Pinhome

Jenis & Sifat-Sifat Magnet

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 26 October 2021 ∙ 7 menit membaca

Sifat sifat magnet – magnet adalah sebuah benda yang memiliki kemampuan yang dapat menarik benda yang ada disekitarnya, dan setiap magnet itu juga memiliki sifat kemagnetan yang serupa.

Adapun jenis-jenis magnet berdasarkan dari proses pembentukannya. Magnet dibedakan menjadi 2 jenis yakni magnet alami dan magnet buatan.

Untuk selengkapnya kita akan mengulas dengan seksama mengenai sifat-sifat magnet beserta penjelasan lainya.

Pengertian Magnet

Magnet adalah sebuah benda yang mampu  menarik benda di sekitarnya dan setiap magnet juga memiliki sifat kemagnetan.

Kemagnetan adalah kemampuan pada benda yang dapat menarik benda-benda lain misal seperti besi, tembaga, baja dll.

Asal-usul magnet

Kata magnet berasal dari yunan yakni magnesia yang diambil dari nama daerah/ wilayah yang ada di Yunani atau yang kita kenal saat ini dengan daerah Manisa. Dimana tempat tersebutlah batu magnet pertama kali ditemukan.

Sifat-Sifat Magnet

Sifat-Sifat Magnet
quipper.com

Magnet memiliki beberapa sifat-sifat dan karakteristik tertentu. Berikut ini adalah beberapa sifat-sifat magnet.

1. Magnet dapat menarik benda

Sifat magnet dapat menarik suatu benda lain yang berasal dari bahan logam, besi, baja, dan masih banyak lagi.

2. Medan magnet membentuk gaya magnet

Gaya magnet tidak hanya ada di kutub-kutubnya saja. namun gaya magnet juga dapat timbul di sekitar magnet. Daerah magnet memiliki gaya magnet biasa disebut dengan medan magnet.

3. Magnet memiliki dua kutub

Magnet juga memiliki dua kutub, diantaranya kutub utara dan kutub selatan.

4. Kutub magnet tidak dapat tarik menarik atau akan tolak menolak

Mungkin ini sama dengan gaya yang terdapat pada listrik. Gaya magnet pun memiliki gaya tarikan dan gaya tolakan.

Apabila kutub yang sama didekatkan, maka dengan demikian akan saling tolak-menolak dan begitu pula dengan sebaliknya, jika kutub utara dan kutub selatan di didekatkan maka dengan begitu akan saling tarik menarik.

5. Sifat magnet dapat hilang

Sifat lain dari magnet juga dapat menghilang atau melemah, hal ini disebabkan adanya perbakaran, jatuh secara terus menerus pada magnet tersebut.

Baca =>> Contoh Magnet Keras Dan Magnet Lunak

Jenis-jenis Magnet

Adapun jenis-jenis magnet yang terbagai secara dasarnya adalah sebagai berikut ini.

1. Magnet alam

Magnet alam adalah salah satu jenis magnet yang mempunyai sifat magnet secara alami contoh seperti gunung ida di Magnesia yang sudah terbukti mampu menarik benda-benda yang ada disekitarnya.

2. Magnet buatan

Magnet buatan adalah magnet yang dibuat dengan sengaja oleh manusia dengan tujuan tertentu. Untuk bahan yang digunakanya adalah magnetik kuat, seperti besi dan baja.

Magnet buatan juga dibedakan menjadi dua macam diantaranya adalah :

  • Magnet sementara (remanen). Magnet ini memiliki sifat kemagnetan hanya sementara, atau hanya dapat terjadi selama proses pembuatannya saja.
  • Magnet tetap (permanen). Magnet ini memiliki sifat permanen, meskipun proses pembuatan sudah dihentikan, namun kekuatan kemagnetanya terus ada.

Ciri-Ciri Magnet

Magnet Keras Dan Magnet Lunak

  1. Magnet dapat menarik benda-benda magnetik dari logam-logam tertentu.
  2. Gaya tarik magnet paling kuat ada di kedua ujungnya.
  3. Magnet memiliki 2 kutub yakni kutub utara dan kutub selatan.
  4. Jika dalam keadaan bebas, magnet akan selalu menghadap ke arah utara dan selatan.
  5. Kutub utara magnet selalu menunjuk ke arah utara Bumi, sedangkan kutub selatan magnet selalu menunjuk ke arah selatan Bumi.
  6. Gaya magnet dapat menembus penghalang.
  7. Jika dua kutub magnet yang berbeda didekatkan (misalnya utara dengan selatan), akan terjadi saling tarik menarik.
  8. Jika dua kutub magnet yang sama didekatkan (misalnya utara dengan utara, atau selatan dengan selatan), akan terjadi saling tolak menolak.
  9. Pada benda magnetik, magnet elementer tersusun secara teratur, tetapi pada benda nonmagnetik, magnet elementernya tersusun secara acak.
  10. Sebuah magnet selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.
  11. Magnet elementer pada magnet lunak mudah diatur sehingga mudah dijadikan magnet.
  12. Magnet elementer pada magnet keras sukar diatur sehingga sukar dijadikan magnet.
  13. Prinsip membuat magnet adalah menjadikan magnet elementer yang semula acak (tidak teratur) menjadi teratur dan searah.
  14. Jika magnet dipotong-potong menjadi beberapa bagian yang lebih pendek, setiap potongan tetap memiliki dua kutub yaitu utara dan selatan.

Pengertian Magnet Keras

Pengertian Magnet Keras adalah jenis magnet yang terbuat dari bahan pembuat magnet yg susah untuk dibuat, namun pada saat sudah menjadi magnet, sifat kemagnetannya dapat bertahan lama.

Dan yang termasuk kedalam Contoh Magnet Keras diantaranya adalah Baja dan Kobalt.

Bahan-bahan magnetik (ferromagnetik) masih digolongkan lagi sebagai magnet keras. Bahan-bahan magnet keras, misalnya baja dan alcomax (logam paduan besi), sangat sukar dijadikan magnet, tetapi setelah menjadi magnet.

Bahan-bahan magnet keras mampu menyimpan sifat magnetiknya dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, bahna-bahan magnet keras umumnya digunakan untuk membuat magnet-magnet permanen.

Magnet Lunak

Magnet lunak, bergantung pada kemampuan bahan menyimpan sifat magnetiknya. Bahan-bahan magnet lunak, misalnya besi dan mumetal (logam paduan nikel), lebih mudah dijadikan magnet, tetapi sifat magnetiknya pun mudah hilang.

Pada dasarnya bahan magnet lunak umunya digunakan sebagai bahan pembuatan elektromagnet pada sebuah listrik karena bahan yang bersifat magnetik selama arus listrik melalui kawat yang sudah dililitkan.

Jadi, elektromagnet dapat diatur sifat magnetiknya dengan menggunakan sebuah sakelar sebagai pemutus arus.

Induksi Magnet

Pada suatu titik ada medan magnet bila muatan yang bergerak pada titik tersebut mengalami gaya magnet. Medan magnet ini dikenal juga sebagai induksi magnet.

Induksi magnet dapat dilukiskan sebagai garisgaris yang arah singgungnya pada setiap titik menunjukkan arah vektor induksi magnet di titik-titik tersebut.

Bahan Magnetik dan Bahan Nonmagnetik

Adapun bahan-bahan magnetik dan bahan nonmagnetik adalah sebagai berikut ini

1. Diamagnet

Diamagnet adalah sifat benda yang mampu menciptakan suatu medan magnet. Sifat tersebut sehingga menyebabkan gaya tolak menolak.

Diamagnetik adalah salah satu bentuk magnet yang cukup lemah, dengan pengecualian superkonduktor yang memiliki kekuatan magnet yang kuat.

  • Diamagnet, yaitu bahan yang sulit untuk menyalurkan garis-garis gaya magnit (ggm).
  • Permeabilitasnya lebih kecil dari 1 (satu) dan tidak mempunyai dua kutub
  • Contoh bahan ini antara lain : Bi (bismut), Cu (tembaga), Au (emas), Al2O3, NiSO4, dan lain-lain.

2. Ferromagnetik

Ferromagnetik adalah sebuah fenomena dimana sebuah material dapat mengalami magnetisasi secara spontan, dan merupakan satu dari bentuk kemagnetan yang paling kuat.

Dari hal inilah yang dapat menjelaskan dari sebuah gaya magnet yang kita jumpai dalam sehari-hari. Ferromagnetik dan Ferrimagnetik merupakan dasar untuk menjelaskan fenomena magnet permanen.

  • Ferromagnetik, yaitu bahan yang mudah menyalurkan ggm, dengan
  • permeabilitas jauh di atas 1 (satu).
  • Contohnya : Fe (besi), Co (cobalt), Ni (nikel), Gd (gandolinium), Dy (disprosium).

3. Ferrimagnetik

Ferrimagnetik adalah suatu energi dan gaya yang timbul karena suatu magnetisasi secara spontan, yang dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari.

Namun, pada bahan ferrimagnetik, gaya yang melawan tidak sama dan magnetisasi secara spontan tetap ada. Hal ini akan terjadi jika materi atau ion yang berbeda conoth seperti Fe2+ dan 3+.

  • Ferrimagnetik (ferrit), yaitu suatu bahan yang mampu digunakan untuk peralatan dengan frekuensi tinggi disamping arus eddy yang terjadi kecil.
  • Rumus bahan ferrimagnetik adalah MO, Fe2O3 (M : logam bervalensi 2 yaitu : Mn, Mg, Ni, Cu, Co, Zn, Cd). Contohnya : ferrit ( NiO), seng ( ZnO), dan nikel (Fe2O3)

4. Paramagnetik

Paramagneti adalah suatu bentuk magnetisme yang hanya terjadi karena adanya medan magnet eksternal.

Material paramagnetik tertarik oleh medan magnet, dan karenanya memiliki permeabilitas magnetis relatif lebih besar dari satu (atau, dengan kata lain, suseptibilitas magnetik positif).

Meskipun begitu, tidak sama dengan ferromagnet yang juga dapat tertarik oleh medan magnet, paramagnet tidak mampu mempertahankan magnetismenya ketika medan magnet eksternal tidak lagi diterapkan.

  • Paramagnetik, yaitu bahan yang dapat menyalurkan ggm tetapi tidak banyak.
  • Permeabilitasnya sedikit lebih besar dari 1 (satu), dan susunan dwikutubnya tidak beraturan.
  • Contoh bahan ini diantaranya : Al (alumunium), FeSO4, FeCl2, Mo (molibdenum), W (wolfram), Ta (tantalum), Pt (platina), dan Ag (perak).

Fungsi Magnet dalam Kehidupan Sehari-Hari

Fungsi Magnet dalam Kehidupan Sehari-Hari
maslatip.com
  1. Pada sebuah ujung gunting yang berfungsi untuk memudahkan dalam mengambil jarum jahit.
  2. Terdapat di Bel listrik yang berfungsi untuk menggerakkan pemukul lonceng.
  3. Terdapat di Papan catur yang berfungsi untuk agar catur tidak mudah terguling.
  4. Terdapat pada Kompas yang fungsinya sebagai penunjuk arah utara-selatan.
  5. Terdapat Pada dinamo sepeda dan generator yang berfungsi untuk membangkitkan sebuah tenaga listrik.
  6. Magnet juga bisa sebagai alat untuk mengangkut sebuah benda-benda dari besi.

Nah, demikianlah pembahasan kali ini mengenai referensi pengertian magnet, sifat-sifat magnet, ciri-ciri magnet, dan jenis-jenis magnet berdasarkan proses pembentukan dan sifat kemagnetannya.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat, Terima Kasih.

Catatan : guna untuk mencari referensi lain terutama mengenai kelistrikan, maka kalian dapat membacanya seputar benda isolator dan konduktor, dan pengertian listrik secara umum.

Yang tentunya dapat bermanfaat terutama dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Tags :

Bagikan Artikel