Penyebab dan Cara Mengatasi Cacingan Pada Burung

Diperbarui oleh Mega Puspita Ratna ∙ November 28, 2022 ∙ 7 menit membaca

Cara mengatasi cacingan pada burung – Cacing adalah hewan yang berbeda jauh yang memiliki badan berbentuk silinder panjang dan tidak ada anggota badan. Dari bebera jenis cacing salah satunya adalah cacing parasit.

Cacing parasit adalah cacing yang hidup sebagai parasit pada organisme lain, baik hewan atau tumbuhan. Cacing memang mudah menimpa berbagai jenis burung, mulai dari burung Kenari, burung Cendet, burung Lovebird, burung Kacer dan masih banyak lagi.

Namun, masih saja banyak penyuka burung yang sering tidak sadar ketika burung yang ia pelihara terserang cacing. Akibat yang dialami burung adalah tubuhnya semakin kurus namun nafsu makannya tetap bagus.

Cara Mengatasi Cacingan Pada Burung

cara mengatasi cacingan pada burung

Sebagian besar pemelihara burung biasanya mengobati burung yang terkena cacingan dengan menggunakan obat cacingan untuk manusia. Mungkin dalam beberapa kasus memang tidak terjadi apa-apa kepada burung yang disebabkan karena cocok dengan obat tersebut.

Namun dalam beberapa kasus lain, bisa saja burung malah mengalami masalah lain dikarenakan dosis tinggi dari obat cacing untuk manusia yang diberikan tersebut. Berikut ini akan kami uraikan bagaimana cara mengatasi burung cacingan, penyebab, dan pencegahan yang bisa kamu lakukan.

Penyebab Burung Cacingan

Penyebab cacingan pada burung sanggatlah bervariasi. Namun, penyebab yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah kondisi sangkar atau kandang yang tidak bersih.

Cacing bisa menyerang tubuh burung pada saat burung tersebut memakan kotoran atau pakan berupa serangga yang di dalamnya terdapat larva cacing. Bisa juga lewat air minum yang tercemar kotoran cacing.

Kondisi sangkar yang kotor sangat berpotensi menyebabkan timbulnya cacing dan dapat menjangkit burung kicau. Maka dari itu, bersihkan sangkar setiap hari, mulai dari dasar sangkar/kotoran, tempat makanan, tenggeran/tangkringan, dan juga jeruji-jeruji sangkar.

Selain itu, penyebab lain yang sering terjadi juga disebabkan oleh pakan atau makanan burung yang tidak terjamin kebersihannya. Dalam hal ini kita harus selektif memilih pakan untuk burung kicau, karena makanan yang diberikan bisa saja terdapat larva cacing.

Larva cacing yang ada di pakan dapat masuk ke perut burung dan berkembang di dalam perut. Otomatis burung akan cacingan.

Baca juga : Makanan Kacer Agar Cepat Gacor dan Ngeplong

Gejala Burung Cacingan

Burung yang menderita cacingan biasanya tidak memperlihatkan gejala yang signifikan, bahkan cenderung terlihat seperti burung dalam kondisi sehat. Namun, kamu perlu waspada jika nafsu burung yang tiba-tiba bertambah namun tubuhnya semakin kurus.

Gejala lainnya yang mudah untuk diamati adalah burung menjadi malas-malasan, sering mengantuk bahkan saat siang hari, dan sering mengembangkan bulu-bulunya.

Dalam kasus cacingan yang sudah kronis, burung akan sering memuntahkan makanan yang sudah masuk ke mulutnya. Gejala seperti ini perlu ditangani dengan segera karena merupakan pertanda bahwa burung telah mengidap penyakit cacingan cukup lama.

Baca juga : Cara Merawat Agar Lovebird Jantan Fighter dan Stabil

Jenis Cacing Yang Menyerang Burung

makanan jalak suren

1. Cacing rambut / Hairworm (Capillaria)

Cacing rambut ini biasanya menetap pada bagian kerongkongan, usus, dan tembolok. Burung bisa terserang cacing jenis ini biasanya karena air minum yang tercemar, makan kotoran sendiri atau milik burung lain(yang sudah terinfeksi cacing tersebut). Jenis cacing ini bila sudah menyerang, memang sulit untuk disembuhkan.

Gejala dari burung yang terinfeksi cacing rambut adalah:

  • Burung susah makan atau tidak punya nafsu makan.
  • Kekurangan darah.
  • Burung mengalami diare.
  • Tubuh burung menjadi kurus, berat badan selalu turun.

2. Cacing Ampela / Gizzard Worm (Acuaria)

Tubuh cacing ampela ini mencapai 1-3 mm. Tahapan hidup cacing jenis ini yaitu ketika cacing dewasa bertelur, dan telur tersebut akan menetap dalam kotoran burung yang sudah terinfeksi. Atau bisa saja ketika burung memakan serangga seperti halnya jangkrik atau belalang yang pada perutnya sudah menetas telur cacing.

Gejala dari burung yang terinfeksi cacing ampela:

  • Kematian mendadak.
  • Berat badan yang selalu turun.
  • Pada kotoran burung terdapat lendir.

3. Cacing Pita

Gejala yang terjadi akibat infeksi cacing pita hampir sama dengan cacing ampela. Cacing pita lebih menyukai tempat yang lembap. Bila infeksi sudah berat, dapat menimbulkan gejala-gejala yang sama pada cacing ampela, namun disertai dengan adanya kerusakan pada dinding usus.

Baca juga : Cara Merawat Agar Cucak Ijo Ngentrok Saat Lomba

4. Cacing Gelang

Spesies dari cacing gelang yang berbahaya adalah Ascaridiagalli, atau kebanyakan orang biasa menyebutnya dengan cacing galli. Cacing gelang memiliki ukurang sekitar 1-3 mm. Pada saat awal terinfeksi, hampir sulit untuk mendeteksinya. Namun pada saat sudah terinfeksi, muncullah gejala-gejala berupa burung menjadi lemas dan lesu, burung berhenti berkembangbiak (induk).

Faktor yang membuat burung memungkinkan akan terkena infeksi cacing gelang adalah:

  • Usia burung masih muda.
  • Kondisi stres pada burung.
  • Burung yang lebih sering menghabiskan waktu di dalam sangkar.
  • Lantai sangkar yang tidak bersih.
  • Burung liar yang masuk ke dalam kandang(aviary) kemudian dijadikan satu dengan burung lainnya.

Gejala yang muncul akibat infeksi cacing gelang adalah:

  • Burung menjadi lemas dan lesu.
  • Penurutan pada berat badan burung.
  • Serta diare.

Cara Mencegah Burung Cacingan

cara mengatasi cacingan pada burung

Prioritas 1

Rutinitas dalam merawat burung agar burung tidak cacingan ialah salah satu penunjang dalam pencegahan serangan cacing terhadap kesehatan burung.

Sebagai kunci utamanya ialah, harus selalu memperhatikan kebersihan kandang/sangkar, melindungi burung, membersihkan aksesori milik burung (tenggeran, wadah pakan burung, wadah minum dan mainan burung), juga kebersihan pakan dan air minumnya.

Hal yang paling diutamakan lainnya adalah, berusaha untuk memberikan air masak sebagai air minum untuk burung. Perlu berhati-hati apabila memberikan air berupa air dari sumur atau air PDAM karena rentan terkontaminasi cacing.

Lebih aman lagi jika kamu memilik air paket (galon) yang asli. Namun memang untuk ongkos yang dikeluarkan sedikit banyak, berbeda ketika kamu memilih menggunakan air sembarangan.

Baca juga : Cara Mengatasi Burung Cendet Stres Agar Gacor

Prioritas 2

Selain memberikan pengoptimalan kebersihan pada pakan, sangkar, air, aksesoris milik burung. Kamu juga harus membersihkan kandang satu hari sekali atau minimal dua hari sekali. Pada prioritas nomor 2 ini, disarankan untuk dilakukan tiap satu minggu sekali, memberikan semprot berupa disinfektan spesial untuk burung.

Di negara kita ini memang belum tersedia banyak produk seperti ini. Tapi di negara-negara tetangga seperti Eropa, Australia dan USA nyaris seluruh burung diberikan disinfektan spesial untuk jenis-jenis unggas.

Salah satu produk yang kita bahas ialah Fresh Aves yaitu untuk memberantas bakteri, jamur, dan parasit seperti halnya kutu, tungau, cacing bahkan juga larva beserta telur-telurnya.

Langkah untuk pemakaiannya juga terbilang mudah, yaitu dengan mengambil 5 gram serbuk Fresh Aves, kemudian masukkan ke dalam 1 liter air, aduk sampai merata, lalu tuangkan ke dalam botol semprot.

Lalu semprotan cairan ini ke semua sisi di dalam kandang burung, tidak terkecuali sela-selanya juga. Jangan ada tempat yang terlewat agar benih-benih penyakit burung hilang.

Cara Mengobati Burung Cacingan

cara mengatasi cacingan pada burung

Dalam mengobati burung cacingan ada dua cara yaitu menggunakan obat alami dan obat kimia. Obat cacingan pada burung bisa kamu coba satu persatu. Namun, kebanyakan para kicau mania mengobati burung cacingan dengan menggunakan combatrin.

1. Obat Alami

Obat alami yang biasa di gunakan untuk emngobati cacingan pada semua burung cacingan yaitu kulit mangga, wortel, biji lamtaro, biji jeruju, kelapa, krokot, daun pepaya, daun jambu dan masih banyak lainnya.

Cara menggunakan obat alami untuk burung cacingan yaitu dengan direbus atau memberikannya secara langsung.

Baca juga : Cara Mengetahui Usia Kacer dengan Mudah

2. Combatrin

Combatrin merupakan obat burung paling ampuh untuk mengatasi cacingan. Banyak juga para kicau mania sudah membuktikannya.

Cara menggunakannya combatrin pada burung cacingan yaitu dengan memberikan sebesar biji beras atau padi selama tiga hari berturut turut. Amati juga proses burung yang terkena cacingan tersebut.

Baca juga : Cara Mengatasi Anis Merah Susah Teler Dengan Cepat

3. Obat Cacing Khusus Burung

Banyak sekali obat burung cacingan yang di jual di toko burung. Kamu bisa membelinya salah satu sesuai dengan selera. Untuk cara menggunakannya yaitu ikuti sesuai dosis penggunaan yanga ada di label kemasan obat tersebut.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang penyebab dan cara mengatasi cacingan pada burung.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap seperti pada perumahan Britania Green Resort di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu Stop Loss? Pengertian dan Cara Menggunakannya

Berbicara mengenai dunia investasi dan trading, selalu terdapat istilah-istilah terkait yang mungki

Gadget
Gadget 15 Rekomendasi HP Xiaomi Terbaik Desember 2022, Wajib Punya!

Xiaomi merupakan salah satu produsen smartphone yang cukup terkenal dan sudah mendunia, terutama un

Finansial
Finansial Pahami Yuk! Contoh Pasar Monopolistik dan Pengertiannya

Pasar monopolistik adalah kebalikan dari pasar persaingan yang sempurna. Pada ilmu ekonomi, arti pa

Gadget
Gadget 8 Cara Mengatasi Lupa Sandi HP Vivo Untuk Pengguna Baru Android

Bagi para pengguna baru android pasti pernah mengalami banyak kendala yang sering dijumpai ketika s

Finansial
Finansial Mudah! Ini 7 Cara Menggunakan Tradingview

Supaya aktivitas jual beli saham yang kamu lakukan berjalan lancar, kamu dapat menggunakan berbagai

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia