Pinhome

Hindari Kesalahan Menabung Untuk Beli Rumah Ini!

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 19 November 2021 ∙ 5 menit membaca

Kesalahan menabung untuk beli rumah – Siapa di sini yang sedang menabung untuk beli rumah? Berapa target jumlahnya? Durasi waktunya? Sudah ada incaran KPR yang diinginkan?

Hayo, jangan asal menabung doang, ya, Pins. Kalau salah menabung, bisa-bisa kita jadi capek sendiri dan gagal beli rumah! Amit-amit, kan?

Tantangan terbesar bagi kita, para milenial, dalam membeli rumah adalah harga. Properti sekarang mahalnya gak kira-kira! Gak kebayang butuh berapa lama harus menabung buat beli rumah yang kita inginkan.

Untungnya ada KPR. Program kredit rumah hasil kerja sama pemerintah dan bank ini bisa sangat menolong kita untuk memiliki properti. Yang harus kita siapkan adalah uang muka atau down payment sebesar 10 – 15% dari harga total. Kalau segitu, kayanya masih bisa lah, ya?

Jangan senang dulu, Pins. Kenyataannya, banyak teman yang mengeluh sudah menabung lama, tapi jumlahnya masih belum cukup untuk sekadar DP.

Padahal rumah incarannya juga gak terlalu muluk. Masalahnya, semakin lama menabung, semakin naik harga DP-nya. Wah, fix ini karena salah strategi. Biar gak kejadian juga sama Pins, simak kesalahan menabung untuk beli rumah yang sering terjadi berikut ini.

Baca juga: 5 Cara Cerdas Membeli Rumah Tanpa DP

Kesalahan Menabung Untuk Beli Rumah

kesalahan menabung untuk beli rumah

1. Kurang spesifik menentukan rumah yang diinginkan

Sebelum mulai menabung, ada baiknya kita menentukan hunian seperti apa yang kita inginkan secara spesifik, Pins. Tak cukup hanya sekadar “rumah tipe 36” atau “apartemen 2 bedroom” saja.

Kita juga harus tahu lokasi ideal menurut kita di mana, lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan kita, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur di hunian yang kita inginkan, dan sebagainya.

Semakin detil, maka akan semakin baik. Jika perlu, langsung tunjuk perumahan atau komplek apartemen yang sesuai dengan keinginan Pins dan jadikan itu sebagai target.

Baca juga: Kesiapan Finansial Sebelum Beli Rumah Pertama, Ini yang Perlu Kamu Perhatikan!

2. Gagal menentukan target beserta kenaikan harga

Target di sini ada dua macam, nominal uang dan jangka waktu. Ini akan membantu untuk menentukan happy balance antara jumlah tabungan dan biaya hidup kita, Pins. Misalnya, Pins ingin membeli rumah seharga 500 juta, dengan DP 10%, dalam waktu 2 tahun mendatang.

Pins bisa langsung menghitung jumlah minimal uang yang harus disisihkan setiap bulan selama jangka waktu 2 tahun tersebut. Jangan lupa, Pins, harga properti bisa naik 10-20% setiap tahun. Jadi, jangan lupa tambahkan prediksi kenaikan harga tersebut di perhitunganmu, ya!

Oh ya, selain itu, pengajuan KPR ternyata juga membutuhkan biaya. Nominalnya bisa sampai 5% dari total harga yang harus dibayar saat kita membeli rumah. Biar tidak sport jantung nantinya, jumlah ini sebaiknya juga ditambahkan dalam target tabunganmu!

Baca juga: Biaya-biaya yang Bisa Muncul Selama Masa Angsuran KPR

3. Lalai memantau syarat kelayakan pengajuan KPR

Pins, tak peduli kita sudah mengumpulkan uang yang cukup untuk DP dan pengajuan KPR, bank tetap akan melakukan BI checking untuk mendapatkan skor kredit kita.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko yang muncul saat bank meminjamkan uang dalam jumlah yang besar untuk kita. Jadi, walaupun kita sudah menabung DP hingga 50% pun, jika skor kredit buruk, tetap bank tidak akan menyetujui pengajuan KPR kita.

Oleh sebab itu, ada baiknya Pins mengajukan permohonan cek skor kredit kita ke OJK sebelum melakukan pengajuan KPR ke bank.

Baca juga: Tips Membeli Rumah Impian Terampuh!

4. Belum mempelajari program KPR dari berbagai bank

Untuk memuluskan usaha kita memiliki rumah impian, Pins harus tahu jalan mana yang harus ditempuh. Program KPR di Indonesia ada bermacam-macam jenisnya, pun masing-masing bank juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Jangan sampai kita sudah susah-susah menabung selama 5 tahun, lengkap dengan antisipasi kenaikan harga, padahal bank yang kita datangi sebenarnya menawarkan KPR dengan DP 0%. Pins harusnya sudah bisa punya rumah dari 5 tahun sebelumnya! Nyesek gak, tuh?

Baca juga: Strategi Membeli Rumah di Perumahan yang Menguntungkan

5. Tidak menyadari peluang lainnya

Khusus buat Pins yang dikejar target (atau sudah ditanya calon mertua kapan siap nikah), Pins bisa mempersingkat durasi menabung untuk beli rumah, lho!

Misalnya, target 5 tahun untuk menabung DP, Pins bisa menyiasati dengan berhemat lebih ketat selama 2 tahun, lalu diinvestasikan ke dalam bentuk emas selama 3 tahun.

Kalau perhitunganmu tepat, bisa jadi jumlah yang Pins kumpulkan lebih banyak daripada hanya menabung saja. Bisa jadi Pins punya uang untuk membeli rumah plus dana tambahan untuk furnitur. Lumayan banget, bukan?

Eh, tapi investasinya yang jelas dan benar-benar terjamin ya, Pins. Jangan investasi bodong. Nanti bukannya dapat tabungan lebih banyak, malah tekor kan jadi berabe.

Baca juga: Keuntungan Menggunakan Agen Properti untuk Jual Beli Rumah

Kesimpulan

Kesimpulannya, Pins, menabung untuk beli rumah ini harus ada strategi yang baik dengan cara mengetahui target secara jelas dan menggali informasi sebanyak-banyaknya. Kalau Pins bisa melakukan ini, yakin deh proses beli rumah bakal jadi momen yang seru dan menyenangkan!

Nah, biar bisa beli rumah dengan mudah dan lancar, pakai Pinhome aja! Di sini, Pins akan berhubungan dengan konsultan terpercaya yang bakal dengan senang hati menyediakan solusi untuk semua urusan transaksi properti.

Mulai dari pemilihan hingga penandatanganan akad kredit. Selain itu, Pins juga bisa cari informasi mengenai notaris, kontraktor, hingga mengajukan KPR secara online langsung dari satu aplikasi. Dijamin mudah, cepat, dan tetap transparan!

Baca juga: 


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Artikel Pilihan

Finansial
Finansial Memahami Pengertian Pajak dan Jenis-jenisnya

Demi berjalannya sebuah negara, seluruh warga negara sebisa mungkin harus ikut berkontribusi. Salah

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis dengan Konsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah karena nantinya rumah seharusnya men

Artikel Terkini

Lifestyle
Lifestyle 5 Potret Rumah Lesti Kejora yang Minimalis namun Megah

Lesti Kejora, bintang dangdut muda ini merupakan pemenang kontes menyanyi D'Academy pada tahun 2014

Berita Pinhome
Berita Pinhome Belanja Sembako Hemat 70 Ribu di Segari

Pins, mau belanja sembako rumah tangga lebih hemat? Pas banget, nih! Ada promo belanja hemat dari S

Infografis
Infografis Tren Pencarian Barang Tersier di Indonesia Sejak Pandemi

Membeli barang tersier seperti rumah, kendaraan, dan alat elektronik canggih lain pada akhirnya men

Infografis
Infografis 10 Rekomendasi Brand Lokal yang Menjual Hiasan Rumah Berkualitas Baik

Home sweet home merupakan ungkapan yang sudah tidak asing yang sering kita dengar. Ungkapan ini sek

Infografis
Infografis Ingin Renovasi dan Dekorasi Rumah? Cari Inspirasi Lewat Game Dekorasi Rumah Berikut yuk!

Dulu, bermain game dipandang secara negatif karena terlihat hanya bersenang-senang dan menghabiskan

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia