Pinhome

Pengertian Timah & Manfaatnya

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 2 November 2021 ∙ 4 menit membaca

Pengertian timah – timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Sn dan nomor atom 50.

Timah termasuk logam pasca-transisi di kelompok 14 dalam tabel periodik. Timah menunjukan kemiripan kimia.

Adapun untuk penjelasan mengenai timah beserta penjelasanya adalah sebagai berikut ini.

Pengertian Timah

Timah atau timah putih dan stannum dalam bahasa latin ialah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang mempunyai simbol Sn dan nomor atom 50.

Timah termasuk logam pasca-transisi di kelompok 14 di dalam tabel periodik.

Timah merupakan jenis elemen ke 49 yang paling banyak melimpah di bumi ini, serta memiliki 10 isotop yang stabil, jumlah terbesar dalam tabel periodik.

Sejarah Timah

Sejarah Timah

Tin atau Timah memiliki dampak langsung pada sejarah manusia terutama pada saat Zaman Perunggu.

Dizaman dahulu timah tersebut biasa digunakan dalam peralatan tertentu contoh seperti cincin dan botol peziarah yang ditemukan di sebuah makam Mesir dari dinasti kedelapan belas (1580-1350 SM).

Orang-orang Cina dulu sudah mulai menambang timah sekitar 700 SM di Yunnan. Selain itu timah murni juga ditemukan di Machu Picchu, atau yang dikenal dengan benteng pegunungan suku Inca.

Baca =>> Contoh Jenis Benda Logam

Keterangan Unsur Timah

  1. Simbol: Sn
  2. Radius Atom: 1.62 Å
  3. Volume Atom: 16.3 cm3/mol
  4. Massa Atom: 118.71
  5. Titik Didih: 2876 K
  6. Radius Kovalensi: 1.41 Å
  7. Struktur Kristal: tetragonal
  8. Massa Jenis: 7.31 g/cm3
  9. Konduktivitas Listrik: 8.7 x 106 ohm-1cm-1
  10. Elektronegativitas: 1.96
  11. Konfigurasi Elektron: [Kr]4d10 5s2p3
  12. Formasi Entalpi: 7.2 kJ/mol
  13. Konduktivitas Panas: 66.6 Wm-1K-1
  14. Potensial Ionisasi: 7.344 V
  15. Titik Lebur: 505.12 K
  16. Bilangan Oksidasi: 4,2
  17. Kapasitas Panas: 0.228 Jg-1K-1
  18. Entalpi Penguapan: 290.37 kJ/mol

Bentuk Timah

Unsur timah tersebut memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal. Apabila dipanaskan, timah abu-abu dengan struktur kubus, maka akan berubah pada 13.2 derajat Celcius.

Sehingga akan dapat berubah menjadi timah putih yang mempunyai struktur tetragonal. Dan ketika timah didinginkan sampai suhu 13,2 derajat Celcius.

Maka dengan demikian timah tersebut akan pelan-pelan berubah manjadi abu-abu.

Perubahan ini disebabkan karena adanya ketidakmurnian contoh seperti aluminium dan seng, yang dapat dicegah dengan menambahkan antimoni atau bismut.

Pada perubahan bentuk alfa ke bentuk beta dinamakanya dengan acoetin petae.

Timah abu-abu memiliki sedikit kegunaan. timah dapat dipoles sehingga bisa menjadi licin dan dapat digunakan untuk menyelimuti sebuah logam lain, guna mencegah korosi (karat) dan aksi kimia.

Baca =>> Contoh Jenis Benda Baja

  • Karakterisasi Bijih Timah

Bijih timah yang ditambang di Indonesia umumnya adalah dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut sebagai endapan timah sekunder atau disebut timah placer.

Jenis bijih timah sudah terlepas dari endapan induknya yaitu seperti timah primer, dan oleh air diendapkan kembali di tempat lain yang lebih rendah.

Secara dengan ekonomis, penghasil mineral timah putih seperti kasiterit dengan rumus kimia yakni SnO2, meskipun sebagian kecil timah ada yang dihasilkan dari sulfida seperti stanit, silindrit, frankeit, kanfieldit dan tealit.

Mineral utama yang terkandung di dalam bijih timah adalah kasiterit, sedangkan mineral ikutannya adalah pirit, kuarsa, zirkon, ilmenit, galena, bismut, arsenik, stibnit, kalkopirit, xenotim, dan monasit.

  • Unsur-unsur Timah

Timah tidak di temukan didalam unsur bebasnya di bumi ini akan tetapi didapat dari senyawaannya. Pada jenis timah saat ini, timah di dapat dari sebuah mineral cassiterite ataupun tinstone.

Cassiterite merupakan sebuah mineral oksida dari timah SnO2, dengan kandungan timah berkisar 78%.

Contoh lain pada sumber bijih timah yang mungkin kurang mendapatkan perhatian.

Cassiterite adalah kompleks mineral sulfide yang merupakan stanite (Cu2FeSnS4) atau merupakan sebuah mineral kompleks antara tembaga, besi, timah, belerang dan cylindrite.

Yang juga termasuk mineral kompleks dari timbale, timah, besi, antimony, belerang dua contoh mineral ini umunya dapat ditemuka bersama dengan mineral logam yang lainnya seperti perak.

Pengolahan Bijih Timah

Pengolahan Bijih Timah

Pengolahan pada bijih timah, menjadi logam timah terdiri atas operasi konsentrasi atau mineral dressing maupun ekstraksi yang merupakan sebuah peleburan atau smelting atau yang kita kenal degan pemurnian refining.

  • Kegunaan Timah

  1. Sebagai Lapisan Produk Baja
  2. Sebagai Penyambung Logam dengan Solder
  3. Sebagai Komponen Logam Ringan
  4. Menjadi Magnet Konduksi
  5. Sebagai Sensor Gas dalam Industri Keramik
  6. Sebagai Bahan Kemasan
  7. Sebagai Pelapis Kaleng
  8. Sebagai Bahan Produksi Kaca
  9. Sebagai Bahan Kombinasi Perunggu
  • Sifat-Sifat Timah

Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil. Ada 18 isotop lainnya yang diketahui. Timah merupakan logam perak keputih-putihan, mudah dibentuk, ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi.

Apabila pada struktur tersebut dipatahkan, maka akan terdengar suara yang dikenal dengan tangisan timah ketika sebatang unsur ini dibengkokkan.

Baca =>> Contoh Kegunaan Jenis Benda Timbal

  • Penanganan Bahaya Timah

Jumlah timah yang sedikit dalam makanan tidak berbahaya. Limit dalam makanan adalah 300 mg/kg. Senyawa timah triakil dan triaril digunakan sebagai racun biologi (biocides) dan perlu ditangani secara dengan hati-hati.

Jenis-jenis Timah

  1. Timah hitam
  2. Timah putih
  3. Timah cair
  4. Timah abu-abu

Demikian ulasan artikel kali ini mengenai pengertian, sejarah, sifat-sifat, kegunaan, bahaya, dan cara penanganan bahaya timah lengkap beserta penjelasanya, sekian semoga informasi ini dapat bermanfaat dan Terima Kasih.

Tags :

Bagikan Artikel