Pinhome

Perlawanan Aceh Terhadap Jepang

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 10 February 2014 ∙ 2 menit membaca

Perlawanan Aceh Terhadap Jepang – Saat Jepang di Indonesia banyak mendapatkan perlawanan di berbagai daerah. Secara keseluruhan dapat di baca pada artikel sejarah Perlawanan rakyat terhadap Jepang tahun 1944-1945. Pada posting kali ini saya hanya akan menuliskan perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang.

Serangan Rakyat Aceh Terhadap Jepang

Setelah mengalami penderitaan yang berat rakyat Aceh melancarkan perlawanan terhadap Jepang sampai dua kali. Pertama terjadi pada tahun 1942 yang dipimpin oleh Tengku Abdul Djalil, seorang guru mengaji di Cot Plieng. Ia sangat sedih melihat kesengsaraan bangsanya yang ditindas dan diperas oleh Jepang.

Untuk membebaskan penderitaan rakyat waktu itu Tengku Abdul Djalil mengajak rakyat Aceh mengangkat senjata untuk melawan Jepang. Ajakan itu didukung sepenuhnya oleh rakyat, maka meletuslah perlawanan terhadap penjajah Jepang di Aceh.

Dalam pada itu Jepang membujuk Tengku Abdul Djalil untuk mengadakan perdamaian tetapi tidak berhasil. Akhirnya Jepang menyerang rakyat di Cot Plieng yang sedang menjalankan ibadah sembahyang subuh.

Setelah rakyat Cot Plieng mengetahui adanya serangan Jepang itu mereka segera bangkit mengambil senjata yang dimilikinya seperti: rencong, tumbak, pedang dan kelewang untuk membalas serangan pasukan Jepang itu. Akhirnya Jepang terdesak mundur. Dengan tangan hampa Jepang kembali ke markasnya di Lhok Seumawe.

perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang
perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang

Serangan Jepang Kedua

Kemudian Jepang melakukan serangan yang kedua kalinya tetapi serangan itu juga gagal, karena rakyat Aceh telah siap melawannya. Selanjutnya serangan ketiga dilakukan oleh Jepang yang dilaksanakan dengan tindakan-tindakan kejam.

Dalam serangan yang ketiga ini masjid Cot Plieng di bakar oleh Jepang. Rakyat mengalami kewalahan dan Tengku Abdul Djalil meloloskan diri. Akan tetapi sayang karena dia dapat ditembak oleh pasukan Jepang ketika sedang menjalankan ibadah sembahyang.

Perlawanan rakyat Aceh yang kedua terjadi pada tahun 1944 di bawah pimpinan Tengku Hamid. Ia berhasil membawa pasukannya ke lereng-lereng gunung untuk mengadakan gerilya, tetapi karena keluarganya diancam oleh Jepang akan dibunuh semuanya maka mereka terpaksa kembali dan menyerah kepada Jepang.

Sebagai kelanjutan perlawanan itu, seorang kepala kampung Pandreh juga melakukan perlawanan kepada Jepang tetapi dapat ditindas dengan kejam.

Baca juga: Perlawanan Aceh Terhadap Portugis

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Lifestyle
Edukasi
Edukasi Surat Kepemilikan Tanah yang Resmi & Sah

Surat kepemilikan tanah (SKT) adalah berkas yang wajib dimiliki jika kamu memiliki niat untuk membe

Edukasi
Edukasi Format dan Contoh Surat Lamaran Kerja di Toko

contoh surat lamaran kerja di toko tulis tangan contoh surat lamaran pekerjaan di toko cont

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Niaga, Lengkap Beserta Penjelasannya!

Dalam dunia bisnis, surat niaga sangat umum digunakan untuk kebutuhan bisnis sehari-hari. Biasanya

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pribadi dan Struktur Penulisannya

Ada dua macam surat yang jamak ditemukan, yaitu surat resmi dan tidak resmi. Surat tidak resmi seri

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia