Pinhome

  • Blog
  • KPR / KPA
  • Jaminan Approved KPR Rumah Seken: Cari Tahu Dulu Proses Appraisal Bank

KPR / KPA

Jaminan Approved KPR Rumah Seken: Cari Tahu Dulu Proses Appraisal Bank

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 22 April 2020 ∙ 4 menit membaca

Membeli rumah seken atau rumah bekas merupakan solusi tepat bagi Pins yang menginginkan properti siap huni. Ini berarti, kita tetap harus melalui proses appraisal dari bank.

Pinhome – Membeli rumah memang bukan sebuah proses singkat. Gak cuma melulu tentang lokasi, tipe rumah, isi dalam rumahnya, dan semua yang indah-indah. Pins juga harus memikirkan tentang anggaran biaya serta durasi cicilan. Ditambah lagi, kalau Pins membeli rumah baru, seringkali rumah tersebut masih belum siap huni, sehingga menambah investasi waktu yang juga harus ditimbang masak-masak.

Nah, kalau Pins sudah kebelet banget pengin punya rumah siap huni, coba deh melirik ke rumah bekas. Selain bangunannya sudah jadi, harga rumah bekas cenderung lebih fleksibel karena kita akan berhubungan langsung dengan pemilik rumah atau agen yang ditunjuk oleh pemilik rumah tersebut. Bisalah, dinego sampai cincay. Ya, kan?

Tapi tunggu dulu! Bagaimana dengan pembayarannya? Kalau menggunakan cash, tak ada masalah. Tapi kalau Pins memilih untuk mengajukan KPR, sudah pasti pihak bank akan melakukan proses appraisal terhadap rumah bekas tersebut untuk menentukan besaran kredit yang disetujui. Gimana prosesnya dan apa saja yang harus diperhatikan, simak baik-baik artikel ini!

Appraisal menentukan besaran kredit KPR

Jadi Pins, appraisal adalah proses penaksiran nilai properti yang dilakukan oleh bank. Banyak faktor yang dinilai, mulai dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang ada di slip Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), harga pasar, pendekatan biaya, dan sebagainya. Biasanya, pihak bank akan menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan proses ini. Selain yang disebutkan di atas, hal-hal lain, seperti lokasi, fasilitas rumah, kondisi lingkungan (berada di daerah berisiko atau tidak) juga bisa mempengaruhi nilai appraisal ini.

Nah, setelah itu, bank akan menghubungi Pins untuk memberi tahu berapa jumlah kredit yang disetujui. Buat ancang-ancang, biasanya bank akan memberikan nilai di bawah harga jual yang diminta oleh pemilik rumah. Misalnya, pemilik rumah meminta harga 500 juta, kemungkinan bank akan menyetujui 450 juta, tergantung dari faktor-faktor yang disebutkan di atas. Sisanya bagaimana? Ya kita yang harus membayar! Makanya, boleh dibilang kalau proses appraisal adalah proses yang paling bikin deg-degan dalam transaksi jual-beli rumah.

Dokumen yang perlu disiapkan untuk proses appraisal

Sebelum mengajukan KPR ke bank dan lanjut ke proses appraisal, ada baiknya Pins menyiapkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  • Salinan identitas diri (KTP, SIM, Paspor dan sejenisnya)
  • Salinan akta nikah (bagi yang telah menikah)
  • Salinan Kartu Keluarga
  • Salinan buku tabungan
  • Salinan slip gaji tiga bulan terakhir
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • Rekening listrik
  • Rekening telepon
  • Jaminan (sertifikat hak milik)

Dari dokumen-dokumen di atas, bank akan melanjutkan ke proses appraisal dan menentukan besaran kredit yang tentunya akan dibandingkan dengan kemampuan kita. Umumnya, bank menetapkan bahwa besarnya angsuran rumah adalah 30% dari jumlah penghasilan. Jadi, jika besaran jumlah kredit yang didapat dari harga appraisal tadi lebih dari 30% penghasilan bih Pins, maka kemungkinan besar pengajuan KPR-nya ditolak.

Nilai appraisal dapat berubah-ubah

Seperti yang dibahas di atas, nilai appraisal tergantung dari banyak faktor. Jika Pins suatu saat ingin menjual kembali properti tersebut, kemungkinan nilainya akan berbeda dengan yang didapatkan saat membeli. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan nilai appraisal adalah dengan melakukan renovasi.


Itu dia pembahasan singkat mengenai proses appraisal yang dilakukan oleh bank. Kelihatan ribet? Tentu tidak kalau menggunakan Pinhome! Dengan Pinhome, kita bisa terhubung dengan konsultan terpercaya, mengatur metode pembayaran, mengajukan KPR, hingga kontak dengan notaris dan kontraktor, cukup melalui smartphone saja. Selain itu, Pins akan didampingi dari awal hingga tanda tangan akad, dari online sampai offline dengan lancar.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel