Perkembangan Revolusi Hijau di dunia

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 26 September 2014 ∙ 3 menit membaca

Sejarah Negara Com -Perkembangan revolusi hijau di dunia diawali setelah Perang Dunia I. PD I membawa akibat hancurnya banyak lahan pertanian di Eropa. Hal ini tentu dapat mengancam produksi pangan di dunia. Untuk mengatasi masalah tersebut pada pengusaha di Amerika Serikat berupaya mengembangkan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan dengan melakukan berbagai penelitian.

Penelitian tersebut disponsori oleh Ford and Rockfeller Foundation. Penelitian dilakukan di beberapa negara berkembang seperti Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan. Para peneliti terus mencari berbagai varietas tanaman penghasil biji-bijian terutama beras dan gandum yang berproduksi tinggi.

Di samping itu, perkembangan teknologi alat-alat pertanian mempengaruhi perkembangan revolusi hijau. Penggunaan alat-alat pertanian modern seperti mesin bajak, alat penyemprot hama, dan mesin penggiling padi merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan produksi pertanian.

Perkembangan revolusi hijau selanjutnya terjadi setelah Perang Dunia II. Akibat PD II membawa pengaruh bagi dunia pertanian. Hal ini dikarenakan hancurnya lahan-lahan pertanian. Hancurnya daerah pertanian menyebabkan menurunnya produksi pertanian.

Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi pertanian terus dilakukan melalui pembukaan lahan pertanian baru, mekanisme pertanian, penggunaan pupuk, dan mencari metode yang tepat untuk memberantas hama tanaman.

Baca juga: Pengertian Revolusi Hijau

Konferensi Hot Spring

Pada Konferensi Hot Spring tahun 1943, selain membicarakan usaha peningkatan produksi pangan di Eropa juga mulai dibicarakan masalah pertanian dan kemiskinan yang melanda dunia.

Dalam konferensi ini disepakati tentang perlu dilakukannya peningkatan produksi pangan, perbaikan distribusi, peningkatan taraf hidup konsumen maupun produsen, dan pengadaan kebutuhan yang cukup di seluruh dunia.   Konferensi Hot Spring ini menjadi tonggak dibentuknya organisasi pangan dan pertanian dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) yang bernaung di bawah PBB.

Revolusi hijau telah membawa perubahan di beberapa negara seperti di India, Filipina, atau negara-negara lainnya. India telah berhasil melipatgandakan panen gandumnya dalam waktu 6 tahun, dan menjelang tahun 1970 sudah hampir dapat memenuhi kebutuhan negaranya sendiri.

Filipina mangakhiri setengah abad ketergantungannya dengan beras impor karena pada akhir tahun 1960-an telah mempu menjadi eksportir beras. Hal ini telah menimbulkan optimisme bahwa revolusi hijau dapat menghasilkan bahan pangan yang cukup besar.

Lembaga penelitian pangan Filipina seperti International Rice Research Institute, berhasil mengembangkan bibit unggul padi yang baru dan sangat produktif yang dikenal dengan nama IR-8. Dengan penemuan bibit baru yang ditopang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, memungkinkan petani-petani di belahan Asia Tenggara untuk melipatgandakan produksi pertanian.

Pembentukan CGIAR

Pada awal tahun 1970, dunia mulai memperhatikan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Usaha ini diawali dengan pembentukan Consultative Group on International Agriculture Research (CGIAR).

Pembentukan CGIAR bertujuan untuk memberikan bantuan kepada berbagai pusat penelitian internasional, seperti International Rice Research Institute di Filipina, International Maize Wheat Improvement Centre (IMWIC) di Meksiko.

Pada tahun 1970, Norman Borlaug mendapatkan hadiah nobel karena gagasannya mencetuskan revolusi hijai dengan mencari jenis tanaman biji-bijian yang cocok untuk mengubah energi surya menjadi karbohidrat pada tanah yang diolah menjadi subur dengan tanaman yang tahan terhadap hama penyakit.

Perkembangan revolusi hijau semakin meluas di dunia, terutama pada daerah-daerah yang dahulunya merupakan daerah yang sedang berkembang atau daerah yang selalu mengalami kekurangan bahan pangan.

Baca juga Latar belakang lahirnya Revolusi Hijau

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Lifestyle
Lifestyle 7 Cara Menyalakan Lampu pada Keyboard Laptop Sesuai Brand

Series laptop keluaran baru sudah banyak yang mengusung fitur yang canggih. Salah satunya adalah ba

Teknik Sipil
Teknik Sipil 10 Inspirasi Keramik Abu-Abu Muda Cocok untuk Segala Ruangan

Keramik abu-abu sering dianggap terlalu biasa, suram dan pucat. Padahal warna keramik tersebut bisa

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain Ini Dia Standar Jarak Tinggi Kran Shower dari Lantai

Tidak hanya ukuran jendela kamar mandi, tapi ternyata banyak aspek yang wajib diperhatikan untuk pe

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia