Sejarah sistem Kalender Jawa Kuno

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 12 April 2016 ∙ 2 menit membaca

Sejarah sistem Kalender Jawa Kuno – Penggunaan sistem kalender merupakan salah satu bentuk akulturasi. Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia telah mengenal Kalender Sakka (kalender Hindu) yang dimulai pada tahun 78 Masehi.

Dalam kalender Sakka ditemukan 5 nama pasaran hari, yaitu : legi, pahing, pon, wage, dan kliwon. Ini berarti jika putaran hari pasaran di mulai dari legi, maka ketika telah sampai kliwon maka akan kembali lagi dari legi.

Setelah Islam berkembang, Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriyah (Islam).

Pada kalender Jawa, Sultan Agung melakukan perubahan pada nama-nama bulan seperti Muharram diganti dengan Syura/Syuro, Ramadhan diganti dengan Pasa, dan sebagainya.

Sementara itu, nama-nama hari tetap menggunakan hari-hari sesuai dengan bahasa Arab. Bahkan hari pasaran pada pada kalender Sakka juga digunakan.

Kalender Sultan Agung dimulai tanggal 1 Syuro 1555 Jawa, atau tepatnya 1 Muharram 1053 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 8 Agustus 1633 Masehi.

Daftar nama hari, pasaran, bulan, tahun Jawa dan neptunya dapat anda perhatikan gambar di atas. Seperti yang tertulis pada deskripsi gambar bahwa orang Jawa sebelum membuat suatu acara harus menentukan terlebih dahulu kapan hari baik dan buruk dengan perhitungan hari, pasaran, bulan dan tahun?

Admin sendiri masih belum mengerti bagaimana sejarahnya mengapa demikian, sedangkan orang sekarang menganggap bahwa semua hari itu baik. Terlepas dari perbedaan tersebut, dari itu mencerminkan bahwa orang Jawa itu penuh kehati-hatian dalam bertindak atau berbuat.

Sebelum melakukan sesuatu mereka selalu memperhatikan kelancaran dan keselamatan suatu acara yang akan dilaksanakan, agar tidak ada kendala yang datang.

Namun, hal itu terkadang dianggap syirik oleh kepercayaan lain. Itulah kebhinekaan budaya Indonesia, kerukunan dalam perbedaan terkadang terlalu susah untuk kita jalani.

Baca juga: Akulturasi budaya Hindu Islam pada upacara adat

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Teknik Sipil
Teknik Sipil 16 Motif Keramik Dinding Luar yang Awet

Keramik adalah salah satu material yang sering digunakan untuk lapisan dekorasi dinding. Pins dapat

Teknik Sipil
Teknik Sipil 10 Model Keramik Kamar Mandi Abu-Abu

Interior kamar mandi dapat menggunakan material keramik untuk bagian lantai maupun dinding. Pemilih

Teknik Sipil
Teknik Sipil 10 Desain Roster Keramik Mewah dan Manis

Roster atau lubang angin merupakan ventilasi yang dibutuhkan setiap rumah agar ruangan di dalamnya

Teknik Sipil
Teknik Sipil 12 Inspirasi Keramik Hitam Cocok untuk Ruangan Apapun

Material keramik banyak digunakan untuk melengkapi interior rumah, baik di ruang tamu, kamar, dapur

Lifestyle
Lifestyle Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil, Simak Cara Membuatnya!

Ingin membeli mobil? Atau malah sedang ingin menjual mobil yang kamu miliki? Eits, jangan sampai ke

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia