Pinhome

Sungai Nil terpanjang di dunia

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 3 February 2020 ∙ 5 menit membaca

Sungai Nil – Nil adalah salah satu sungai besar dan terpanjang di dunia yang mengalir terus sejak masa lalu yang suram hingga masa kini yang bergolak. Namun, Nil masih tetap sebagai sungai.

Bagi orang yang tinggal di sepanjang sungai, Nil merupakan sebuah dewa, sumber dan jalan hidup mereka. Selama ribuan tahun merupakan sumber air, makanan, dan transportasi utama bagi jutaan orang Afrika.

Orang Mesir kuno menyembah Nil dan sempat mempersembahkan lagu bagi kekuatan dan keindahannya. Setiap tahun mereka memohon kepada Tuhan agar bengawan Nil banjir agar menyuburkan tanah sekitarnya.

Sebagai bagian dari permohonan mereka, orang Mesir kuno melemparkan seorang perawan sebagai pengantin ke dalam air sungai. Setelah banjir, mereka memuji Tuhannya karena telah memenuhi gudang dan lumbung sehingga tersedia pangan bagi rakyat yang miskin.

Dalam suatu himne Nil yang telah menghidupi manusia dari perut buminya. Namun, orang Yahudi kuno yang takut terhadap suatu pemberontakan rakyat, memutuskan bahwa setiap anak laki-laki Yahudi yang lahir harus dibuang ke bengawan Nil.

Sebuah episode menarik di dalam Kitab Perjanjian Lama menceritakan tentang putri Firaun yang menemukan bayi Yahudi, Musa, berada di dalam kotak terapung di atas Sungai Nil.

Bengawan besar ini merupakan sejarah yang menarik dan sangat berarti. Cleopatra, seorang ratu Mesir, berlayar di Nil. Julius Caesar dan Mark Antony berdiri di pinggir air sungai kuno ini. Kekaisaran meluas mencakup tepi bengawan yang sangat luas ini: Nubia, Meroe, dan Mesir.

Kekaisaran kini telah hilang, tetapi sungai yang maha luas ini masih tetap mengalir. Kini banyak bendungan air yang paling modern di dunia membelokkan air bengawan dan mengubah jutaan hektar gurun menjadi lahan pertanian yang subur.

Induk Sungai, demikian orang Mesir dengan hormatnya menyebut Nil, masih memberikan kehidupan bagi jutaan orang, seperti di waktu-waktu lampau.

Peta awal dan akhir aliran Sungai Nil

Kunjungi peta aliran Sungai Nil di google map

Dua Cabang Sungai Nil

Sistem Nil terdiri atas dua cabang sungai, Nil Putih dan Nil Biru. Kedua aliran itu bertemu di Khartum, ibu kota Sudan. Dengan jarak alir ke laut sepanjang 3.000 km dari Khartum, kedua anak sungai yang bergabung itu disebut dengan Nil.

Pertemuan sungai Biru dengan Putih
Di Khartun Sudan, Sungai Biru bersatu dengan sungai Putih

Nil merupakan sungai terpanjang di Afrika dan merupakan salah satu yang terpanjang di dunia. Sebagian ahli geografi terkemuka juga menyatakan bahwa Nil adalah yang terpanjang di dunia. Sepanjang alirannya ke Laut Tengah, melewati pegunungan yang berteras, hutan tropis, dan gurun.

Nil Putih

Hulu Sungai Nil Putih biasanya dianggap bermula di Danau Victoria, di sebuah pegunungan Uganda yang tingginya 1.134 m. Dari sini, panjang dari laut adalah 5.600 km. Namun, sebagian ahli geografi menyatakan bahwa hulu Nil Putih adalah di induk Sungai Kagera, 800 km jauhnya dari laut.

Nil Putih

Nil Putih dikenal dengan beberapa nama. Ketika meninggalkan Danau Victoria, sungai ini disebut Nil Victoria. Setelah melewati air terjun Murchison dan melalui Danau Albert, sungai ini disebut Nil Albert.

Orang di sepanjang bagian Nil ini menanam biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan. Setelah Danau Albert, lembah bengawan meluas dan Nil Putih menyusur melewati cagar alam buas yang penuh dengan gajah, singa, jerapah, dan berbagai binatang buruan Afrika lainnya.

Di tempat ini, Nil disebut dengan Bahr el Jebel, yang mengalir lambat dan sempit melalui sungai-sungai berawa yang panjangnya 560 km di wilayah Sudan yang dikenal dengan Sudd.

Karena Nil berarus pelan di bawah terik matahari, volume airnya hilang hampir separuhnya karena penguapan dan penyebaran. Hingga abad ke-19, wilayah Sudd yang berawa menghalangi para penjelajah untuk menyusuri sungai sampai ke hulunya. .

Setelah Nil Putih melewati daerah Sudd mengalir ke Khartum, yaitu tempat Nil Putih ini bertemu dengan Nil Biru.

Nil Biru

Hulu sungai Nil Biru berada di Danau Tana, Ethiopia, pada ketinggian 1.800 m di atas paras laut. Di awal alirannya melewati wilayah yang berteras. Namun, sebelum mencapai Khartum, lembah Nil Biru menjadi semakin luas dan airnya digunakan untuk mengairi Cezira.

Daerah Gezira di Sudan, adalah dataran lembah yang luasnya hampir 800.000 hektar, dengan kapas sebagai tanaman utamanya.

Banjir singkat musim panas Nil Biru membawa sekitar 60% air, sehingga arus yang kuat menahan air Nil Putih yang lambat. Selama banjir, endapan lumpur tebal dari pegunungan di Ethopia diendapkan di lembah Nil.

Dari Khartum ke Aswan, sungai ini melewati enam air terjun yang terjal, yang memperlambat arus airnya. Dari Aswan, Nil mengalir terus tanpa rintangan ke laut.

Aswan
Aswan

Jika dilihat dari udara, lembah sungai besar ini mirip pita hijau tipis yang melingkar-lingkar di gurun. Kecuali di daerah deltanya di luar Kairo, lebar rata-rata pita hijau ini adalah 16-24 km.

Sama seperti ribuan tahun sebelumnya, petani di sepanjang bengawan tetap mengharapkan banjir di akhir musim panas yang meninggalkan endapan lumpur tebal sehingga menyuburkan tanaman mereka.

Di waktu lampau, banjir Sungai Nil dalam beberapa tahun terlalu besar, namun pada tahun-tahun lainnya banjir Nil terlalu kecil. Namun, kini bendungan besar khususnya Bendungan Tinggi Aswan, membantu mengendalikan aliran bengawan ini.

Setelah melewati Kairo, aliran memasuki delta dan kemudian bercabang menjadi dua cabang utama yang disebut Damietta dan Rosetta. Bengawan ini mengalir sejauh 240 km di dalam kedua cabang sebelum bermuara di Laut Tengah.

Sungai bersejarah ini mengakhiri aliran panjangnya setelah perjalanan yang jauh. Suatu perjalanan melewati pegunungan, hutan, dan gurun yang gersang.

Suatu perjalanan melalui piramida yang sangat tua dan patung kuno Ramses II di Abu Simbel, melalui Medinet Habu dan Deir el Bahari, melalui kelompok petani yang mengambil air dengan roda-air yang disebut sakia, dan melalui kelompok petani yang menggunakan pompa disel untuk mengairi lahannya.

Dengan melewati Sphinx di Giza dan berbagai gedung pencakar langit yang gemerlapan di Kairo, Sungai Nil terus mengalir selama-lamanya.

Baca juga:

Tags :

    Artikel Pilihan

    Finansial
    Finansial Memahami Pengertian Pajak dan Jenis-jenisnya

    Demi berjalannya sebuah negara, seluruh warga negara sebisa mungkin harus ikut berkontribusi. Salah

    Berita Pinhome
    Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

    Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

    Finansial
    Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

    Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

    Properti
    Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

    Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

    Properti
    Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

    Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

    Artikel Terkini

    Properti
    Properti 8 Rekomendasi Perumahan di Jakarta Selatan

    Bukan rahasia lagi, daerah Jakarta Selatan selalu dikenal dengan daerah elit.  Bagaimana ti

    Properti
    Properti 10 Perumahan Subsidi di Depok Murah Banget

    Apa yang dimaksud dengan perumahan subsidi? Dilansir dari Bisnis.com, perumahan subsidi adalah h

    Properti
    Properti 10 Rekomendasi Perumahan di Tangerang

    Saat ini, Tangerang sudah mulai banyak digemari oleh penggiat properti, lho! Infrastrukturnya ya

    Properti
    Properti 3 Perumahan di Atas Mall yang Punya Daya Tarik

    Pernahkah Pins melihat bahwa ternyata terdapat sebuah perumahan eksklusif di atas pusat perbelanjaa

    Arsitektur & Desain
    Arsitektur & Desain 3 Inspirasi Denah rumah 4 Kamar dengan 1 Mushola

    Bagi Pins yang beragama islam, tentu perlu untuk melaksanakan kewajiban keagamaannya seperti sholat

    Ikuti Media Sosial Kami

    Pinhome Indonesia