Politik luar negeri Indonesia dan konfrontasi Malaysia

Diperbarui oleh Eka Mandala ∙ October 31, 2022 ∙ 2 menit membaca

Secara resmi, politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas artinya Indonesia secara resmi merdeka untuk mengadakan hubungan dengan negara-negara lain, dan tidak memihak pada satu blok tertentu. Sedangkan Aktif maksudnya, Indonesia selalu ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia.

Jadi, Indonesia dalam melaksanakan politik luar negerinya itu seharusnya tidak memihak salah satu kelompok tertentu dan giat ikut mengusahakan perdamaian dunia.

Tetapi, pada kenyataannya pada masa Demokrasi Terpimpin, pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif itu sudah tidak murni lagi. Hal ini ada hubungannya dengan penetapan Manipol/USDEK sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara. Menurut Manipol, tujuan revolusi jangka pendek adalah perjuangan anti imperialisme.

Baca juga: Peristiwa pada masa Demokrasi Terpimpin

Konfrontasi Malaysia

Tujuan Politik luar negeri Indonesia

Dalam politik luar negeri bertujuan melenyapkan imperialisme di mana-mana dan menciptakan perdamaian abadi. Cara yang digunakan untuk mencapai tujuan itu adalah tidak mengenal kompromi. Jadi harus radikal, revolusioner.

Pada waktu itu negara-negara barat banyak yang dipandang sebagai imperialisme, neokolonialisme. Akibat dari pandangan semacam ini maka pelaksanaan politik luar negeri Indonesia pada waktu itu menjadi condong ke Blok Timur dan menentang Blok Barat.

Tahun 1963, Indonesia melancarkan konfrontasi terhadap Malaysia. Alasannya, pembentukan negara Malaysia pada tanggal 16 September 1963 oleh Inggris, yang memasukkan Kalimantan Utara sebagai wilayahnya.

Pembentukan negara Malaysia ini dinilai oleh Pemerintah Orde Lama Indonesia sebagai boneka imperialis Inggris yang mengepung Indonesia. Sehingga menurut Manipol, semua itu harus diselesaikan secara radikal, revolusioner.

Politik Konfrontasi Malaysia Merugikan Rakyat Indonesia

Oleh karena itu, pada tanggal 3 Mei 1964 Presiden Soekarno mengeluarkan komando pengganyangan Malaysia, yang terkenal dengan sebutan Dwi Komando Rakyat (Dwikora).

Politik konfrontasi Malaysia itu ternyata sangat merugikan bagi negara dan rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat beberapa akibatnya, yaitu:  

  1. Terjadi ketegangan hubungan antara Indonesia dengan negara tetangga dekat seperti Malaysia, Singapura dan Australia, sehingga menghambat kelancaran hubungan ekonomi.
  2. Negara-negara lain, terutama negara-negara Barat menjauhkan diri dari Indonesia. Akibatnya enggan mengadakan kerja sama untuk pembangunan dalam negeri Indonesia. Apalagi setelah Indonesia zaman Orde Lama itu menyatakan keluar dari PBB.
  3. Pembangunan di dalam negeri mengalami kemacetan, karena perhatian pemerintah banyak dicurahkan ke politik konfrontasi.

Dengan keadaan itu, negara dalam keadaan lemah. Keadaan lemah dan situasi konfrontasi itu dimanfaatkan oleh PKI guna menarik dan mempengaruhi rakyat.

Melalui propaganda menonjolkan dirinya, bahwa partainyalah yang paling revolusioner menentang neokolonialisme dan imperialisme.

Apalagi PKI pada waktu itu selalu mendapat angin baik dari Presiden Soekarno. Tetapi dibalik itu sebenarnya PKI telah merintangi kemajuan dan menghambat pembangunan nasional.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apakah Rumah KPR Non Subsidi Boleh Direnovasi?

Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah rumah KPR non subsidi boleh direnovasi? Apakah jika melakukanny

Edukasi
Edukasi Apa Fungsi Aplikasi Idebku? Berikut Cara Menggunakannya

Belum lama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis aplikasi untuk mengecek status BI checking s

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 12 Model Teras Rumah Pedesaan yang Sederhana

Siapa yang tidak rindu dengan suasana hunian khas pedesaan? Jauh dari hiruk pikuk kota, suasananya

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 8 Inspirasi Taman Air Terjun Dinding Minimalis untuk Outdoor dan Indoor

Taman air terjun dinding minimalis bukan hanya mempercantik dekorasi rumah, tetapi juga memberikan

Lifestyle
Lifestyle 12 Rekomendasi Aplikasi Pencari Kost

Pins sedang kebingungan mencari tempat kost terbaik? Mau survey keliling tapi tidak punya waktu? At

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia