Pinhome

Uncategorized

Strategi Menggunakan Batu Alam Untuk Dekorasi Rumah

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Penggunaan batu alam sebagai bagian dari dekorasi untuk mempercantik rumah adalah hal yang semakin marak belakangan. Pemasangan batu alam seperti misalnya di bagian dinding luar di sekitar teras, atau juga di bagian dinding yang dekat dengan taman semakin menjadi favorit terutama untuk warga perkotaan.

Ini tentu bukan hal yang aneh lagi, pasalnya keindahan batu alam bisa menjadikan rumah tampak natural dengan sentuhan tekstur tegas yang timbul dari pemasangan di bagian yang disebutkan tadi.

Namun dibalik keindahannya, memilih batu alam untuk digunakan sebagai bagian dekorasi rumah memerlukan pemahaman tersendiri. Artikel berikut sajikan tipsnya untuk Anda.

Batuan Alam, Dari Alam Untuk Keindahan Rumah, Pahami Karakternya

Batuan alam adalah murni batuan yang diambil langsung dari alam untuk dilakukan proses industrial selanjutnya. Sebagai informasi, batuan yang ditawarkan di pasaran  sebagai bagian dari dekorasi rumah, tadinya adalah batuan berukuran besar yang lalu dipecah menggunakan mesin pemecah batu untuk selanjutnya dipasarkan dalam bentuk sebagaimana yang biasa kita kenal.

Karena berasal dari alam langsung, maka karakter batu alam yang dijual di pasaran tidak bisa disamaratakan antara satu dengan lainnya, berikut adalah strategi menggunakan batu alam sebagai bagian dari dekorasi rumah.

1. Tingkat Kekerasan Berbeda, Penggunaan Berbeda

Tingkat kekerasan batu alam penghias rumah berbeda-beda, setidaknya ada dua tingkat kekerasan batu. Yang pertama adalah batuan solid, dengan ciri, tidak menyerap air, bercorak lebih kusam, dan tidak mudah patah. Batuan dengan ciri solid sangat pas bila dipasangkan pada bagian eksterior rumah.

Yang kedua adalah batuan non solid yang memiliki ciri, menyerap air, warna lebih cerah dan mudah patah, selain itu batuan jenis ini juga mudah berlumut. Secara penggunaan sangat cocok untuk bagian interior seperti misal taman dalam ruangan, serta bagian dalam kolam ikan yang ingin dihias dengan batu alam.

2. Pilih Jenis Batu Yang Sesuai Dengan Konsep Rumah

Tak sembarang batu bisa pas diterapkan untuk desain rumah apapun, setiap jenis batu mewakili satu gaya desain tertentu, seperti misalnya, purwakarta, salagendang dan andesit, yang pas untuk gaya desain minimalis modern. Adapun jenis batu baligreen, pacitoroso, paras jogja, atau palimanan yang cocok untuk diadaptasi pada rumah bergaya desain mediterania. Sedangkan, jenis batu candi belah, bronjol pelabuhan serta batu kali belah sangat pas untuk dipasang pada hunian bergaya tradisional modern.

3. Sudah Paham Jenisnya, Ketahui Model Pemasangannya

Tak hanya mengetahui jenis batu yang akan dipasangkan, bentuk pemasangan juga perlu untuk diketahui. Seperti halnya jenis batu, pola pemasangan juga mewakili gaya desain tersendiri, seperti misal, pola acak yang pas untuk pemasangan rumah bergaya tradisional modern, rumah bergaya tropis Mediterania yang mengadaptasi bentuk fleksibel. Dan tentu berlainan dengan gaya minimalis modern yang bisa mengadaptasi banyak gaya seperti misalnya, lurus, bujur sangkar, susun sirih atau kombinasi.

Tags :

Bagikan Artikel