Pinhome

Perubahan sosial politik peralihan abad XX Indonesia Modern

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 12 March 2013 ∙ 3 menit membaca

Perubahan sosial politik – Menginjak abad ke-20, boleh dikatakan Indonesia mulai memasuki zaman modern. Pada saat itu peralihan dari akhir abad ke-19 ke permulaan abad ke-20 telah terjadi perubahan dalam kehidupan di bidang sosial dan politik. Ada dua perkembangan yang membawa ke arah terjadinya perubahan-perubahan tersebut, yaitu masuknya politik etis dan emansipasi wanita oleh R.A Kartini.

Penerapan Politik Etis

Menginjak permulaan abad ke-20, Belanda mulai menerapkan politik baru dalam melaksanakan penjajahannya di Indonesia. Politik itu adalah Politik Etis atau Politik Membalas Budi. Penganjur politik ini adalah Van Deventer. Program pokok dari program ini adalah:

  1. Memperbaiki irigasi (pengairan)
  2. Memajukan edukasi (pendidikan)
  3. Mengadakan transmigrasi (perpindahan penduduk).

Namun, pelaksanaan politik etis tersebut ternyata tetap menindas dan merugikan rakyat Indonesia. Memperbaiki irigasi yang dimaksudkan memperbaiki pengairan tersebut ternyata perbaikan tersebut justru hanya untuk perkebunan-perkebunan atau tanah-tanah milik Belanda.

Sedangkan transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari tempat yang padat penduduknya ke tanah-tanah perkebunan milik Belanda. Para penduduk dijadikan tenaga kerja demi keuntungan Belanda.

Hanya dari segi pendidikan ada keuntungannya. Maksud Belanda ingin mendidik pegawai pemerintah yang terampil dan murah, mau bekerja sama dengan Belanda. Tetapi ternyata menjadikan bumerang baginya, bersamaan dengan itu muncul pula kaum terpelajar atau cerdik pandai yang tetap setia terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

Munculnya kaum cerdik pandai tersebut telah menumbuhkan kekuatan baru. Karena kaum terpelajar atau cerdik pandai itulah yang akan memelopori perjuangan bangsa Indonesia lebih lanjut, dalam usaha memperoleh kebebasan dan kemerdekaan. Kehidupan politik menjadi berkembang. Terjadilah perubahan dalam kehidupan sosial dan politik.

Para pelajar atau kaum cerdik pandai itu sadar bahwa dalam berjuang melawan penjajahan, perlu meningkatkan harga diri dan martabat bangsa, termasuk kaum wanitanya.

Semuanya ini akan mendorong semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Dan untuk mengembangkan semangat nasionalisme itu, perlu adanya usaha-usaha tertentu, misalnya melalui pendidikan dan perkumpulan.

Baca juga: Perjuangan secara nonkooperasi Indonesia

Emansipasi wanita

Perintis emansipasi wanita Indonesia adalah R.A. Kartini. Ia putri Bupati Jepara Raden Adipati Aria Sasraningrat. Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara. Oleh ayahnya, R.A. Kartini dimasukkan ke sekolah Belanda, tetapi hanya sekolah rendah.

Ra Kartini
Ra Kartini tokoh emansipasi wanita (foto tahun 1890)
NamaRaden Ajeng Kartini
Lahir21 April 1879 di Jepara, Indonesia
Meninggal17 September 1904 (umur 25) di Rembang, Indonesia
Nama LainRaden Ayu Kartini
Dikenal atasEmansipasi wanita
SuamiK.R.M. Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat
Tanda TanganTanda tangan RA Kartini

Setelah ia masuk pingitan dan tidak diperkenankan melanjutkan sekolahnya. Ini adalah kehidupan sosial masa itu, wanita masih dipandang begitu rendah derajatnya.

Baca juga: Perjuangan secara kooperasi

Cita-cita Kartini yaitu ingin menjunjung tinggi derajat kaum wanita melalui pengajaran. Itulah sebabnya meski dipingit ia mengadakan semacam sekolah atau pengajaran kepada kaumnya. Ia telah memperjuangkan kebebasan dan persamaan hak bagi kaum wanita.

Kartini juga dikenal sebagai pelopor pergerakan wanita. Karena dialah putri Indonesia yang pertama kali memperjuangkan pendidikan dan pengajaran bagi kaum wanita. Kehidupan sosial mulai berubah, terutama di kalangan ningrat.

Walaupun Kartini sudah dipingit, tetapi surat-surat yang ditujukan kepada sahabat-sahabatnya tidak pernah berhenti. Surat-surat itu kemudian dikumpulkan oleh Abendanon dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Tahun 1904 R.A. Kartini meninggal dunia. Tetapi cita-citanya terus berkembang dan menjadi pedoman bagi segenap wanita Indonesia. Untuk mengenang jasanya, maka setiap tanggal 21 April kita peringati sebagai Hari Kartini.

Sebagai penerus perjuangan Kartini antara lain Dewi Sartika dari Jawa Barat. Ia lahir 4 Desember 1884 dan wafat pada tahun 1947. Dewi Sartika seorang yang tekun dan sabar untuk mendidik dan memberikan pengajran bagi kaum wanita.

Baca juga: Latar belakang munculnya pergerakan nasional Indonesia

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Kecantikan
Kecantikan 17 Model Rambut Tipis Pria yang Stylish

Memiliki jenis rambut tipis memang untuk sebagian orang menjadi sebuah kendala. Beberapa diantarany

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Cerai yang Sesuai dengan Kaidah yang Ada

Dalam menjalani rumah tangga, ada banyak konflik tak terduga yang bisa saja terjadi. Jika diskusi s

Kecantikan
Kecantikan 12 Model Rambut Pria Botak 

Model rambut pria botak memang terbilang sangat simpel dengan minim perawatan. Apalagi untuk bebera

Edukasi
Edukasi Surat Lamaran Magang & Serba-serbi Lengkapnya

Bagi yang mengambil pendidikan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan dan pendidikan lanjutan seperti m

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Kuasa Perpanjangan STNK, Ini Cara Membuatnya!

Pinhome - Mengurus surat-surat penting, seperti perpanjangan STNK merupakan kewajiban yang dilakuka

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia