Sejarah Perang Aceh melawan Belanda akibat korban politik Treaty of London

Diperbarui oleh Eka Mandala ∙ November 2, 2022 ∙ 3 menit membaca

Sejarah Negara Com – Adanya Treaty of London, 1824, antara Inggris dengan Belanda menyebabkan Belanda memperoleh kembali tanah jajahannya. Dengan catatan tidak mengganggu kedaulatan Aceh, tetapi rupanya hanya bersifat politik saja.

Tahun 1858, Sultan Siak diikat perjanjian oleh Pemerintah Belanda, bahwa Siak mengakui kedaulatan Belanda di Sumatra Timur. Ini berarti kerajaan bawahan Siak takluk terhadap Belanda. Padahal sebenarnya, daerah-daerah tersebut termasuk dalam lindungan aceh.

Aceh kemudian mulai bekerja sama dengan Turki, Singapura, konsul Italia dan Amerika untuk memperkuat diri. Tahun 1871 Inggris dan Belanda mendatangani perjanjian Traktat Sumatra. Belanda mendapat kebebasan memperluas wilayah ke Sumatra, termasuk Aceh.

Di bukanya terusan Suez tahun 1869 membuat Belanda menginginkan Aceh sebagai pintu gerbang ke selat Malaka. Tahun 1873, Komisaris F.N Niewenhuysen meminta Sultan Daud Syah mengakui kedaulatan Hindia Belanda. Adanya penolakan menyebabkan Belanda mengobarkan perang.

Baca juga perlawanan Aceh terhadap Portugis di sini

Tahun 1872-1873 Belanda memasukkan 5000 peti mesiu dan 1394 peti senapan dari Bandar Penang di Semenanjung. Disusul pada April 1873, pendaratan pasukan dipimpin Jenderal Kohler dengan 3000 pasukan. Akibatnya terjadi pertempuran di Masjid Raya Baiturrahman dan Istana Sultan dan Jenderal Kohler terbunuh.

Panglima besar angkatan perang Belanda2C Jenderal J.H.R. Kohler tewas ditembak oleh penembak jitu Aceh pada tahun 1873
Panglima besar angkatan perang Belanda2C Jenderal J.H.R. Kohler tewas ditembak oleh penembak jitu Aceh pada tahun 1873

Akhir 1873, pendaratan kedua Belanda dipimpin Jend. Van Swieten. Swieten diberi wewenang mengadakan perjanjian dengan Sultan. Pasukan Aceh dibawah Panglma Polim tidak berhasil memepertahankan Istana.

Jenderal Pel datang menggantikan Swieten pada April 1874 dan membangun pos pertahanan di Kutaraja, Krueng Aceh dan Meuraksa sebanyak 38 dan 2750 pasukan sebagai garis pembendung (Afslutings Linie). Tetapi Belanda mengalami kesulitan membagi kekuatan pasukan. Habib Abdurrachman dari Turki (1877) membantu Aceh dengan mengadakan perundingan dengan Teuku Cik Di Tiro di Pidie untuk menyerang Belanda.

Sementara Teuku Umar dan istrinya Cut Nya’ Din melawan di Aceh Barat dan Meluah ke Meulaboh. Tahun 1880, Belanda masih sulit menguasai Aceh. Agustus 1881, Belanda mengadakan Blokade di seluruh pantai utara Aceh dari Ulee Lhene sampai Ujung Diemant tertutup untuk ekspor-impor dan penagkapa ikan. Tetapi Aceh masih mampu mengadakan penyeludupan persenjataan dari Luar.

Belanda kemudian menggunakan teknik Stelsel Konsentrasi berupa pengawasan wilayah seluas 50 Km pesegi di sekitar Ulee Lheue dan kotaraja dengan pembangunan 6 pos penjagaan. Masing-masing pos dikelilingi daratan luas sejauh 1 km dan dihubungkan dengan jaringan telepon dengan Kotaraja.

Adanya kesulitan menjalankan siasatnya, Belanda mencari rahasia kekuatan Aceh dalam kehidupan sosial budayanya. Belanda mengirim Dr. Snock Hurgronje yang paham agama Islam dan pernah bergaul dengan rakyat Aceh di Mekah. Dengan nama samaran Abdul Gaur, ia mengetahui bahwa meskipun Sultan telah ditundukkan tetapi belum tentu kepala daerah akan tunduk juga.

Pengaruh Ulama pada rakyat Aceh sangat kuat sehingga sulit menundukkan Aceh. Darinya didapatkan petunjuk untuk memecah belah masyarakat Aceh.

Maka pada 1898, Kol Van Heutz dikirim sebagai gubernur Sipil dan militer. Kemudian melakukan penyerangan kepada Sultan, Teuku Umar dan Panglima Polim. Serangan itu disebut Serangan Sapurata dari pasukan Merchausse. Merchausse adalah pasukan pribumi yang terlatih.

Tahun 1899, Teuku Umar tertangkap, Cut Nya’ Din pada 1906. Pada Januari 1903 Sultan Aceh dipaksa menyerah karena istrinya tertangkap. Panglima Polim dipaksa menyerah pada September 1903 karena keluarganya ditangkap.

Akibatnya Aceh melemah dan Belanda menanamkan kekuasaan di kesultanan. Kemudian dibuat Plakat Pendek, isinya mengakui kekuasaan Belanda, tidak berhubungan dengan pemerintah asing, berjanji akan menaati peraturan yang diberikan pemerintah Belanda.

Baca juga: Perlawanan Aceh terhadap VOC

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Lifestyle
Lifestyle 30 Ucapan Ulang Tahun Untuk Adik Perempuan Tercinta

Hai Pins, apakah kamu memiliki adik perempuan? Memiliki adik perempuan bisa dibilang menyenangkan a

Gadget
Gadget 15 Rekomendasi HP Realme 2 Jutaan Spesifikasi Gacor!

Rekomendasi HP Realme 2 jutaan terbaik merupakan pilihan varian smartphone yang layak untuk dibeli.

Finansial
Finansial Kenali Apa itu DYOR dalam Crypto dan Cara Menerapkannya

Ada banyak sekali istilah yang mungkin baru pertama kali kamu dengar saat mempelajari investasi seb

Uncategorized
Uncategorized Mengenal Apa itu Crypto Luna atau Terra Luna dalam Crypto

Sektor transaksi digital kawasan Asia mengalami pertumbuhan sangat pesat dengan banyak sekali pemai

Finansial
Finansial Begini Cara Kerja Bitcoin yang Perlu Diketahui Oleh Pemula

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan investasi membuat aktivitas tersebut semakin tinggi peminatn

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia