Sejarah Berdiri Negara Singapura

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 13 October 2011 ∙ 3 menit membaca

Sejarah Berdiri Negara Singapura – Mayoritas, kita mengenal Singapura sebagai tetangga yang super sempurna. Sebuah negara-kota yang teratur, bersih, disiplin, tertata rapi, dan penuh pusat-pusat hiburan belanja. Namun, tahukah Anda seperti apa sejarah negara Singapura hingga menjadi metropolitan seperti sekarang?

Bagian Kerajaan Sriwijaya

Kita yang pernah belajar sejarah di sekolah pasti tahu bahwa Singapura dulunya pernah menjadi bagian Kerajaan Sriwijaya. Tepatnya, pada abad ke-14. Singapura saat itu bernama ‘Temasek’ alias Kota Laut karena kondisi geografisnya.

Sang Nila Utama, seorang Raja Kerajaan Sriwijaya, lantas mengganti nama kota itu dengan Singapura, diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘Kota Singa’. Namun, studi ilmiah menunjukkan bahwa populasi singa tidak pernah menghuni daratan Singapura. Diduga, yang sebenarnya terlihat oleh Sang Nila Utama adalah harimau.

Minimnya Sisa Arkeologis

Minimnya sisa-sisa arkeologis menyulitkan peneliti untuk mengetahui sepak terjang Singapura sejak Kerajaan Sriwijaya runtuh hingga koloni Inggris datang sekitar 1800-an. Sejumlah prasasti pernah ditemukan, namun dihancurkan oleh pihak Inggris.

Kopian abjad dari prasasti tersebut hingga kini belum berhasil diterjemahkan karena bahasanya yang misterius. Namun, meski aksara itu tidak dapat dikenali, prasasti tersebut menunjukkan Singapura telah lama menjadi pusat administrasi yang sibuk, jauh sebelum koloni Inggris ‘menemukan’ tempat ini.

Stamford Raffles

Sebuah nama yang hingga kini masih kita temui di sudut-sudut kota Singapura adalah Raffles. Thomas Stamford Raffles, seorang petinggi koloni Inggris yang dilantik di Bengkulu, populer sebagai tokoh pendiri Singapura modern.

Awal dekade 1800-an, ia menemukan sebuah desa nelayan milik Sultan Johor. Desa tersebut merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Melayu. Runding punya runding, akhirnya Sang Sultan memberikan lahan itu kepada East India Company pada 1824.

Pelabuhan Bebas

Kontan, desa nelayan yang semula berbukit-bukit dan penuh pohon buah itu berubah menjadi pusat bisnis internasional. Lokasinya yang strategis, berada antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, menjadikan Singapura sebagai sasaran empuk para saudagar kapal dari berbagai negara untuk berlabuh.

Ditambah lagi, East India Company menjadikan Singapura sebagai pelabuhan bebas yang peraturan pajaknya tidak serepot pelabuhan lain. Sukses komersial ini membawa arus migrasi besar-besaran dari India, Asia Tenggara, dan Cina (yang terbanyak) menuju Singapura. Hingga hari ini, keturunan dari para pendatang inilah yang menjadikan Singapura sebagai kota penuh etnik.

Pusat Militer Inggris

Pada masa Perang Dunia I (1914-1918), Singapura dimanfaatkan menjadi pusat militer Inggris. Namun, pada 1942, Jepang mengambilalih kota ini dari Inggris. Setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II akibat serangan bom atom, kepemilikan atas Singapura kembali ke tangan Inggris.

Pada tahun-tahun berikutnya, Inggris mengubah bentuk Singapura menjadi semacam koloni yang mandiri dan dipimpin oleh warga lokal sendiri. Semula, Singapura sempat bergabung dengan Federasi Malaysia (yang terdiri atas Sabah dan Serawak).

Kerja sama ini bersifat simbiosis mutualisme; Singapura yang mungil membutuhkan proteksi dari Malaysia, sedangkan Malaysia sendiri ingin mencegah Singapura berubah menjadi negara komunis karena kala itu para pemimpinnya berhaluan ‘kiri’.

Malaysia juga memindahkan sebagian penduduknya ke Singapura untuk ‘menyeimbangkan’ komposisi penduduk yang mayoritas beretnik China. Namun, kongsi ini pecah pada 1965.

Sejak saat itu, Singapura mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah negara republik dengan presiden pertama Inche Yusof bin Ishak. Sampai hari ini, Singapura terus berkembang menjadi sebuah metropolitan yang penuh kekayaan etnik dan penduduk yang sangat berfokus pada disiplin pendidikan untuk meraih prestasi ekonomi dengan moto “Majulah Singapura!”

Terkait Singapura

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Kantor
Kantor Karakteristik Desain Kantor Industrial Favorit Milenial

Konsep industrial kini juga diterapkan sebagai interior kantor. Apalagi jika mayoritas karyawannya

Kantor
Kantor Cara Memilih Meja Resepsionis Ergonomis Untuk Kantor

Ketika memasuki lobby kantor maka selalu ada meja resepsionis. Meja ini biasa dituju untuk mendapat

Berita Pinhome
Berita Pinhome Ini Dia Cara Mudah Bikin Aplikasi di Android Tanpa Ribet!

Setiap tahunnya, penggunaan smartphone, terutama Android, terus mengalami peningkatan. Bagaimana ti

Teknik Sipil
Teknik Sipil Mau Ajukan Cicilan Perumahan Subsidi? Baca Dulu Syaratnya!

Membeli rumah saat ini terbilang cukup sulit karena harganya yang sudah melambung tinggi. Apalagi,

Properti
Properti Kisaran Harga Tipe Rumah Minimalis, Terbaru 2022!

Ingin membeli rumah minimalis? Rumah minimalis ini kini menjadi incaran kaum millenials ketiak menc

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia