Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Inflasi Adalah Fenomena di Dunia Ekonomi. Apa Dampaknya?

Inflasi Adalah Fenomena di Dunia Ekonomi. Apa Dampaknya?

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 25 November 2021 ∙ 5 menit membaca

Inflasi adalah istilah yang sering muncul ketika membahas tentang perekonomian. Secara singkat, inflasi bisa diartikan sebagai kenaikan harga. Kenaikan tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam perekonomian karena semua harga kebutuhan pokok akan naik yang berimbas pada naiknya harga barang lainnya.

Pinhome – Pins mungkin tidak menyadari bahwa telah terjadi inflasi secara terus-menerus di Indonesia.  Contoh yang paling sering terjadi yaitu kenaikan harga makanan pokok. Apakah Pins ingat, bahwa harga cabai pernah menyentuh angka Rp100.000 per kilogramnya? Hal ini merupakan salah satu efek inflasi yang bisa dirasakan secara langsung.

Baca Juga: Mengapa Resesi Adalah Bencana Bagi Sebuah Negara?

Kenaikan harga bahan-bahan pokok tersebut membuat banyak pihak dirugikan. Para pedagang kecil dan juga konsumen akan sangat merasakan perbedaan harga yang terjadi. Hal ini tentunya memiliki dampak besar terhadap perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, pemerintah sebisa mungkin selalu berusaha untuk menekan laju inflasi.

Yuk, simak penjelasan di bawah ini tentang inflasi, penyebab, sera dampaknya terhadap ekonomi dan masyarakat!

Pengertian Inflasi

(Business Northeast)

Bank Indonesia (BI) mendefinisikan inflasi sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang terjadi secara terus-menerus dalam kurun waktu tertentu. Inflasi bukanlah kenaikan yang terjadi kepada satu atau dua barang saja kecuali jika kenaikan tersebut menyebabkan efek luas. Contoh riilnya yaitu kenaikan harga bahan bakar yang mempengaruhi harga barang lainnya.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) menambahkan bahwa inflasi terjadi jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat. Kenaikan tersebut kemudian menyebabkan turunnya nilai mata uang. Sehingga dengan kata lain, inflasi adalah penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Inflasi diukur dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen atau IHK. Indeks ini menghitung rata-rata perubahan harga dalam kurun waktu tertentu. Perhitungan ini dilakukan oleh BPS dan kelompok pengeluaran yang dihitung yaitu:

  • Bahan makanan.
  • Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.
  • Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar.
  • Sandang.
  • Kesehatan.
  • Pendidikan, rekreasi, dan olahraga.
  • Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Penyebab Terjadinya Inflasi

(Tribunnews)

Baca Juga: Memahami Pengertian Pajak Dan Jenis-Jenisnya

Inflasi adalah kenaikan harga yang disebabkan oleh banyak faktor. Berikut ini beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya inflasi.

  • Meningkatnya Permintaan

Sesuai dengan hukum ekonomi, permintaan atau demand yang tinggi akan menyebabkan kenaikan harga. Hal ini terjadi karena ketersediaan barang tidak bisa memenuhi permintaan yang ada. Akibatnya, harga menjadi semakin tinggi karena barang di pasaran semakin langka.

Permintaan yang dimaksud di sini tidak hanya demand dari konsumen dalam negeri. Apabila permintaan ekspor naik, inflasi juga sangat mungkin terjadi. Selain itu, pembelanjaan yang tinggi dari pihak pemerintah dan swasta juga bisa menjadi faktor terjadinya kenaikan harga.

  • Naiknya Biaya Produksi

Biaya untuk melakukan produksi yang semakin tinggi juga menjadi salah satu penyebab inflasi. Tentunya, barang diproduksi dengan berbagai bahan baku dan apabila nilai untuk produksi tersebut meningkat, secara otomatis harga akhir dari barang tersebut juga meninggi.

Tingginya biaya produksi akan memiliki dampak besar terhadap produsen. Hal ini dikarenakan produsen harus tetap memproduksi barang yang diminta oleh pasaran padahal harga pembuatannya meningkat. Akibatnya, permintaan tersebut tidak bisa terpenuhi sehingga supply dan demand tidak seimbang yang berujung pada terjadinya inflasi.

  • Peredaran Uang yang Tinggi

Seperti yang dijelaskan oleh BPS, inflasi adalah kondisi di mana nilai uang turun terhadap nilai barang dan jasa. Hal ini berarti jumlah uang yang sama sebelum inflasi akan lebih rendah jika dibandingkan dengan harga setelah inflasi. Contohnya yaitu uang sejumlah Rp100.000 di tahun 1990 lebih memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini.

Menurunnya nilai uang tersebut disebabkan oleh salah satunya yaitu peredaran uang yang semakin tinggi. Apabila peredaran uang di masyarakat semakin banyak, maka harga barang dan jasa juga akan mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena nilai uang menjadi semakin rendah. Oleh karena itu, pemerintah selalu berusaha untuk mengatur peredaran mata uang supaya bisa mengendalikan inflasi.

Dampak Inflasi untuk Ekonomi

(Kompas)

Kenaikan harga yang terjadi tentunya akan mempengaruhi ekonomi negara. Dampaknya sendiri cukup signifikan, di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Menurunkan Daya Beli Masyarakat

Pengaruh inflasi yang akan langsung terasa yaitu masyarakat jadi lebih irit saat belanja. Kondisi ini terjadi karena harga barang yang semakin tinggi sehingga menurunkan daya beli masyarakat. Padahal, salah satu faktor penting dalam berjalannya ekonomi yaitu konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat. Jika daya beli turun, maka ekonomi akan cenderung stagnan atau bahkan menurun.

  • Pengeluaran Membengkak

Harga barang dan jasa yang semakin tinggi tentu akan membuat pengeluaran seseorang menjadi semakin tinggi. Hal ini tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat yang tetap sama. Akibatnya, biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi semakin besar atau membengkak.

  • Ekspor Menurun

Terjadinya inflasi akan membuat biaya ekspor menjadi semakin tinggi. Apabila ini terjadi, maka kemampuan ekspor akan menurun dan berakibat pada turunnya devisa negara.

  • Mempengaruhi Kestabilan Nilai Mata Uang

Stabilitas kurs mata uang dipengaruhi oleh dua hal, yaitu nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta mata uang negara lain. Apabila nilai mata uang terhadap barang dan jasa semakin tinggi (inflasi), maka akan langsung berpengaruh terhadap kurs mata uang.

Terjadinya inflasi disebabkan oleh banyak hal. Pins bisa ikut menekan laju inflasi dengan cara tidak berlebihan ketika berbelanja kebutuhan. Yuk, semakin bijak mengatur uang!


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Safina

Editor: Iko

Tags :

Bagikan Artikel