaya tidak jadi terbebani ketika melakukan cicilan.
Take over KPR BNI juga menawarkan proses pengajuan yang lebih praktis melalui e-Form BNI Griya. Fitur tersebut adalah jalur resmi untuk mengajukan aplikasi tanpa Pins harus datang ke kantor cabang BNI.
Pengajuan KPR online ini jelas membantu Pins yang punya jadwal padat. Selain itu, proses pengunggahan berkasnya lebih ringkas dan efisien, sehingga pengajuan Pins akan cepat diproses.
Selain promo bunga reguler, take over KPR BNI memiliki program menarik yang disebut dengan KPR Cermat. Dengan program ini, Pins berpeluang menikmati subsidi suku bunga hingga 1%. Subsidi ini akan membuat cicilan Pins semakin ringan karena bunga menurun.
Walaupun begitu, Pins harus tetap memenuhi semua syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan program tersebut.
Fitur Take Over Plus menjadi keunggulan lain ketika Pins perlu dana tambahan ketika mengajukan take over KPR BNI. Melalui fitur ini, pemindahan pinjaman dapat disertai pencairan dana segar sesuai penilaian bank.
Dana tersebut bisa dipakai untuk kebutuhan konsumtif, misalnya renovasi rumah, pendidikan, investasi, dan sebagainya. Pahami juga cara kerja take over & top up supaya Pins bisa lebih yakin sebelum memutuskan fitur ini.
Pada 2026, BNI menghadirkan program khusus bernama BNI Take Over Now. Program ini memberikan diskon biaya provisi untuk pemindahan pinjaman dari bank lain menuju BNI. Kalau normal, biayanya ini sebesar 1% dari plafon kredit, sehingga program ini jelas harus dimanfaatkan.
Supaya Pins lebih optimal dalam memanfaatkan promo KPR, Pins harus memperhatikan periode dan kuota program. Programnya hanya berlaku sampai 30 Juni 2026 dengan tambahan cashback Rp500 ribu untuk 100 orang pertama dengan status aplikasi booking.
Syarat lainnya mencakup nilai pinjaman minimal Rp50 juta, aktivasi wondr by BNI, dan transaksi finansial. Pins juga wajib melakukan minimal satu kali transaksi keuangan melalui platform wondr by BNI. Melalui promo ini, take over KPR BNI dapat terasa lebih hemat pada tahap awal pengajuan.

Syarat take over KPR BNI pertama adalah Pins wajib berstatus Warga Negara Indonesia. Selain itu, usia minimal Pins saat mengajukan permohonan adalah 21 tahun.
Selain memiliki batas minimal saat mengajukan permohonan, ada usia batasan juga saat masa pinjaman berakhir yang harus dipenuhi Pins.
Bagi Pins yang berprofesi sebagai pegawai atau karyawan, usia maksimal saat kredit berakhir adalah 55 tahun atau sesuai usia pensiun. Sementara untuk wiraswasta dan profesional lebih panjang yaitu 65 tahun.
Untuk mengajukan take over KPR BNI dengan lancar, Pins yang berprofesi sebagai karyawan tetap harus memenuhi syarat minimal masa kerja.
Bagi perusahaan yang belum go public, minimal Pins sudah bekerja selama 2 tahun. Untuk yang sudah go public sendiri 1 tahun. Bagi PNS, BUMN, BUMD, maupun yang ada di instansi pemerintah lainnya, tidak ada batasan minimal masa kerja.
Pins yang berprofesi sebagai wiraswasta dan profesional juga harus memenuhi syarat durasi operasional ketika mengajukan take over KPR BNI. Adapun lamanya durasi yang sudah dijalankan aktif adalah minimal 2 tahun.
BNI tidak hanya menilai dari syarat usia hingga status pekerjaan, bank ini juga memerlukan riwayat kredit Pins di bank lama.
Untuk mengajukan take over Kredit Pemilikan Rumah BNI, cicilan rumah Pins di bank lama harus sudah berjalan minimal 1 tahun. Selain itu, Pins juga harus melampirkan bukti bahwa pembayaran Pins lancar.
Salah satu faktor gagal take over KPR adalah adanya cicilan tidak lancar di bank lama, sehingga ini jadi bahan pertimbangan oleh bank baru.
Syarat take over KPR BNI yang harus dipenuhi oleh Pins terkait dokumen adalah identitas diri dan data pajak pribadi. Identitas pribadi meliputi fotokopi KTP suami-istri, Kartu Keluarga, dan Surat Nikah (jika sudah menikah).
Selain itu Pins juga perlu menyiapkan pas foto ukuran 3×4 untuk kelengkapan administrasi. Selanjutnya, dokumen pajak berupa fotokopi NPWP Pribadi atau SPT PPh Pasal 21.
Bukti penghasilan yang harus Pins lampirkan adalah fotokopi rekening gaji 3 bulan terakhir dan surat keterangan kerja asli dan slip gaji terbaru untuk profesi karyawan.
Dalam mengajukan take over KPR BNI, dokumen yang harus Pins lampirkan ketika Pins berprofesi sebagai profesional adalah fotokopi Surat Izin Praktik atau Surat Kepengurusan perpanjangan izin praktik dari instansi terkait.
Selanjutnya untuk bukti penghasilan, Pins wajib melampirkan mutasi rekening koran 6 bulan terakhir.
Profesi wiraswasta wajib melampirkan bukti penghasilan dan legalitas saat mengajukan take over Kredit Pemilikan Rumah BNI.
Bukti penghasilan yang harus dilampirkan adalah fotokopi rekening koran 6 bulan terakhir dan fotokopi laporan keuangan 2 tahun terakhir.
Untuk dokumen badan usaha, Pins perlu melampirkan fotokopi SIUP, Surat Izin Usaha Lainnya, TDP, NIB, surat kepengurusan, perpanjangan jika TDP atau NIB sedang diproses.
Selain itu, Pins juga harus melampirkan fotokopi Akte Pendirian atau akta perubahan terakhir (jika ada perubahan dalam perusahaan)
Terakhir adalah dokumen legalitas objek agunan properti. Kalau Pins menjaminkan properti baru, maka Pins melampirkan Surat Pemesanan Rumah. Namun kalau Pins menjaminkan properti bekas, maka Pins wajib melampirkan IMB, Bukti Lunas PBB tahun terakhir.
Baik properti baru atau seken wajib dilampirkan bukti kepemilikan yang sudah dalam bentuk sertifikat dan punya IMB.
Berikut ini simulasi Take Over KPR BNI yang bisa jadi bahan referensi kamu:
| Kondisi Skema KPR | KPR Bank Lama (Floating) | KPR BNI (Tahun Pertama) |
|---|---|---|
| Suku Bunga Bulanan | 13% (Floating Tinggi) | 2,75% (Berjenjang Awal) |
| Estimasi Cicilan Per Bulan | ± Rp6.300.000 | ± Rp3.300.000 |
| Komponen Biaya Bank | Perhitungan / Kisaran Biaya |
|---|---|
| Biaya Provisi | Rp5.000.000 (1% dari Plafon Rp500 Juta) |
| Biaya Administrasi Bank | Rp750.000 s.d Rp2.500.000 (Sesuai ketentuan wilayah) |
Take over KPR BNI menawarkan peluang untuk mengeluarkan Pins dari cicilan memberatkan setelah bunga floating berlaku. Pilihan bunga promo, tenor panjang, e-Form, KPR Cermat, dan Take Over Plus memberi fleksibilitas yang bisa Pins pertimbangkan.
Namun, Pins tetap harus memperhatikan syarat usia, pekerjaan, dokumen, dan riwayat cicilan. Sebelum mengambil keputusan, bandingkan biaya awal, kenaikan bunga berjenjang, dan kemampuan bulanan.
Kalau Pins ingin proses yang lebih praktis, aman, dan cepat, manfaatkan Layanan Take Over KPR via Pinhome. Pins akan didampingi dari awal sampai akhir oleh tim Pinhome, sehingga tidak perlu ribet mengurusi masalah administrasi.
Dengan persiapan tepat, take over ke BNI dapat membantu Pins memiliki rumah idaman dengan cicilan lebih ramah di kantong.




© www.pinhome.id