Peran Raden Patah Mengembangkan Agama Islam

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 24 September 2013 ∙ 2 menit membaca

Pada awal tahun 1500 Raden Patah melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Majapahit. Siapakah Raden Patah? Beliau adalah seorang bupati Demak yang telah memeluk agama Islam. Dengan bantuan para ulama, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak, kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Dalam waktu singkat, Demak berkembang menjadi kerajaan besar.

Wilayah Kerajaan Demak meliputi Jepara, Semarang, Tegal, Palembang, Jambi, pulau-pulau antara Kalimantan dan Sumatra, serta beberapa daerah di Kalimantan. Pelabuhan-pelabuhan penting yang dikuasai Demak ialah Jepara, Tuban, Sidayu, Jaratan dan Gresik.

Dalam pengembangan agama Islam, Demak berperan penting. Pada waktu itu Demak menjadi pusat penyebaran agama Islam. Penyebar agama Islam dengan sebutan wali. Sebagai tempat beribadah dan pusat kegiatan agama para wali mendirikan masjid di Demak.

Salah seorang wali yang bertempat tinggal tidak jauh dari pelabuhan Jaratan dan Gresik adalah Sunan Giri. Murid-muridnya banyak yang berasal dari Ternate dan Hitu (Ambon). Dengan demikian, agama Islam dari Demak disebarkan ke Maluku.

Baca juga: Sultan Trenggana Gugur Demak Pindah ke Pajang

Peran Raden Patah mengembangkan agama Islam

Dalam bidang ekonomi, kerajaan yang melepaskan diri dari Majapahit ini berperan penting pula. Sebab Demak mempunyai daerah pertanian yang cukup luas dan sebagai penghasil bahan makanan, terutama beras.

Kecuali itu perdagangannya pun maju. Kapal dagang cukup banyak dimilikinya. Komoditi yang diekspor ialah beras, madu, dan lilin. Barang-barang tersebut diekspor ke Malaka melalui pelabuhan Jepara.

Kecuali di ekspor ke Malaka, ketiga macam komoditi itu juga dijual ke Kerajaan Samudra Pasai dan Maluku. Pada tahun 1511 Malaka direbut oleh bangsa Portugis. Hal itu menyebabkan hubungan dagang antara Demak dengan Malaka putus.

Tentu saja Demak merasa dirugikan, oleh karena itu pada tahun 1513 armada Demak menyerang Portugis di Malaka. Dalam penyerangan itu, Demak mengerahkan 10.000 orang prajurit dengan menumpang 100 buah perahu. Pemimpinnya Dipati Unus (Pati Unus), putra mahkota Kerajaan Demak. Serangan itu tidak berhasil.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Teknik Sipil
Teknik Sipil 16 Motif Keramik Dinding Luar yang Awet

Keramik adalah salah satu material yang sering digunakan untuk lapisan dekorasi dinding. Pins dapat

Teknik Sipil
Teknik Sipil 10 Model Keramik Kamar Mandi Abu-Abu

Interior kamar mandi dapat menggunakan material keramik untuk bagian lantai maupun dinding. Pemilih

Teknik Sipil
Teknik Sipil 10 Desain Roster Keramik Mewah dan Manis

Roster atau lubang angin merupakan ventilasi yang dibutuhkan setiap rumah agar ruangan di dalamnya

Teknik Sipil
Teknik Sipil 12 Inspirasi Keramik Hitam Cocok untuk Ruangan Apapun

Material keramik banyak digunakan untuk melengkapi interior rumah, baik di ruang tamu, kamar, dapur

Lifestyle
Lifestyle Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil, Simak Cara Membuatnya!

Ingin membeli mobil? Atau malah sedang ingin menjual mobil yang kamu miliki? Eits, jangan sampai ke

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia