Pengaruh faktor fisik dan sosial ekonomi terhadap pertanian

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 29 May 2015 ∙ 3 menit membaca

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi interaksi antara sumber daya manusia dengan sumber daya alam. Penggunaan lahan oleh manusia jarang sekali sebagai hasil dari faktor fisik saja. Penggunaan lahan tersebut ditentukan oleh peranan sejumlah fenomena, baik fenomena fisik atau fenomena budaya. Suatu tempat merupakan bidang lahan berikut kelompok manusia yang menghuninya.

Setiap budaya cenderung melihat habitat fisik secara berbeda-beda. Sistem nilai masyarakat, tujuan, organisasi dan tingkat teknologi menentukan unsur mana dari lahan itu yang berharga dan kemudian memanfaatkannya.

Masyarakat dengan teknologi yang sederhana, misalnya masyarakat pemburu dan pengumpul, hanya mengambil apa yang ada di alam itu untuk bahan makanan maupun untuk tempat tinggal dan pakaian. Segera setelah daerah itu tidak memberikan manfaat yang mencukupi kebutuhannya, mereka pindah mencari tempat yang masih bisa memenuhi kebutuhannya.

Masyarakat yang sudah agak lebih maju yaitu para petani dengan teknologi pertanian primitif, contohnya berladang berpindah-pindah, pemanfaatan lahan sudah tidak seperti pemburu dan pengumpul, karena mereka sudah berusaha memanfaatkan lahan dengan cara bercocok tanam.

Mereka membuka hutan dengan cara memotong dan membakar pohon-pohonan. Mereka mengolah lahan itu dengan menggunakan alat-alat sederhana, biasanya dari kayu atau bambu. kemudian menanami lahan tersebut.

Setelah beberapa kali panen dan ternyata lahan tersebut kurang produktif, mereka mencari lahan baru (dilakukan oleh beberapa masyarakat di Indonesia seperti orang Baduy di daerah Banten), tetapi sedikit demi sedikit cara bertani demikian itu sudah mulai diarahkan ke teknologi yang lebih maju.

Setiap petani mengolah lahan relatif luas karena meskipun dia mengolah lahan sempit tetapi setelah lahan itu tidak produktif lagi, mereka mengolah lahan di tempat lain.

Hal yang merugikan lainnya adalah mengganggu keseimbangan ekologi, karena baru setelah bertahun-tahun lahan itu menjadi hutan kembali. Sebelum menjadi hutan kembali lahan tersebut sempat mengalami erosi jika ladang berpindah-pindah dilakukan di lereng gunung.

Cara yang demikian juga dilakukan oleh penggembala nomad di daerah sabana. Teknologi yang lebih maju lagi yaitu pertanian intensif, pertanian menetap dan sudah melakukan usaha untuk mempertahankan kesuburan tanah sehingga produktivitas lahan tetap tinggi, misalnya dengan irigasi, membuat teras-teras untuk mempertahankan lahan dari erosi, menggunakan pupuk untuk mempertahankan kesuburan tanah, pemilihan bibit dan sebagainya.

Sedangkan yang lebih tinggi lagi, yaitu bertani dengan tidak mengindahkan faktor fisik, misalnya penanaman tumbuhan daerah tropik di daerah beriklim sedang, menggunakan alat pengatur suhu, kelembapan dan sebagainya.

Masyarakat yang teknologinya sudah maju bisa menggunakan lahan yang bagaimana pun untuk keperluan di luar usaha pertanian, misalnya industri dan sebagainya.

Jadi jelas, faktor fisik tidak merupakan faktor penentu dalam interaksi antara sumber daya manusia dan sumber daya alam. Budaya, diantaranya teknologi, sangat berpengaruh terhadap bagaimana manusia berinteraksi dengan alam itu (daerah kering diairi, daerah rawa dikeringkan dan sebagainya).

Faktor fisik dan faktor sosial ekonomi terhadap usaha pertanian

Di bawah ini akan dijelaskan pengaruh faktor fisik dan faktor sosial ekonomi terhadap usaha pertanian:

1. Faktor fisik

Yaitu iklim, tanah dan relief. Faktor iklim meliputi curah hujan (jumlah keseluruhan curah hujan, serta distribusi setiap musim dan intensitasnya), penguapan, jumlah sinar matahari (untuk daerah tropik karena intensitas sinar matahari merata sepanjang tahun hal ini tidak menjadi masalah), kecepatan angin dan kondisi suhu.

  • Tanah merupakan media tempat tumbuhnya tanaman. Yang berpengaruh adalah dalamnya lapisan tanah, komposisinya, teksturnya dan kedalaman air tanah.
  • Relief berpengaruh terhadap pertanian, terutama ketinggian dari permukaan laut. Seperti kita ketahui makin tinggi kita naik suhu makin rendah.

2. Faktor sosial ekonomi

Di samping teknologi seperti dijelaskan di atas, faktor yang berpengaruh atas usaha pertanian adalah: luasnya lahan pertanian, sistem sewa, permintaan pasar, tersedianya buruh, fasilitas transpor, pajak serta yang lainnya.

Baca juga: Sumber daya alam dari usaha pertanian

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 10 Inspirasi Keramik Dinding Kamar Mandi Biru yang Menenangkan

Keramik dinding kamar mandi biru sering dianggap pilihan terbaik karena mendukung rasa tenang dan a

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 10 Model Keramik Motif Paving Terbaru

Paving sudah tidak asing lagi sebagai bagian dari lantai atau area jalan yang biasa dipasang di dep

Lifestyle
Lifestyle 10 Cara Restart Laptop yang Cepat di Windows & Mac OS

Saat laptop tiba-tiba macet dan not responding ketika dioperasikan, banyak yang memilih cara restar

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 10 Inspirasi Keramik Backsplash Dapur yang Cantik

Keramik backsplash adalah salah satu solusi dapur tetap bersih dan estetik dipandang. Hal tersebut

Teknik Sipil
Teknik Sipil Daftar Harga Pintu Kaca Tempered Glass, Yuk Cek!

Ingin pakai pintu kaca untuk membuat rumah tampak mewah? Pintu kaca memang dapat membuat kesan mewa

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia