Pinhome

  • Blog
  • Hobi
  • Lifestyle
  • Sedih Tak Punya Lahan? Eits, Kamu Tetap Bisa Budidaya Ikan Nila Dengan Cara Ini, Pins!

Sedih Tak Punya Lahan? Eits, Kamu Tetap Bisa Budidaya Ikan Nila Dengan Cara Ini, Pins!

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 6 menit membaca

Walau budidaya ikan Nila memberikan untung yang cukup lumayan, pada kenyataannya tidak semua orang merasa bisa melakukannya karena ada hambatan keterbatasan lahan. Padahal, ada loh cara yang memungkinkan kita memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.

Memiliki daya tahan tinggi, mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan, pemakan segala, proses pertumbuhan dan perkembangbiakannya pun terbilang cepat. Tak heran ikan Nila menjadi salah satu ikan yang paling laris dibudidayakan. Sayangnya, masih banyak mengira kita hanya bisa melakukan budidaya ikan Nila saat kita memiliki lahan kolam yang luas. Padahal kenyataannya, hanya dengan lahan seadanya kamu bisa mulai usaha budidaya sendiri loh, Pins! Kita hanya perlu sedikit kreatifitas, dan nantinya kita bisa menyiasati lahan sempit di sekitar rumah untuk digunakan sebagai tempat budidaya ikan Nila.

Hal yang paling penting adalah memperoleh akses sumber air mengalir yang layak digunakan sebagai media budidaya ikan Nila. Apapun itu, asalkan ia merupakan sumber aliran air bebas limbah, air itu berarti aman untuk digunakan sebagai keberlangsungan bibit ikan nantinya.

Baca juga Ingin Budi Daya Ikan Nila? Berikut Langkah Awal Penting Yang Tak Bisa Diabaikan

Setelah memastikan memiliki sumber air yang layak, kini saatnya kita membuat kolam untuk ikan Nila. Jika Pins tidak memiliki ruang yang luas, maka kolam terpal bisa menjadi jawaban yang tepat. Penggunaan terpal dianggap cocok karena Pins tidak perlu capek – capek mempersiapkan lahan yang luas dan juga terbebas dari keharusan menggali tanah yang dalam. Untuk masalah perawatan pun juga lebih mudah karena Pins tidak harus sering – sering mengganti air ke dalam kolam selama tidak ada indikasi kebocoran di dalam kolam. Hal ini berarti Pins bisa secara langsung menekan biaya pengeluaran budidaya.

Nah, agar usaha budidaya ikan Nila kamu mempunyai peluang sukses yang besar. Ada beberapa tips yang Pins bisa terapkan nih.

1.       Persiapkan kolam dengan teliti

a.       Proses pembuatan kolam

Buatlah kolam dengan kedalaman sekitar kurang lebih 50 hingga 75 cm. Ukuran ini dianggap cocok agar ikan Nila berkembang biak dengan sempurna.

b.      Konstruksi kolam

Saat air di dalam kolam terpal sudah mencapai ketinggia 50 cm, maka Pins harus mulai memadatkan dasar dan pinggir kolam dengan pembuatan tanggul yang diperkuat dengan batako atau batu bata. Hal ini dilakukan agar permukaan menjadi rata dan keras. Setelah itu, kolam perlu diberi sekam secara merata dan kemudian baru diletakkan terpal. Jangan lupa, pastikan terpal telah terkunci di daerah pinggir untuk mencegah terjadinya kebocoran ya, Pins! Untuk memastikan konstruksi terpal sudah terkunci dengan baik, kamu bisa memasang batako atau batu bata diatas pinggiran terpal agar tidak berubah posisi. Kemudian, isi air untuk benar – benar memastikan tidak terjadinya kebocoran. Lalu, keringkan kolam sekali lagi untuk proses penebaran bibit nila.

2.       Hanya membudidayakan benih bibit ikan Nila terbaik

Mempersiapkan benih ikan Nila sendiri bukan pekerjaan mudah. Pastikan kamu membeli bibit ikan Nila dari tempat pembiakan yang telah tersertifikasi, Dinas Perikanan atau toko benih ikan yang memang sudah terpercaya. Benih ikan Nila yang bagus kira – kira berukuran 5 hingga 10 cm, kamu bisa melihat sehat atau tidaknya benih Nila dari tingkat keaktifan mereka.

