Pinhome

Berita Pinhome

Syarat Membuat Akta Kelahiran, Apa Saja?

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Bagi pasangan yang sudah menikah dan ingin memiliki anak, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah akta kelahiran. Sesuai peraturan pemerintah, akta kelahiran perlu dibuat setiap ada penambahan anggota keluarga baru dari kelahiran, Pins. Yuk simak apa saja syarat membuat akta kelahiran.

Sesuai amanat Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, untuk pendataan bayi baru lahir perlu dibuatkan akta kelahiran, selambat-lambatnya adalah 60 hari setelah tanggal kelahiran, Pins.

Kenapa kita harus mengurus akta kelahiran anak? Fungsi kedepannya adalah untuk bisa mendapatkan pelayanan publik dari pemerintah maupun non-pemerintah. Artinya, bayi yang baru dilahirkan, wajib untuk dilaporkan agar mendapatkan akta kelahiran. Bayi ini akan terdaftar dalam data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Setelah didaftarkan, bayi akan dimasukan ke dalam Kartu Keluarga (KK) dan akan mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Yang perlu diingat adalah akta kelahiran yang resmi diterbitkan oleh Dukcapil. Tentunya kamu tidak ingin buah hatimu tidak tercatat dalam data penduduk di Indonesia, bukan Pins?

Mengenal Jenis dan Syarat Akta Kelahiran

Ada beberapa jenis akta kelahiran yang berlaku di Indonesia:

  1. Akta Kelahiran Umum.

Akta kelahiran ini dibuat berdasarkan atas laporan sejak tanggal kelahiran yang diurus dalam batas waktu 60 hari kerja untuk Warga Negara Indonesia dan 10 hari kerja bagi Warga Negara Asing.

2. Akta Dengan Rekomendasi.

Akta Kelahiran yang dibuat atas rekomendasi dari Kepala Dinas berdasarkan laporan kelahiran yang telah melampaui batas waktu 60 hari kerja untuk Warga Negara Indonesia dan 10 hari kerja untuk Warga Negara Asing.

Dikutip dari laman resmi Disdukcapil Provinsi DKI Jakarta, proses Penerbitan Kutipan Akta Kelahiran pada Instansi Pelaksana (Disdukcapil) paling lambat 14 hari kerja, dan tanpa dipungut biaya apapun atau gratis. Ingat, jangan sampai kamu tertipu calo, Pins.

Bagaimana cara mengurus akta kelahiran baru?

Mungkin sebagai orangtua baru, kamu selama ini bertanya-tanya bagaimana cara mengurus akta kelahiran. Dan apa saja syarat membuat akta kelahiran. Ternyata mudah, Pins. Walaupun mungkin ada perbedaan persyaratan yang diperlukan, karena wilayah domisili yang berbeda-beda, tetapi sebagian besar persyaratannya sama, Pins. Berdasarkan laman resmi Dukcapil Jakarta, pelaporan kelahiran harus memenuhi persyaratan berikut ini. Khusus di Ibu Kota DKI Jakarta, pencatatan akta kelahiran dapat dilakukan di:

  • Dinas
  • Suku Dinas
  • Seksi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kecamatan
  • Puskesmas Kecamatan
  • Rumah Sakit, dan
  • Loket pelayanan lainnya.

Sebagai dasar pengurusan akta kelahiran yaitu UU No. 24/2013 tentang Perubahan atas UU No. 23/2006, pencatatan dilakukan pada instansi pelaksana sesuai dengan domisili pelapor, Pins. Jadi jika kamu lahir di Jakarta, maka kamu harus melapor di instansi yang berlokasi di Jakarta juga. Waktu pelayanan adalah 5 hari kerja sejak tanggal diterimanya berkas persyaratan lengkap. Lokasi pelayanan di Kelurahan.

Apa saja persyaratan yang perlu dibawa?

Berikut adalah dokumen yang diperlukan untuk membuat akte kelahiran:

  • Surat Keterangan Kelahiran dari Rumah Sakit/Dokter/Bidan/Pilot/Nahkoda
  • Asli dan fotokopi KK bagi penduduk/SKSKPNP bagi penduduk non-permanen
  • Asli dan fotokopi KTP orang tua/ SKDS/ Surat Keterangan Pelaporan Tamu
  • Asli dan fotokopi Surat Nikah/Akta Perkawinan Orangtua
  • Asli dan fotokopi paspor bagi warga negara asing
  • Surat Keterangan Kepolisian untuk anak yang tidak diketahui asal-usulnya
  • Surat Keterangan dari lembaga sosial untuk kelahiran anak penduduk rentan.

Setelah itu, sebagai orang tua, kamu harus mengurus akta kelahiran anak di Suku Dinas Dukcapil Kotamadya, Pins. Syarat membuat akta kelahiran adalah sebagai berikut:

  1. Surat Keterangan Kelahiran dari Kelurahan
  2. Asli dan fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran/Nakhoda Kapal Laut atau Pilot Pesawat Terbang dengan memperlihatkan aslinya
  3. Surat Nikah/Akta Perkawinan orangtua
  4. Fotokopi KK dan KTP orangtua
  5. Nama dan identitas saksi pelaporan kelahiran
  6. Persetujuan Kepala Dinas/Suku Dinas dalam hal pelaporannya melebihi 60 hari sejak tanggal kelahirannya.

Itulah beberapa syarat membuat akta kelahiran. Jangan sampai lupa membuat akta kelahiran untuk buah hati ya Pins. Karena akta kelahiran ini merupakan wujud pengakuan negara mengenai status individu, status perdata, dan status kewarganegaraan seseorang. Akta kelahiran juga memiliki manfaat yang sangat besar. Contoh, mendaftar sekolah, pengajuan kredit pemilikan rumah, pembuatan paspor, dan lain sebagainya.

Baca juga Pelajari Cara Membuat Akte Kelahiran

Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel