Pinhome

7 Sifat Jenis Bunyi

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 13 October 2021 ∙ 6 menit membaca

Sifat-sifat bunyi – Bunyi merupakan sebuah gelombang dari benda yang bergetar yang bisa didengar oleh indera pendengaran manusia maupun hewan.

Tentunya kita biasa mendengar suara maupun bunyi dalam kehidupan sehari – hari, contohnya saja saat mendengar musik atau saat berbicara.

Terdapat 3 (tiga) syarat terjadinya bunyi, yakni sumber bunyi, perantara, serta reseptor bunyi atau penerima bunyi.

Perantara atau yang biasa disebut dengan medium bisa berupa benda cair, benda padat, maupun melalui udara. Gelombang bunyi terdiri dari molekul udara yang bergetar merambat ke segala arah.

Pengertian Bunyi

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bunyi merupakan sesuatu yang didengar (terdengar) atau ditangkap oleh telinga.

Sedangkan pengertian bunyi secara umum adalah suatu gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Sementara benda yang menghasilkan bunyi disebut dengan sumber bunyi.

Tiga Syarat Terjadinya Bunyi

  1. Sumber bunyi
  2. Perantara
  3. Reseptor bunyi atau penerima bunyi

Perantara atau yang biasa disebut dengan medium bisa berupa benda cair, benda padat, maupun melalui udara. Gelombang bunyi terdiri dari molekul udara yang bergetar merambat ke segala arah.

Setiap saat molekul – molekul itu ada yang merenggang dan berdesakan, jika molekul tersebut berdesakan maka akan menghasilkan wilayah yang memiliki tekanan tinggi.

Sedangkan jika molekul tersebut merenggang maka akan menghasilkan wilayah yang memiliki tekanan yang rendah.

Gelombang bertekanan rendah dan tinggi secara bergantian bergerak di udara, yang kemudian menyebar dari sumber bunyi yang dihantarkan menuju alat pendengaran manusia yakni telinga.

Gelombang bunyi merupakan jenis gelombang longitudinal.

Contoh Sifat Cahaya

Sifat Sifat Bunyi

Terdapat beberapa sifat – sifat dan karakteristik tersendiri dari gelombang bunyi. Berikut ini adalah 6 (enam) sifat – sifat gelombang bunyi beserta dengan penjelasannya, di antaranya adalah:

1. Bunyi Dapat Dipantulkan atau Refleksi

Sifat gelombang bunyi yang pertama adalah bisa dipantulkan, bunyi merupakan gelombang longitudinal yang salah satu sifatnya bisa dipantulkan.

Contoh dari fenomena bunyi bisa dipantulkan bisa kita dengarkan saat bunyi kita bergema dan menghasilkan gaung atau gema.

2. Gelombang Bunyi Termasuk Gelombang Longitudinal

Sifat yang kedua adalah bunyi merupakan gelombang longitudinal, yang dimaksud dari gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar atau sama dengan arah getar bunyi tersebut.

Jika arah bunyi ke kiri maka bunyi juga akan merambat ke kiri.

3. Bunyi Bisa Dibiaskan

Sifat yang ketiga adalah bunyi bisa dibiaskan atau yang biasa disebut dengan refraksi, hal ini bisa membuat suara yang dihasilkan tidak sekeras dengan suara aslinya.

Contoh dari sifat yang satu ini adalah suara petir terdengar lebih keras di malam hari, hal ini dikarenakan suhu udara di bawah lebih dingin dibandingkan suhu udara yang ada di atas.

4. Bunyi Bisa Mengalami Pelenturan

Sifat yang keempat adalah bunyi bisa mengalami pelenturan atau yang biasa kita sebut dengan istilah difraksi.

Hal ini dikarenakan gelombang bunyi memiliki panjang dalam rentang sentimenter sampai dengan beberapa meter, sehingga memudahkan gelombang bunyi untuk mengalami difraksi.

Contoh dari sifat bunyi yang satu ini adalah ketika kita mendengar suara sepeda motor atau mobil yang ada ditikungan jalan.

Meski kita belum melihat sepeda motor atau mobil tersebut berbelok, tapi bunyi yang dihasilkan dari sepeda motor atau mobil tersebut sudah terdengar oleh kita terlebih dahulu.

5. Bunyi Memerlukan Medium

Sifat bunyi yang kelima adalah bunyi memerlukan medium untuk merambat, hal ini dikarenakan bunyi merupakan gelombang yang bergerak.

Maka dalam pergerakannya, gelombang bumi memerlukan medium atau media penghantar. Medium atau media penghantar gelombang bunyi bisa berbentuk zat padat, zat cair, maupun zat udara.

6. Bunyi Mengalami Perpaduan atau Interferensi

Sifat gelombang bunyi yang terakhir adalah mengalami perpaduan atau yang biasa disebut dengan istilah interferensi.

Maksud dari interferensi disini adalah bunyi yang kita dengar dari dua buah sumber yang berbeda, akan tetapi jika kedua gelombang bunyi tersebut memiliki frekuensi yang sama, maka kita akan mendengar bunyi tersebut lebih keras lagi.

Contoh Bunyi Frekuensi

Contoh sifat gelombang bunyi yang satu ini adalah saat 2 (dua) loudspeaker menyetel lagu secara bersama – sama, kita akan mendengar suara yang lemah dan kuat secara berganti-gantian.

Sifat-sifat Bunyi Audiosonik

Adapun sifat-sifat bunyi yang berasal daro audiosonik adalah sebagai berikut ini.

1. Bunyi Audiosonik

Bunyi audiosonik adalah bunyi yang mampu didengar oleh telinga manusia, normalnya memiliki frekuensi antara 20 getaran dalam setiap detik (hertz = Hz) hingga s/d 20.000 getaran dalam setiap detik (hertz = Hz).

Bunyi dalam daerah frekuensi ini disebut dengan bunyi audiosonik.

2. Bunyi Infrasonik

Bunyi infrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensinya kurang dari 20 Hz dan tidak dapat didengar oleh telinga manusia normal. Bunyi pada daerah frekuensi ini disebut dengan bunyi infrasonik.

3. Bunyi Ultrasonik

Demikian juga dengan bunyi ultrasonik yang memiliki frekuensi di atas 20.000 Hz. Bunyi pada daerah frekuensi ini disebut bunyi ultrasonik.

Laju rambat bunyi di udara pada suhu kamar kurang lebih 340 m/s. Saat ini banyak pesawat terbang, terutama untuk jenis pesawat tempur yang dapat terbang dengan laju melebihi laju rambat bunyi di udara.

Manfaat Bunyi Ultrasonik

Dalam kehidupan sehari-hari, ultrasonik dimanfaatkan dalam berbagai bidang, yaitu

  1. Bidang kedokteran, dimanfaatkan untuk diagnosa dan pengobatan, untuk menghancurkan tumor atau batu ginjal, dan untuk mempelajari bagian-bagian tubuh yang tidak boleh terkena sinar X, misalnya janin dalam kandungan;
  2. Untuk membunuh bakteri dalam makanan yang akan diawetkan;
  3. Untuk membuat campuran logam agar rata;
  4. Alat kontrol jarak jauh (remote control).

Batas pendengaran Manusia

Syarat agar bunyi dapat didengar manusia, yaitu

  1. Frekuensinya antara 20 Hz – 20.000 Hz (daerah audiosonik);
  2. Kekuatannya 1 dB atau lebih;
  3. Ada zat antara berupa gas, zat cair, atau zat padat;
  4. Diterima oleh telinga orang normal dan dalam keadaan sadar.

Bunyi Merambat Paling Cepat Melalui?

Demikian seterusnya sehingga bunyi merambat melalui zat tersebut. Karena letak molekul-molekul zat padat sangat berdekatan maka bunyi dapat berpindah lebih cepat dibandingkan pada zat cair atau gas.

Laju rambat bunyi di dalam zat cair tidak sebesar di dalam zat padat, tetapi lebih besar dibandingkan dengan laju rambat bunyi di dalam gas.

Hal ini karena jarak antarmolekul zat cair lebih jauh dibandingkan dengan jarak antarmolekul zat padat, namun lebih dekat dibandingkan dengan jarak antarmolekul gas.

Proses Terjadinya Bunyi

Bunyi tidak bisa merambat di ruangan hampa udara. Proses terjadinya bunyi akan terjadi jika syarat terjadinya bunyi terpenuhi terlebih dahulu.

Bunyi termasuk gelombang longitudinal, dimana arah getaran sama dengan arah rambat. Suara yang dapat kita dengar normalnya berada pada frekwensi antara 20 Hz hingga s/d 20 kHz.

Contoh Bunyi Gelombang Transversal

Berikut adalah  contoh proses terjadinya bunyi yang kita dengar :

  1. Sumber bunyi bergetar
  2. Daun telinga menangkap getaran tersebut, hingga masuk ke selaput pendengaran yang ada di gendang telinga
  3. Kemudian, syaraf-syaraf pada telinga meneruskan menuju ke otak,
  4. Otak melakukan pemisahan atau membedakan jenis-jenis bunyi yang masuk dan menyimpannya.

Nah, demikianlah penjelasan kali ini mengenai sifat-sifat bunyi lengkap beserta contoh penjelasan lainya.

Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas dari sekolah maupun dari perguruan tinggi, dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai seputar bunyi.

Sekian Terima Kasih.

Tags :

Bagikan Artikel