Setelah kamu yakin sudah memiliki benih ikan Nila terbaik, kamu bisa menaburkan kapur ke dasar kolam dengan perhitungan 25 gram – 1 kg/m2 dan pupuk kandang dengan ukuran ½ kg/m2 untuk kemudian diisi dengan air.

Endapkan kapur dan air selama 5 hingga 7 hari hingga ada tanda – tanda kehidupan plankton. Jika sudah melewati masa penumbuhan plankton, kamu bisa menaruh 5 hingga 10 ekor benih ikan Nila setiap meter persegi.

3.       Pemberian pakan yang pas

Meski sebenarnya ikan Nila dapat hidup dengan memakan plankton dan tumbuhan air alami, untuk mendapatkan ikan Nila dengan kualitas terbaik, Pins harus menambahkan pakan ke dalam menu makanan mereka. Kombinasi terbaik dari pellet ikan Nila adalah Protein (20% hingga 30%), Lemak 70% dan karbohidrat 70% serta daun – daunan alami.

Kamu bisa mulai memanen ikan Nila setelah melewati masa 6 bulan. Dengan suplai pakan yang cukup dan tata cara merawat yang benar, ikan Nila yang berusia 6 bulan akan memiliki berat badan antara 400 hingga 600 gram dan pastinya sudah layak dikonsumsi. Sebagai catatan, jika kamu ingin menernakkan indukan tersendiri, pilihlah beberapa ikan Nila jantan dan betina yang sehat untuk kemudian dikawinkan di dalam kolam khusus pembiakan.

Penyakit umum dari Ikan Nila

Seperti layaknya ikan ternak lainnya, ikan Nila, yang terkadang disebut sebagai ikan Manggasius dapat terserang beberapa penyakit. Dan jika Pins tak ingin penyakit ini menyebar kepada ikan – ikan lainnya, baiknya kamu langsung mengambil langkah nyata sebelum terlambat. Nah, biar kamu jadi cepat tanggap, berikut beberapa potensi penyakit ikan Nila yang wajib kamu ketahui :

1.       Stress

Timbulnya rasa stress pada ikan Nila tumbuh akibat air kolam yang jarang atau bahkan tidak pernah diganti. Jika ikan Nila budidaya kamu mengalami hal ini, ada baiknya Pins segera mengganti air secara berkala dan membuat rancangan sirkulasi air yang baik untuk mereka.

2.       Tidak nafsu makan

Hilangnya nafsu makan bisa terjadi karena kurangnya pemberian vitamin pada ikan Nila sehingga mengakibatkannya tidak ingin makanan yang diberikan. Untuk mengatasi masalah ini kamu bisa memberikan POC NASA ataupun HARMONIK agar ikan Nila budidaya kamu bisa bernafsu makan lagi.

3.       Serangan parasite

Penyakit ini bisa timbul karena adanya zat asam yang berlebihan pada air kolam terpal yang menyebabkan ikan jadi mudah terserang penyakit. Untuk mengatasinya, kamu hanya perlu memisahkan ikan yang sebelumnya sudah terserang penyakit ke kolam lainnya. Namun, jika yang terkena ialah Inang, kamu perlu mewaspadainya karena itu berarti lingkungan perairan yang kurang sesuai untuk kehidupan para ikan budidaya tetapi tetap membiarkan patogen yang bermanfaat terus tumbuh.

Jika dibiarkan terus begitu saja, besar kemungkinan ikan budidaya milik Pins tidak mampu membentuk ikatan interaksi yang serasi dengan ikan lainnya, kondisi lingkungan dan organisme penyakit lainnya. Kalau hal ini sampai terjadi, mekanisme pertahanan diri ikan Nila budidaya akan melemah dan mudah terserang penyakit.

Lalu, apa yang bisa dilakukan agar ikan Nila budidaya milikmu bisa selamat?

1.       Membersihkan kolam secara berkala dan tak lupa untuk selalu mengeringkan dasar kolam setiap kali selesai panen.

2.       Hanya menggunakan benih ikan yang sehat dan bebas penyakit.

3.       Menjaga kuantitas ikan sehingga tidak melebihi kapasitas kolam.

4.       Memasang sistem pengairan secara pararel agar tidak terjadi penularan dan penyebaran penyakit.

5.       Rajin menjaga kebersihan dan kebersihan kolam agar tidak memicu pertumbuhan jamur dan organisme penyebab penyakit.

Nah, itu dia yang bisa kamu lakukan untuk bisa tetap membudidayakan ikan Nila walaupun Pins hanya memiliki lahan yang terbatas.

Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel