Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Salah Menabung, Impian Beli Rumah Bisa Makin Lama!

Finansial

Salah Menabung, Impian Beli Rumah Bisa Makin Lama!

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Siapa di sini yang sedang menabung untuk beli rumah? Berapa target jumlahnya? Durasi waktunya? Sudah ada incaran KPR yang diinginkan? Hayo, jangan asal menabung doang, ya, Pins. Kalau salah menabung, bisa-bisa kita jadi capek sendiri dan gagal beli rumah! Amit-amit, kan?

Pinhome — Tantangan terbesar bagi kita, para milenial, dalam membeli rumah adalah harga. Properti sekarang mahalnya gak kira-kira, cuy! Gak kebayang butuh berapa lama harus menabung buat beli rumah yang kita inginkan. Untungnya ada KPR. Program kredit rumah hasil kerja sama pemerintah dan bank ini bisa sangat menolong kita untuk memiliki properti. Yang harus kita siapkan adalah uang muka atau down payment sebesar 10 – 15% dari harga total. Kalau segitu, kayanya masih bisa lah, ya?

Jangan senang dulu, Pins. Kenyataannya, banyak teman yang mengeluh sudah menabung lama, tapi jumlahnya masih belum cukup untuk sekadar DP. Padahal rumah incarannya juga gak terlalu muluk. Masalahnya, semakin lama menabung, semakin naik harga DP-nya. Wah, fix ini karena salah strategi.

Biar gak kejadian juga sama Pins, simak kesalahan-kesalahan umum dalam menabung untuk membeli rumah berikut ini!

1. Kurang spesifik menentukan rumah yang diinginkan

Sebelum mulai menabung, ada baiknya kita menentukan hunian seperti apa yang kita inginkan secara spesifik, Pins. Tak cukup hanya sekadar “rumah tipe 36” atau “apartemen 2 bedroom” saja. Kita juga harus tahu lokasi ideal menurut kita di mana, lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan kita, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur di hunian yang kita inginkan, dan sebagainya. Semakin detil, semakin baik. Jika perlu, langsung tunjuk perumahan atau komplek apartemen yang sesuai dengan keinginan Pins dan jadikan itu sebagai target.

2. Gagal menentukan target beserta kenaikan harga

Target di sini ada dua macam, nominal uang dan jangka waktu. Ini akan membantu untuk menentukan happy balance antara jumlah tabungan dan biaya hidup kita, Pins. Misalnya, Pins ingin membeli rumah seharga 500 juta, dengan DP 10%, dalam waktu 2 tahun mendatang. Pins bisa langsung menghitung jumlah minimal uang yang harus disisihkan setiap bulan selama jangka waktu 2 tahun tersebut. Jangan lupa, Pins, harga properti bisa naik 10-20% setiap tahun. Jadi, jangan lupa tambahkan prediksi kenaikan harga tersebut di perhitunganmu, ya!

Oh ya, selain itu, pengajuan KPR ternyata juga membutuhkan biaya. Nominalnya bisa sampai 5% dari total harga yang harus dibayar saat kita membeli rumah. Biar tidak sport jantung nantinya, jumlah ini sebaiknya juga ditambahkan dalam target tabunganmu!

Baca juga: Biaya-biaya yang Bisa Muncul Selama Masa Angsuran KPR

3. Lalai memantau syarat kelayakan pengajuan KPR

Pins, tak peduli kita sudah mengumpulkan uang yang cukup untuk DP dan pengajuan KPR, bank tetap akan melakukan BI checking untuk mendapatkan skor kredit kita. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko yang muncul saat bank meminjamkan uang dalam jumlah yang besar untuk kita. Jadi, walaupun kita sudah menabung DP hingga 50% pun, jika skor kredit buruk, tetap bank tidak akan menyetujui pengajuan KPR kita. Oleh sebab itu, ada baiknya Pins mengajukan permohonan cek skor kredit kita ke OJK sebelum melakukan pengajuan KPR ke bank.

4. Belum mempelajari program KPR dari berbagai bank

Untuk memuluskan usaha kita memiliki rumah impian, Pins harus tahu jalan mana yang harus ditempuh. Program KPR di Indonesia ada bermacam-macam jenisnya, pun masing-masing bank juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Jangan sampai kita sudah susah-susah menabung selama 5 tahun, lengkap dengan antisipasi kenaikan harga, padahal bank yang kita datangi sebenarnya menawarkan KPR dengan DP 0%. Pins harusnya sudah bisa punya rumah dari 5 tahun sebelumnya! Nyesek gak, tuh?

5. Tidak menyadari peluang lainnya

Khusus buat Pins yang dikejar target (atau sudah ditanya calon mertua kapan siap nikah), Pins bisa mempersingkat durasi menabung untuk beli rumah, lho! Misalnya, target 5 tahun untuk menabung DP, Pins bisa menyiasati dengan berhemat lebih ketat selama 2 tahun, lalu diinvestasikan ke dalam bentuk emas selama 3 tahun. Kalau perhitunganmu tepat, bisa jadi jumlah yang Pins kumpulkan lebih banyak daripada hanya menabung saja. Bisa jadi Pins punya uang untuk membeli rumah plus dana tambahan untuk furnitur. Lumayan banget, kan?

Eh, tapi investasinya yang jelas dan benar-benar terjamin ya, Pins. Jangan investasi bodong. Nanti bukannya dapat tabungan lebih banyak, malah tekor kan jadi berabe.


Kesimpulannya, Pins, menabung untuk beli rumah ini harus ada strategi yang baik dengan cara mengetahui target secara jelas dan menggali informasi sebanyak-banyaknya. Kalau Pins bisa melakukan ini, yakin deh proses beli rumah bakal jadi momen yang seru dan menyenangkan!

Nah, biar bisa beli rumah dengan mudah dan lancar, pakai Pinhome aja! Di sini, Pins akan berhubungan dengan konsultan terpercaya yang bakal dengan senang hati menyediakan solusi untuk semua urusan transaksi properti, mulai dari pemilihan hingga penandatanganan akad kredit. Selain itu, Pins juga bisa cari informasi mengenai notaris, kontraktor, hingga mengajukan KPR secara online langsung dari satu aplikasi. Dijamin mudah, cepat, dan tetap transparan!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel