Ini Dia Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional yang Wajib Diketahui

Dipublikasikan oleh Mahardhika Gilang ∙ 7 February 2022 ∙ 4 menit membaca

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional pada dasarnya bisa dibilang cukup signifikan dari berbagai aspek. Hal ini bahkan dapat terlihat dari prinsip yang digunakan dari dua jenis asuransi tersebut. Tentunya perbedaan ini pun juga tidak hanya berhenti pada prinsip yang digunakan.

Aspek lain tentunya juga mempengaruhi suatu produk asuransi konvensional yang pada akhirnya menjadi beda yang cukup signifikan dari dua produk asuransi tersebut. Nah, lalu apa saja sih perbedaan yang ada pada dua asuransi tersebut? Berikut ulasannya:

Prinsip

Prinsip dasar menjadi perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang pertama. Pada dasarnya prinsip dalam asuransi syariah maupun konvensional ini nantinya akan berfokus pada resiko yang ditanggung oleh nasabah. Nah, lalu apa sih perbedaan prinsip dari kedua jenis asuransi ini? Berikut ulasannya:

  • Pada asuransi konvensional nantinya resiko yang bisa saja terjadi pada nasabah akan dipindah tangankan kepada perusahaan. Hal ini biasa disebut dengan risk transfer. Resiko yang akan ditanggung perusahaan ini nantinya akan disesuaikan dengan perjanjian yang telah disetujui.
  • Asuransi syariah sendiri cenderung memiliki pembentukan dana yang disebut dana tabaruu’ yang dilakukan antar peserta asuransi untuk menghadapi resiko yang terjadi. Hal ini dibentuk

Perjanjian yang Digunakan

Perjanjian ataupun akad yang digunakan juga menjadi pembeda yang cukup signifikan dari kedua asuransi tersebut. Jenis dari kedua akad asuransi tersebut juga memiliki perbedaan sistem dimana. Nah, berikut ini adalah perbedaan mendasar dari perjanjian atau akad yang digunakan oleh asuransi konvensional dan syariah:

  • Asuransi syariah menerapkan akad tabarru’ atau bisa dibilang akan hibah. Nantinya pada akad ini akan diterapkan perjanjian saling menolong dan menanggung resiko antar peserta
  • asuransi.
    Pada asuransi konvensional sendiri akad yang digunakan adalah akad tabaduli. Nantinya pada akad ini akan ada persetujuan yang dilakukan perusahaan asuransi dan nasabah sesuai dengan kesepakatan jual beli atas produk asuransi.

Perbedaan dari Pengelolaan Dana

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional berikutnya bisa dilihat dari cara pengelolaan dana yang dilakukan oleh perusahaan asuransi. Berikut ini adalah beda pengelolaan dana yang ada pada kedua asuransi tersebut:

  • Pada asuransi syariah nantinya dana akan dikelola perusahaan untuk kepentingan peserta asuransi dengan catatan bahwa dana adalah milik semua peserta asuransi.
  • Perbedaan ini akan terlihat pada asuransi konvensional yang tidak akan melibatkan pihak lain dalam kepemilikan dana. Dana ini akan dikelola sesuai perjanjian antara seorang nasabah dengan perusahaan asuransi yang digunakan.

Pengawasan Dana

Pengawasan terhadap dana asuransi menjadi pembeda berikutnya yang dapat dilihat dari kedua jenis asuransi tersebut. Nah, untuk mengetahui bagaimana perbedaan pengawasan dana yang ada pada dua asuransi tersebut maka, mari simak ulasan berikut:

  • Pada asuransi syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah serta MUI sebagai badan yang bertugas untuk mengawasi kegiatan asuransi serta proses terjadinya transaksi asuransi. Nantinya proses asuransi pun juga harus dilakukan berdasar prinsip syariah yang diawasi MUI.
  • Asuransi konvensional sendiri menggunakan OJK sebagai badan pengawas yang bertindak secara resmi untuk memantau proses asuransi pada suatu perusahaan asuransi.

Ketentuan Polis

Perbedaan yang paling utama adalah terkait ketentuan polis antara asuransi syariah dan konvensional. Mulai dari cara klaim, kewenangan dan jatuh tempo atau polis dinyatakan hangus. Di bawah ini adalah pembahasan lebih lanjut terkait ketentuan polis:

1. Cara Klaim

Klaim polis juga menjadi pembeda lain dari asuransi syariah serta konvensional. Perbedaan ini dapat dilihat dari cara klaim polis yang bisa dilakukan oleh nasabah. Nah, berikut ini adalah perbedaan klaim polis pada asuransi syariah dan konvensional:

  • Nantinya pada asuransi syariah pencairan dana polis akan dilakukan dengan cara mencairkan dana bersama antar peserta asuransi.
  • Pada asuransi konvensional sendiri pencairan dana ini akan dilakukan berdasarkan pembayaran premi asuransi dari peserta asuransi yang dilakukan oleh perusahaan.

2. Kewenangan Polis

Perbedaan lainnya adalah dari pihak yang memiliki wewenang atas polis asuransi yang dimiliki. Pada wewenang ini nantinya syariah dan juga konvensional akan memiliki hak polis yang berbeda. Berikut adalah perbedaan dari wewenang polis yang diperbolehkan:

  • Pada asuransi syariah, wewenang dalam satu polis asuransi bisa digunakan oleh seluruh anggota dari peserta polis.
  • Hal ini berbeda dengan wewenang polis asuransi konvensional yang hanya bisa digunakan oleh pemilik sah dari asuransi.

3. Polis Hangus

Ketentuan pada polis hangus juga menjadi pembeda yang cukup signifikan pada asuransi syariah serta konvensional. Hal ini dapat dilihat melalui ketentuan pengambilan polis apabila sudah jatuh tempo. Nah, berikut ini adalah ketentuan yang berlaku atas polis dari kedua asuransi tersebut:

  • Pada polis syariah nantinya peserta dapat kembali mengambil polis asuransi secara penuh dan tidak memberlakukan ketentuan hangus pada polis yang tidak kunjung diklaim.
  • Ketentuan ini berbeda dengan polis konvensional yang memberlakukan sistem hangus atas polis yang tidak kunjung diklaim oleh peserta asuransi.

Itulah tadi sekilas tentang perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang memang cukup berbeda pada beberapa aspeknya. Perbedaan ini tentunya terdapat dalam sistem menurut Islam dan umum yang pada dasarnya memiliki ketentuan berbeda.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Berita Pinhome
Berita Pinhome 4 Manfaat Penting Business Process Outsourcing (BPO) bagi Perusahaan

Untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya dalam waktu panjang, sejumlah pemilik bisnis

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 12 Interior Kantor Estetik Namun Tetap Nyaman & Produktif

Interior kantor yang estetik akan menambah semangat kerja karyawannya. Selain itu dapat menarik per

Ruang Tamu
Ruang Tamu Trik Akali Ruang Tamu Apartemen Kecil Agar Lebih Lapang

Lahan untuk tempat tinggal semakin terbatas. Jika luas rumah tidak terlalu besar maka harus pintar

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain Kenali Ragam Tata Ruang Kantor & Plus Minusnya

Tata ruang kantor harus memperhatikan ergonomis dan kenyamanan karyawan. Saat bekerja karyawan meng

Teknik Sipil
Teknik Sipil Harga Kabel Listrik Rumah Per Meter, Terlengkap! 

Setiap rumah pasti membutuhkan listrik untuk kebutuhan sehari-hari seperti lampu, AC, perangkat ele

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia