Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Perjalanan Listrik Masuk ke Rumah Pelanggan Pertama Kali Akan Melewati Apa?

Perjalanan Listrik Masuk ke Rumah Pelanggan Pertama Kali Akan Melewati Apa?

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 28 April 2021 ∙ 4 menit membaca

Energi listrik bagi kehidupan memiliki peranan penting yang tidak dapat disepelekan. Mulai dari cahaya lampu di dalam rumah, mengisi daya baterai pada telepon genggam, menyalakan peralatan elektronik rumah tangga dan masih banyak lagi. Semua memerlukan listrik dalam pengoperasiannya. Namun, apa anda tahu sebenarnya perjalanan listrik masuk ke rumah pelanggan pertama kali akan melewati proses seperti apa? Simak dulu yuk penjelasan lebih lanjut di bawah ini!

Pinhome – Jika anda seorang pegawai yang bekerja di suatu gedung perkantoran, pasti mengetahui bila saat aliran listrik padam, akan ada genset yang bergerak untuk menopang daya listrik sementara. Tapi, saat anda mengalami mati listrik di dalam rumah, apa yang anda lakukan? Tentu satu hal yang anda pikirkan adalah menghubungi layanan PLN terdekat. Semudah itu kah? Sebenarnya perjalanan listrik masuk ke rumah pelanggan pertama kali itu seperti apa ya?

Baca Juga: Tagihan Naik?! Bagaimana Cara Menghemat Listrik?

(freepik.com)

Perlu diketahui bahwa cara listrik masuk ke rumah pelanggan pertama kali akan melewati berbagai proses rumit yang dapat dikatakan tidak mudah. Secara garis besar sumber energi listrik yang sampai ke rumah kita, memanfaatkan sumber daya alam dari beberapa pembangkit, seperti PLTA (air), PLTU (uap), PLTD (diesel), PLTGU (gas dan uap), dan PLTP (panas bumi). Namun, bagaimana kinerjanya?

Baca Juga: Apa Yang Harus Kita Lakukan Untuk Menghemat Energi Listrik?

Alur Distribusi Listrik Masuk ke Rumah

listrik masuk ke rumah pelanggan pertama kali akan melewati
(brainly.co.id)

Secara umum proses perjalanan arus listrik masuk ke rumah pelanggan pertama kali akan melewati tahapan besar yaitu pembangkit, transmisi, distribusi hingga sampai ke rumah. Di dalam proses tersebut banyak pihak yang ikut andil membantu dalam menjalankan pekerjaannya agar listrik sampai ke tangan pelanggan. Pihak utama yang membantu adalah pegawai PLN dengan masing-masing pembagian tugasnya yang terdiri dari operator pembangkit listrik, operator gardu induk, dispatcher transmisi, dispatcher distribusi dan dispatcher JCC. 

Pembangkit Listrik

Pertama, pembangkit listrik yang berfungsi mengubah energi lain menjadi energi listrik ini menghasilkan rata-rata listrik 6 – 24 kV (lihat dalam gambar nomor 1). Proses membangkitkan energi menjadi listrik ini berasal dari berbagai alat yang telah disesuaikan dengan energi yang diambil. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang mengubah energi air menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengubah energi uap menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya adalah sama mengubah berbagai sumber daya alam yang ada menjadi energi listrik. 

Cara listrik bisa sampai ke rumah kita dimulai saat pembangkit listrik menyalurkan listrik tersebut ke gardu tegangan ekstra tinggi (TET). Di dalam gardu tegangan tinggi ini ada alat yang bernama trafo step up yang berfungsi menaikan tegangan listrik hingga 500 kV (lihat dalam gambar nomor 2). Proses kenaikan daya listrik tersebut dibuat untuk menghindari penurunan rugi daya yang terjadi selama perjalanan jauh listrik sampai ke rumah. Dalam perjalanannya, arus listrik pasti akan turun dan mengakibatkan kabel/ kawat penghantar berukuran lebih kecil dari sebelumnya. Ini dikatakan sebagai langkah penghematan yang baik dalam segi ekonomi. 

Transmisi Listrik

Kedua, setelah pembangkit listrik disalurkan dinaikan daya listriknya, kini perjalanan listrik masuk ke rumah pelanggan pertama kali akan melewati tahap transmisi yang cukup panjang. Ini dapat terlihat dari panjangnya arus aliran listrik kota besar salah satu nya Jakarta yang berasal dari alur PLN Pembangkitan Jawa-Bali PJB (lihat dalam gambar nomor 3).

Setelah masuk ke dalam proses transmisi sebagai alat penyalur energi listrik, anda akan menemukan kembali gardu tegangan tinggi. Di dalam gardu tegangan tinggi kali ini, daya listrik yang sebelumnya 500 kV akan diturunkan menjadi 150 kV dengan bantuan alat trafo step down. Tujuannya adalah untuk menghindari adanya arus listrik berlebih yang terjadi yang mengancam keamanan kehidupan. Ini karena jarak sudah dekat ke rumah-rumah penduduk.

Proses Distribusi Listrik

Ketiga, bila arus listrik sudah dekat dengan pemukiman penduduk, maka daya listrik akan diturunkan kembali melalui gardu induk yang memiliki alat trafo step down dari semula 150 kV menjadi 20 kV (lihat dalam gambar nomor 4). Setelahnya, daya listrik yang sudah diturunkan ini disalurkan ke beberapa pelanggan tegangan menengah seperti pabrik-pabrik perindustrian dan juga masuk ke gardu distribusi (lihat dalam gambar nomor 5). Gardu distribusi yang berupa tiang tersebut memiliki alat trafo step down kembali untuk menurunkan tegangan pada titik terendah yaitu 220 v. Tegangan listrik inilah yang akan masuk ke dalam rumah-rumah penduduk melalui tiang listrik dan kabel yang disambungkan (lihat dalam gambar nomor 6).

Bagaimana Pins? Ternyata cara listrik bisa sampai ke rumah kita itu memerlukan proses yang cukup panjang. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan Pins ya!


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Koordinator: Salsa

Editor: Iko

Tags :

Bagikan Artikel