Pinhome

Pemilihan Umum pertama Indonesia

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 2 April 2013 ∙ 2 menit membaca

Pemilihan Umum pertama Indonesia dilaksanakan tanggal 24 September 1955 memilih anggota DPR dan tanggal 15 Desember memilih anggota Konstituante. Periode tahun 1950 sampai tahun 1955 memang terdapat beberapa masalah yang mendesak untuk segera dipecahkan. Masalah pergolakan di daerah yang merupakan gangguan keamanan boleh dikatakan umumnya sudah berhasil ditanggulangi.

Kemudian menyusul masalah politik yang cukup pelik, yakni masalah Sidang Konstituante. Sidang Konstituante ini merupakan tindak lanjut dari hasil Pemilihan Umum I tahun 1955.

Pemilu Pertama 1955

Pada tahun 1955 bangsa Indonesia mengadakan Pemilihan Umum yang pertama kali. Dalam pemilihan ini diikuti oleh banyak kontestan yang terdiri dari partai-partai yang ada pada saat itu.

Tanggal 24 September 1955 memilih anggota DPR dan tanggal 15 Desember memilih anggota Konstituante. Dalam pemilihan itu keluar sebagai 4 besar, yakni berturut-turut PNI, Masyumi, NU dan PKI.

Sebagai hasil pemilihan umum pertama ini, maka terbentuklah DPR dan Badan Konstituante. Konstituante inilah badan yang bertugas menetapkan Undang-Undang Dasar Negara.

Setelah terbentuk, kemudian pada tahun 1956 Konstituante memulai sidangnya di Bandung. Sidang dipimpin oleh Wilopo, SH. Tetapi sampai tahun 1959 sidang tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Justru dalam sidang itu terjadi perpecahan antar partai atau golongan.

Setiap wakil partai akan memaksakan pendapatnya sesuai kehendak partai yang diwakilinya. Sehingga Sidang Konstituante itu ditandai dengan perdebatan yang tidak habis-habisnya.

Selengkapnya baca: Pemilihan umum tahun 1955

Kampanye politik 1955
Kampanye politik 1955

3 Kabinet Silih Berganti

Hal ini membuat pemerintah tidak stabil. Memang pada periode itu (tahun 1955-1959), keadaan pemerintahan tetap belum stabil. Perpecahan antar golongan atau partai masih cukup tajam.

Kabinet yang dibentuk juga jatuh bangun seperti pada periode 1950-1955 (baca: Pergantian Kabinet masa Demokrasi Liberal). Pada periode tahun 1955-1959 juga mengalami 3 buah kabinet yang silih berganti, yaitu:

  1. Kabinet Burhanuddin (Agustus 1955-Maret 1956)
  2. Kabinet Alisastroamijoyo II (Maret 1956-1957)
  3. Kabinet Juanda (Maret 1957-Juli 1959)

Dengan melihat keadaan yang tidak stabil itu, rakyat merasa tidak puas. Mereka telah mendambakan keadaan Indonesia yang tenteram, dapat melakukan pembangunan secara baik.

Tumpuan harapan ini sebenarnya dipercayakan kepada Konstituante hasil Pemilihan Umum 1955. Tetapi pada kenyataannya Konstituante tidak dapat memenuhi harapan rakyat waktu itu.

Baca juga: Pemilihan Umum Sarana Demokrasi

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pengantar Nikah, Begini Cara Mengurusnya!

Pinhome - Mengurus pernikahan tak hanya perihal dekorasi dan catering acara saja. Kamu juga harus m

Edukasi
Edukasi 3 Contoh Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit atau Puskesmas

Contoh surat keterangan sehat itu seperti apa, sih? Kamu mungkin saat ini sedang mencari surat kete

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pengajuan Dana yang Baik dan Benar!

Ingin mengajukan surat pengajuan dana? Jangan buat asal-asalan kalau ingin pengajuannya diterima, y

Lifestyle
Lifestyle 40+ Referensi Ucapan Selamat Ulang Tahun buat Teman & Sahabat

Menyampaikan ucapan selamat ulang tahun buat teman adalah hal yang wajib diutarakan. Pasalnya, doa

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Wasiat yang Sah Menurut Hukum

Bicara soal wasiat tentu menjadi satu hal yang sensitif. Tak jarang, hal ini pun kerap menjadi pers

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia