Pemilihan umum tahun 1955

Diperbarui oleh ∙ December 27, 2021 ∙ 2 menit membaca

Salah satu syarat agar sistem pemerintahan demokrasi berfungsi adalah dengan penyelenggaraan pemilihan umum. Pemilihan umum merupakan salah satu program dari kabinet parlementer yang persiapannya telah diselesaikan pada masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamijoyo I.

Untuk pelaksanaan pemilu dibentuk Panitia Pemilihan Umum Pusat dan Daerah pada tanggal 31 Mei 1945 dengan ketuanya Hadikusuma dari PNI.

Pelaksanaan Pemilihan Umum 1955

Kemudian panitia pemilu pemilu pada tanggal 16 April 1955 mengumumkan bahwa pelaksanaan pemilu untuk DPR akan dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955, sedangkan pada tanggal 15 Desember 1955 untuk konstituante.

Dengan adanya pengumuman tersebut, partai-partai politik mulai berkampanye dan berusaha untuk mendapatkan suara yang banyak.

Pemilihan umum tahun 1955
Pemilihan umum tahun 1955

Moh. Hatta pada tanggal 29 Juli 1955 mengumumkan tiga orang formatur untuk membentuk kabinet baru. Ketiga formatur tersebut tersebut terdiri dari dari Sukiman (Masyumi), Wilopo (PNI), dan Assaat (nonpartai). Tugas-tugas baru tersebut sebagai berikut:

  1. Mengembalikan kewibawaan pemerintah, yaitu mengembalikan kepercayaan angkatan darat dan mesyarakat kepada pemerintah.
  2. Melaksanakan pemilu menurut rencana yang telah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru.

Ketiga formatur tersebut sepakat menunjuk Moh. Hatta sebagai perdana menteri sekaligus menteri pertahanan. Kemudian muncu masalah karena Moh. Hatta masih menjabat sebagai wakil presiden. Formatur mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk menonaktifkan Moh. Hatta dari jabatan wakil presiden selama menjadi perdana menteri.

Akhirnya pada tanggal 3 Agustus 1955 formatur mengembalikan mandat dan Moh. Hatta kemudian menunjuk Burhanuddin Harahap untuk membentuk kabinet. Dalam salah satu program kerja Kabinet Burhanuddin masalah pemilu menjadi perhatian.

Menjelang pemilu pertama ada 70 partai politik yang mendaftar sebagai peserta, namun yang lolos seleksi hanya 27 partai. Dalam pelaksanaannya, Indonesia dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang meliputi 208 kabupaten, 2,139 kecamatan, dan 43.429 desa.

Pada tanggal 29 September 1955 lebih dari 39 juta rakyat Indonesia memberikan suaranya di kotak-kotak suara untuk memilih anggota parlemen. Pemilihan umum untuk anggota konstituante diadakan tanggal 15 Desember 1955.

Pemilu pada saat itu berjalan tertib, disiplin, serta tanpa politik uang, dan tekanan pihak mana pun. Oleh karena itu, banyak pakar politik yang menilai bahwa pemilu tahun 1955 sebagai pemilu paling demokratis yang terlaksana di Indonesia saat itu.

Hasil pemilu tahun 1955 menghasilkan empat partai yang meraih kursi terbanyak di DPR dan konstituante. Empat partai tersebut yaitu : Masyumi, PNI, Nu dan PKI. Jumlah kusri DPR untuk Masyumi 60 kursi, PNI 58 kursi, NU 47 kursi, PKI 32 kursi dan partai lainnya memperebutkan 75 kursi.

Sedangkan jumlah kursi konstituante hasil pemilu tahun 1955 adalah Masyumi 119 kursi, PNI 112 kursi, NU 91 kursi dan partai lainnya memperebutkan 118 kursi. Pelantikan anggota DPR dilakukan pada tanggal 20 Maret 1956, sedangkan untuk anggota konstituante dilakukan pada tanggal 10 November 1956.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial BI Rate Naik? Cek dan Cari Tahu Dulu Kebenarannya (Edisi Year-on-Year Oktober)

#WaktunyaBeliRumah Apakah Pins sadar, biaya yang dikeluarkan untuk transaksi bisnis properti tidakl

Gadget
Gadget 12 Rekomendasi HP 6 Jutaan, Harga Mid-Range Berasa Flagship!

Jika Pins menginginkan HP mid-range dengan kualitas flagship, maka rekomendasi HP 6 jutaan adalah j

Finansial
Finansial 15 NFT Game yang Tak Hanya Seru, Tapi Juga Menghasilkan Cuan!

Sebagai bentuk investasi aset digital yang menjanjikan, banyak orang yang mencoba untuk mempelajari

Finansial
Finansial Apa itu Copy Trade? Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

Ada banyak sekali istilah dalam dunia trading yang mungkin terdengar asing untuk kamu yang masih pe

Finansial
Finansial Apa itu MACD? Ini Cara Membaca Indikator MACD

Jika membicarakan saham, terdapat beberapa macam indikator yang bisa kamu gunakan. Indikator ini me

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia