Pinhome

Investasi Rumah Atau Apartemen? Mana yang Lebih Menjanjikan

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 18 November 2021 ∙ 7 menit membaca

Investasi rumah atau apartemen? – Investasi adalah salah satu cara terbaik menabung untuk mempersiapkan masa depan. Salah satu kategori investasi yang saat ini banyak diminati oleh warga Indonesia adalah investasi properti.

Banyak orang tua ataupun anak muda cenderung membeli properti karena dinilai merupakan investasi yang menjanjikan di masa depan. Namun, banyak yang bertanya apakah lebih baik beli rumah atau apartemen untuk investasi?

Dengan kehadiran teknologi dan internet saat ini, setiap orang di dunia dapat melakukan investasi kapan dan dimana saja. Semua orang pun dapat melakukan investasi dengan nilai yang kecil maupun besar.

Sebelum memutuskan untuk beli rumah atau apartemen untuk investasi, ada baiknya Pins mempertimbangkan beberapa terlebih dahulu.

Baca juga: Investasi Rumah atau Apartemen? Cara Untung Lewat Bisnis Properti

Investasi Rumah atau Apartemen

investasi rumah atau apartemen
(Precondo/Unsplash)

Beli rumah atau apartemen untuk investasi sama-sama membutuhkan biaya yang tidak kecil. Sehingga sebelum memutuskan membeli rumah ataupun apartemen untuk investasi, pertimbangkan hal-hal berikut ini:

1. Dana

Salah satu hal wajib yang perlu diperhatikan dan dimatangkan sebelum beli rumah atau apartemen untuk investasi adalah dana.

Pastikan Pins sudah mengetahui total kebutuhan dan sumber pendanaan untuk investasi nantinya. Dari sini, Pins dapat mengetahui total biaya yang tersedia dan apakah mampu membeli rumah atau apartemen.

Pastikan Pins memilih investasi yang memang sesuai dengan kemampuan. Jangan membeli sesuatu yang terlalu mahal, namun tidak ada dananya. Jadi, pastikan untuk mengetahui total dana yang akan tersedia sebelum beli rumah atau apartemen untuk investasi.

Baca juga: Apakah Deposito Adalah Investasi yang Cocok Untukmu?

2. Cek Developer

Sebelum memutuskan untuk beli rumah atau apartemen untuk investasi, pastikan untuk mengeck developernya. Saat ini banyak developer baru yang bermunculan membangun properti baru.

Tidak sedikit yang gagal dalam membangun sehingga menyebabkan kerugian untuk para investor. Oleh karena itu, cek sejarah dan hasil kerja developer sebelumnya untuk memastikan apakah developer aman atau tidak.

Baca juga: Strategi Developer Modal Kecil Membuat Perumahan

3. Perencanaan Keuangan (Laba & Rugi)

Setelah melakukan pengecekan untuk dua poin diatas, buatlah perencanaan keuangan untuk 10 tahun ke depan. Contoh untuk apartemen, berapa biaya yang akan dibutuhkan untuk mengisi dan memasang perabotan di dalam.

Atau untuk rumah, berapa biaya untuk merenovasi rumah sesuai desain yang diinginkan. Jadi pastikan untuk membuat perencanaan keuangan ketika ingin beli rumah atau apartemen untuk investasi.

Baca juga: 3 Cara Investasi Rumah Paling Menguntungkan!

4. Biaya Lain-lain

Ketika melakukan investasi, orang seringkali melupakan biaya-biaya yang dapat timbul karena investasi tersebut.

Contohnya, ketika Pins membeli sebuah rumah dan tidak ada yang menyewa, ada biaya-biaya yang timbul yang dan menjadi tanggungan pemilik. Ada biaya keamanan, kebersihan, kegiatan warga, dan sebagainya.

5. Nilai Jual

Hal lain yang bisa membantu Pins dalam memilih beli rumah atau apartemen untuk investasi adalah nilai jualnya di masa depan.

Perhatikan bagaimana perkembangan dari lokasi/ area properti dan apakah berpotensi berkembang ke depannya. Jika berpotensi, maka properti yang Pins beli juga akan naik harga jualnya.

Selanjutnya, jika ingin menyewakan properti tersebut, tentukan juga harganya. Nanti dari perhitungan tersebut, investor bisa mengetahui mana yang lebih menguntungkan. Dan hal ini dapat membantu Pins untuk menentukan beli rumah atau apartemen untuk investasi.

6. Hak Kepemilikan

investasi rumah atau apartemen

Hak kepemilikan perlu Pins ketahui ketika ingin beli rumah atau apartemen untuk investasi. Pasalnya, ketika membeli sebuah rumah, Pins akan mendapatkan sertifikat hak milik (SHM) atas bangunan dan lahan yang dibeli.

Sedangkan ketika membeli apartemen yang didapatkan hanya sebatas hak guna bangunan yang berlaku selama 20 tahun.

Baca juga: Buat Perantau Milenial, Lebih Baik Sewa Rumah Atau Apartemen Di Jakarta?

Resiko Beli Rumah atau Apartemen untuk Investasi

Semua jenis investasi memiliki resiko & keuntungan masing-masing. Oleh karena itu, Pins perlu mengetahui resiko dan keuntungan dari beli rumah atau apartemen untuk investasi. Dalam hal ini, akan dibahas resiko-resiko yang berpotensi terjadi ketika membeli rumah atau apartemen:

Baca juga: Memilih Metode Pembayaran Rumah yang Paling Tepat

1. Terlambat Dibangun

Beli rumah atau apartemen untuk investasi sama-sama berpotensi untuk mengalami keterlambatan. Hal ini sering terjadi dikarenakan izin bangun atau tanahnya yang belum bebas. Sehingga dari pihak developer belum bisa memulai membangun properti sesuai yang dijanjikan.

Ketika hal ini terjadi, pihak pengembang akan memberikan kompensasi atas keterlambatan pembangunan. Namun hal ini akan tetap merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan opportunity cost yang sudah hilang.

2. Harga Jual yang Turun

Seringkali orang mengatakan bahwa membeli property akan menguntungkan karena harga properti tidak pernah turun. Namun hal ini tidak selalu benar karena pada tahun-tahun tertentu harga properti anjlok.

Dibandingkan rumah, harga jual apartemen lebih berpotensi anjlok dibandingkan rumah. Jadi, baik beli rumah atau apartemen untuk investasi sama-sama memiliki resiko untuk rugi.

3. Keterlambatan Sertifikat

Semua pembelian properti akan mendapatkan sertifikat. Namun ketika membeli kedua properti tersebut, ada resiko keterlambatan pemberian sertifikat dari pihak developer.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, properti harus selesai dibangun dulu dan dilakukan serah terima. Pertimbangkan ketersediaan sertifikat sebelum beli rumah atau apartemen untuk investasi.

Baca juga: Perbedaan SHM dan SHGB | Sertifikat Rumah

4. Kesulitan Menyewakan

Lokasi adalah salah satu faktor penting ketika ingin beli rumah atau apartemen untuk investasi. Karena hal ini akan menentukan apakah properti nantinya mudah disewakan atau tidak. Dengan banyaknya properti yang ada saat ini, menyewakan rumah atau apartemen menjadi lebih sulit.

Baca juga: Beli Rumah Atau Apartemen, Mana yang Cocok Untuk Millenial?

5. KPR

Ketika beli rumah atau apartemen untuk investasi dengan cara KPR, resiko yang paling mungkin terjadi adalah kenaikan KPR. Nilai bunga KPR akan selalu naik yang menyebabkan nilai cicilan juga ikut naik. Jadi, pastikan hal ini sudah dipertimbangkan di awal dan sudah diperhitungkan.

Baca juga: Jangan Bingung! Ini Istilah-istilah KPR yang Perlu Kamu Ketahui

Keuntungan Investasi Rumah & Apartemen

Setelah mengetahui dan memperhitungkan resiko-resiko yang mungkin terjadi, ada baiknya juga mengetahui keuntungan yang bisa didapatkan. Berikut adalah keuntungan yang bisa didapatkan jika beli rumah atau apartemen untuk investasi:

1. Demand yang tinggi di Kota

Jika pins memiliki sebuah properti di kota, baik itu beli rumah atau apartemen untuk investasi, maka pastikan untuk menjaganya dengan baik. Karena saat ini demand untuk sewa rumah dan apartemen di kota cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini membuka peluang bagi para investor untuk menyewakan propertinya ke penghuni kota. Apalagi jika letak properti yang strategis.

Baca juga: Keuntungan Investasi Property yang Perlu Diketahui!

2. Harga Sewa yang Tinggi

investasi rumah atau apartemen

Dari segi pendapatan pasif yang cepat, maka jawaban untuk pertanyaan beli rumah atau apartemen untuk invetasi adalah apartemen. Dengan fasilitas dan perabotan yang lengkap, harga sewa apartemen sangat menjanjikan karena nilainya akan terus naik dari tahun ke tahun.

Sedangkan harga sewa rumah memang tidak setinggi apartemen. Namun harga sewa rumah juga pada umumnya selalu naik dan jarang untuk turun. Meskipun tidak setinggi apartemen, menyewakan rumah juga bisa memberikan pendapatan pasif.

3. Tren Harga Tanah Naik

investasi rumah atau apartemen

Meskipun harga tanah tidak pasti akan selalu naik, namun saat ini trennya sedang bagus. Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, harga tanah selalu naik sehingga cukup menjanjikan untuk kedepannya.

Namun, setelah membeli sebuah properti jangan terburu-buru untuk menjualnya. Karena kenaikan harga tidak langsung instan dan terjadi pada saat itu.

Jadi, jika masih bingung beli rumah atau apartemen untuk investasi, maka rekomendasinya adalah rumah. Hal ini dikarenakan harga jual yang berpotensi lebih tinggi dan naik setiap tahunnya. Namun jika menginginkan investasi untuk jangka pendek, maka apartemen lebih cocok.

Demikianlah ulasan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan membantumu dalam menentukan investasi yang terbaik antara rumah dan apartemen.

Baca juga: Faktor Penentu Harga Rumah Lebih Mahal


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel