Pinhome

4 jenis senjata tradisional NTB lengkap penjelasannya

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 17 May 2018 ∙ 5 menit membaca

Senjata Tradisional NTB – Masyarakat suku Sasak, Bima dan Sumbawa memiliki berbagai jenis kebudayaan. Diantara karya budaya yang sampai saat ini masih akrab dengan kehidupan mereka adalah senjata adat.

Pada masa silam, senjata tradisional ini dibuat dengan maksud sebagai sarana untuk perlindungan diri baik dari serangan musuh maupun dari binatang buas, dan sebagian lainnya juga digunakan untuk berburu binatang untuk konsumsi.

Senjata adat NTB yang populer antara lain : Keris, Kelewang, Golok dan Tulup. Silakan menyimak uraian di bawah ini untuk mendapatkan pemahaman selengkapnya.

1. Keris

Keris Senjata adat NTB
Keris NTB

Masyarakat provinsi ini juga mengenal beberapa jenis keris sebagai senjata adat NTB. Namun, ada 2 jalur yang dilalui budaya keris masuk ke NTB, yaitu lintasan utara dari Bugis masuk ke NTB bagian timur, sedangkan lintasan Barat dari Bali ke Lombok.

Perbedaan keduanya terutama dari segi bentuk. Keris Lombok pada umumnya berukuran besar dan panjang, yaitu antara 58 cm – 71 cm. Sedangkan keris Sumbawa berukuran besar dan pendek, yaitu antara 34 cm – 51 cm. Sementara itu keris Jawa berukuran sedang, antara 49 cm – 51 cm.

Istilah Keris di lombok juga dikenal dengan sebutan Sampari, yaitu istilah lokal etnis Mbojo (Bima dan dompu) untuk Keris yang berada di wilayah pulau Sumbawa bagian timur. Tampilannya tetap mengadopsi dari asal muasal induk, yaitu khas jajaran keris Sulawesi.

Desain Keris NTB

Untuk variasi kayu, biasanya memasangkan dua jenis pilihan, pada angkup (yang menyerupai badan kapal phinisi) dan hulu menggunakan kayu kemuning, dengan tekstur yang lebih padat. Lalu pada gandar yang bercorak coklat gelap sejauh ini belum bisa diidentifikasi.

Tekstur kayu tidak sepadat kemuning, namun melihat tektur terdapat formasi belang seperti merujuk pada jenis kayu yang oleh komunitas Sulawesi dijuluki kayu Bawang.

Baca juga : Senjata Tradisional Bali

2. Kelewang

Kelewang NTB
Kelewang Senjata Tradisional NTB

Klewang merupakan pedang khas tentara khusus kerajaan Lombok. Kelewang ini dibuat sekitar tahun 1700 – 1800 Masehi. Sebagaimana diungkap dalam buku “Keris Lombok” karangan Bapak Ir. Lalu Djelenga.

Masyarakat Lombok lebih sering menyebut pedang dengan nama Klewang. Julukan yang hampir sama bagi semua jenis pedang. Pasukan tentara kerajaan biasanya menyandang Kelewang di punggungnya.

Kelewang berbentuk bilah besi terhunus dengan lengkungan khas. Ujung mata kelewang meruncing pada sisi bilah bagian yang tajam. Pamor pada pangkal bilah sangat kontras dengan motif yang kian tampil cantik, terutama pada bagian tengah bilah hingga ujung. Rentang panjang bilah mencapai 50 cm.

Desain Kelewang NTB

Warangka Kelewang dibuat dari kayu hitam. Hal yang lazim seperti umumnya bahan warangka keris khas Lombok yang bersanding dengan kayu Berora Pelet yang memberi kesan tegas dan garang. namun masih bernuansa estetis dengan tambahan asesoris Ukiran motif minimalis hanya terdapat pada bagian hulu warangka.

3. Golok

Golok NTB
Golok NTB

Golok berbentuk pisau besar, merupakan salah satu senjata tradisional suku Sasak yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gagang golok terbuat dari tanduk ukir berbentuk seekor singa dengan detail ukiran yang mengagumkan.

Sarung Golok dibuat dari kayu berukir motif tradisional setempat. Tampak sekilas mirip pola ukiran tradisional Bali. Bilah golok ditempa dari baja putih tanpa pamor yang cukup tebal. Golok tradisional Lombok khusus untuk kalangan tertentu (bukan sebagai suvernir).

4. Tulup NTB

Tulup Senjata adat NTB
Senjata adat NTB: Tulup

Tulup adalah senjata tradisional yang digunakan untuk berburu atau menyerang lawan dari jarak jauh. Tulup atau sumpit dipakai oleh beberapa suku yang tinggal di pedalaman Indonesia seperti di Kalimantan, Papua, Sumatra dan termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Nenek Moyang suku sasak di Nusa Tenggara Barat, mengenal tulup sebagai sarana berburu binatang di hutan. Pemburu tradisional Sasak menganggap bahwa, selain sebagai senjata berburu, Tulup juga dianggap sebagai benda sakral atau keramat.

Tulup NTB Sakral

Hal di atas berdasarkan pemikiran mereka bahwa berburu merupakan mata pencaharian sedangkan Tulup adalah alat untuk mencari rezeki, dengan demikian Tulup perlu dihargai dan dihormati. Pensakralan pada Tulup mereka ekspresikan dalam bentuk pemberian doa atau jampi-jampi pada Tulup mereka.

Selain sebagai permohonan kepada Yang Kuasa, doa dan jampi-jampi dimaksudkan agar Tulup bisa menghasilkan banyak binatang buruan. Oleh karena itu tidak heran bila oleh beberapa pemburu, Tulup beserta ancar (peluru tulup) dan terontong (tempat menyimpan ancar) selalu digantung di atas tembok rumah-rumah mereka (Lalu Wiramaja et al., 1993).

Pada saat ini, beberapa kelompok masyarakat yang berdiam di dekat hutan, masih memakai Tulup untuk berburu. Hutan Lombok yang lebat dan banyaknya babi hutan dan kera yang berkeliaran di sana membuat praktik berburu ini masih diminati oleh beberapa penduduk.

Tetapi ketika pemerintah provinsi yang bekerjasama dengan Departemen Kehutanan melarang kera (lutung budeng atau trachypithecus auratus kohlbruggei) untuk dibunuh sebab hewan ini tergolong hewan yang dilindungi, jumlah pemburu tradisional semakin hilang.

Jenis Tulup Orang Sasak NTB

Tulup orang Sasak memiliki 3 bagian penting yaitu, gagang tulup, ancar (peluru tulup), dan terontong (tempat menyimpan ancar). Supaya binatang cepat mati, pada umumnya pada ancar (peluru tulup) diolesi racun yang berasal dari getah pohon tatar. Getah tersebut sangat manjur untuk membunuh binatang.

Binatang seperti kera bisa mati dalam waktu kira-kira 15-30 menit. Sedangkan babi membutuhkan waktu kira-kira 2 hari (Wiramaja et al., 1993). Pada saat berburu, ketiga komponen ini harus dibawa karena ketiganya saling melengkapi.

Bahan Baku Tulup NTB

Orang Sasak cukup mudah untuk memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan jika ingin membuat tulup. Hal ini disebabkan bahan-bahan ini sudah tersedia dan tumbuh di sekitar lingkungan tempat kediaman mereka.

Adapun bahan yang diperlukan untuk membuat tulup sebagai senjata adat NTB antara lain :

  • Kayu meranti untuk membuat gagang tulup
  • Pelepah pohon enau (pinang atau aren) untuk membuat batang dan mata ancar (peluru tulup)
  • Getah pohon tatar untuk membuat racun
  • Bambu untuk membuat terontong

Telusuri senjata tradisional lainnya

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pengantar Nikah, Begini Cara Mengurusnya!

Pinhome - Mengurus pernikahan tak hanya perihal dekorasi dan catering acara saja. Kamu juga harus m

Edukasi
Edukasi 3 Contoh Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit atau Puskesmas

Contoh surat keterangan sehat itu seperti apa, sih? Kamu mungkin saat ini sedang mencari surat kete

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pengajuan Dana yang Baik dan Benar!

Ingin mengajukan surat pengajuan dana? Jangan buat asal-asalan kalau ingin pengajuannya diterima, y

Lifestyle
Lifestyle 40+ Referensi Ucapan Selamat Ulang Tahun buat Teman & Sahabat

Menyampaikan ucapan selamat ulang tahun buat teman adalah hal yang wajib diutarakan. Pasalnya, doa

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Wasiat yang Sah Menurut Hukum

Bicara soal wasiat tentu menjadi satu hal yang sensitif. Tak jarang, hal ini pun kerap menjadi pers

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia