Pinhome

Uncategorized

Rumah Disita Bank

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Pernah melihat rumah yang sedang disita Bank atau bahkan salah satu dari pemilik bangunan tersebut? sebenarnya apa masalahnya sehingga harus terpaksa kehilangan rumah idaman. Intinya adalah sebelumnya pemilik rumah telah melakukan perjanjian kredit dengan pihak Bank, yaitu sertifikat tanah berikut bangunan diatasnya digadaikan atau dititipkan di perbankan kemudian sang pemilik rumah mendapatkan dana segar dengan syarat melakukan cicilan angsuran selama sekian bulan atau tahun. besarnya cicilan tersebut masih ditambah dengan bunga sehingga total pengembalianya jauh diatas hutang yang didapat. Nah.. ketika sang pemilik rumah tidak mampu melakukan cicilan rumah dikemudian hari, maka ada resiko rumah berikut tanah diambil alih oleh pihak Bank untuk dijual lelang, hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk menutup hutang yang masih belum terbayar, jika hasil penjualan setelah dikurangi hutang ternyata masih sisa maka dikembalikan ke pemilik rumah sebelumnya. Untuk lebih detailnya marilah kita bahas permasalahan ini disini.

Alasan menggadaikan rumah ke Bank

  1. Membutuhkan dana sebagai modal usaha, setelah melakukan perhitungan secara matang maka dapat diambil kesimpulan bahwa kredit tersebut nilainya masih dibawah keuntungan yang akan didapat. permasalahanya adalah ketika suatu saat usaha bangkrut atau tutup maka cicilan terhambat dan rumah tersita oleh Bank.
  2. Tidak bisa mengendalikan diri, keinginan untuk membeli barang-barang yang bersifat konsumtif seperti kendaraan, makanan, liburan, dan sejenisnya entah itu untuk tujuan gengsi atau persaingan tidak sehat. ada kemungkinan terbesit benak untuk menggadaikan rumah ke Bank. untuk alasan yang satu ini sangat besar kemungkinan dilakukan penyitaan rumah dikemudian hari.
  3. Maksudnya ingin investasi properti, menggunakan hasil kredit Bank untuk membeli rumah baru. dengan begini diharapkan bisa mendapatan keuntungan dari kenaikan harga jual properti yang prosentasinya bisa diatas bunga Bank.
  4. Untuk melakukan pengobatan, memang yang namanya kesehatan itu nilainya jauh lebih berharga dibanding harta benda. oleh karena itu terkadang harus mengorbankan rumah untuk biaya berobat. hal ini tidak jadi masalah, apalah artinya harta berlimpah jika sakit maka tidak bisa menikmati, sebaliknya jika badan sehat maka nanti bisa cari lagi.
  5. Untuk biaya pendidikan. biaya sekolah yang semakin melambung tinggi seringkali memaksa sesorang menjual aset yang sudah dimiliki.

Tindakan menggadaikan rumah ke Bank mempunyai resiko besar akan kehilangan aset tersebut, oleh karena itu sebaiknya menghindari berurusan dengan Bank untuk keperluan hutang. kalau bisa pinjam ke keluarga, saudara, teman-teman atau sahabat yang cara memberikan hutangnya tidak menerapkan sistem bunga, selain itu kita juga berperan dalam mendukung program menjauhi riba. semoga tidak ada lagi rumah yang disita oleh baik, dan jika ada yang mengalami kejadian ini maka yakinlah bahwa dibalik peristiwa tersebut ada hikmah besar yang sangat bagus sebagai pelajaran kehidupan 🙂

Tags :

Bagikan Artikel